Liburan semester telah tiba setelah beberapa bulan mereka belajar yang dengan menguras otak, itu artinya sekolah Shinta sebentar lagi akan mengadakan ujian kelulusan, seharusnya dia fokus belajar atau mengulang pelajaran pelajaran yang akan datang. Tapi dia anteng anteng saja yang dengan asyik mengurus tokonya, terkadang dia pun membawa buku pelajaran ditokonya.
Hubungan Rize dengan Shinta tidak pernah merasa baik. Rize yang dengan ego sangat tingginya, dia selalu menolak ketika dirinya diajak pulang bareng dengan Shinta meski terkadang Rize tidak membawa mobil miliknya disekolah, dia lebih memilih menunggu jemputan sopir pribadinya.
Seolah tahu apa yang ada di pikiran Shinta, dia tidak pernah mau ketika diajak pulang, takut diturunkan di jalan.
Leta yang dengan rela mengikhlaskan Shinta kepada Rize jika dia bisa menggapai dirinya, mungkin Leta sadar bahwa dirinya tidak ada kemungkinan untuk memiliki Shinta, baru fase pendekatan sudah mundur tidak karuan.
Jangan tanyakan Yasmin kemana, dia pasti ada disamping Shinta, sedikit demi sedikit Yasmin sudah mulai belajar berjualan bersama Shinta untuk membantu menjaga tokonya.
Dua minggu liburan sekolah yang bisa dimanfaatkan Yasmin untuk mengenal lebih jauh lagi bagaimana caranya ia berdagang, setiap pagi Yasmin selalu datang ditoko Shinta.
Dan kebetulan ini hari sabtu kedua libur sekolah, Yasmin tidak ada.
Itu tandanya lusa harus berangkat lagi.
Jika kalian bertanya tentang Miss Rinrada, dia selalu mencari cari cara untuk mendekatkan diri pada Shinta, berbagai macam perhatian yang Rinrada berikan tetapi Shinta selalu abaikan. Mungkin Shinta masih marah dengannya kala kejadian waktu itu, maka dari itu Shinta selalu mengabaikan Rinrada.
Oh iya, sekarang penampilan Shinta sangat berbada jauh dengan yang dulu, baru kemarin dia memotong habis ramput panjangnya. Penampilannya sekarang sangat seperti laki laki dan tidak menunjukkan kesan bahwa dirinya adalah seorang perempuan, penampilan barunya sekarang mirip seperti Ruby Rose artis yang terkenal di Negara Australia.
Bahkan Shinta sangat berani sekarang, dia mencampur Anting Studs dengan Anting Bundar, menggunakan Strapless agar payudaranya tidak terlihat menonjol. Mungkin teman teman sekolahnya akan kaget jika melihat penampilan Shinta yang sekarang, kecuali Yasmin, wong dia selalu bersama Shinta.
Shinta berpenampilan seperti itu tidak semata mata frustasi dengan kehidupannya, dia hanya ingin merubah penampilan saja. Dan bukan karena siapa siapa, dia berdandan seperti itu untuk dirinya sendiri.
BUK
BUK
Tiba tiba saja keributan kecil terjadi dipinggir jalan dekat toko kue Shinta, satu orang yang menggunakan seragam rapi yang sedang dihadang dengan lima preman. Shinta masih terus memperhatikan perkelahian antara mereka, tidak ada niatan untuk membantunya.
Cukup tangguh satu orang itu, meskipun sulit tapi mencoba untuk tetap bangkit, tetapi berhadapan dengan lima preman sudah pasti kualahan meskipun orang itu mencoba untuk bertahan.
Masih gua liatin. Seberapa kuat pria itu, batin Shinta.
Shinta masih asik melihat sebuah tontonan yang dengan santainya sambil menikmati kopi pagi.
Hingga tiba tiba saja pria itu jatuh tersungkur dan sedikit mundur.
Bangkit dari duduknya dan berjalan mendekat kearah mereka, rencanaya Shinta ingin membantu pria itu yang di pastikan tidak mampu untuk melawan.
Bismillah, semoga seni bela diri gue masih bisa dipake.
Berlari kecil menuju mereka.
Bukk.. Bukk.. Bukk..
"Mati lo anjing."
Bukk.. Bukk.. Bukk..
Shinta mencengkeram salah satu preman itu dan menghabisinya, sedangkan ke empat yang lainnya terus memukuli Shinta lantaran telah menghabisi satu temannya.
Dan see...
Keributan berhasil dileraikan karena bantuan dari warga yang datang secara tiba tiba, rasa syukur Shinta kala dirinya tidak terlalu parah, yang ia pikirkan sekarang pria itu yang sedang duduk mengatur nafas yang agak tersengal sengal.
Akhirnya Shinta membawa Pria itu ke dalam tokonya untuk menenangkan diri dan sedikit perawatan.
Mereka duduk berdua saling berhadapan. Hanya saja terhalang meja.
"Alfin," orang itu mengulurkan tangan kepada Shinta untuk mengenalkan diri.
"Shinta."Shinta pun menyambut jabatan tangannya.
"Saya tidak tahu apa jadinya jika tidak ada kamu, mungkin saya sudah kehilangan segalanya bahkan nyawa pun bisa, terima kasih Shinta."
"Sama sama Om."
"Awal mulanya gimana Om?" Tanya Shinta lagi.
"Mobil saya mogok dan saya membawanya ke bengkel, kebetulan kantor saya tidak jauh dari tempat ini, pikir saya dari pada naik taksi lebih baik jalan kaki. Dan yaa, terjadilah seperti ini."
"Untung mereka tidak membawa alat ya Om?"
"Itu yang saya pikirkan, beruntung saya bertemu kamu Shinta, sekali lagi saya ucapkan terimakasih yang setulus tulusnya."
Hanya di jawab dengan senyuman oleh Shinta.
"Meihat dari sisi karatemu, saya jadi ingat sahabat saya yang entah kemana. Sudah bertahun tahun tidak ada kabar."
"Emang sahabat Om itu jago banget ya?" Kepo Shinta.
"Persis seperti kamu dan tidak ada yang terbuang, wajahnya pun mirip dengan kamu, saya hampir terkejut ketika baru tahu kalau yang menolong saya ternyata seorang perempuan."
"Emang mirip banget Om?"
"Jika di sandingkan, kamu adalah versi perempuan dari sahabat saya, haha. Saya jadi kangen si bodoh itu."
"Saya jadi nostalgia nih." Lanjut Alfin tidak enak hati.
"Tidak apa apa Om, dengan senang hati aku akan mendengarkan."
Orang yang bernama Alfin menceritakan dari awal pertemuan dengan sahabatnya, dari mulai kenakalan, keributan dan menjahili guru yang paling utama.
Dari semasa SMA hingga kuliah. Alfin terus bersama dengan sahabatnya, pernah sempat sahabatnya bekerja di kantor milik Alfin, hingga akhirnya mereka mempunyai kekasih masing masing dan persahabatan mereka sedikit berubah lantaran sudah mempunyai kehidupan lain.
Dan sejak saat itu, sahabatnya atau pun Alfin tidak ada kata jumpa dan sapa, hanya dengan lewat sosial media mereka berkirim kabar.
Meski beberapa waktu mereka pernah bertemu dan saling berkunjung ke rumah masing masing, saat itu mereka berdua sudah mempunyai anak yang di mana Alfin lebih dahulu memiliki Putra yang sudah berumur empat tahun. Dan anak dari sahabat Alif masih tergolong dalam beberapa hitungan bulan.
Dan kalian tidak pernah berfikir siapa Alfin yang baru saja ditolong Shinta?
Kita lihat saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Shinta Senjani
Romantiek"Saya ingin kamu malam ini." Mrs "Gue uda bilang, gue bakal nidurin lo." RF "DUNIA INI MASIH PENUH DENGAN LAKI LAKI HEEYYY!!!" SS
