Semuanya dimulai saat Mino sering kali kelelahan hingga pingsan saat latihan softball. Tapi Mino terlalu menganggap enteng kondisi tubuhnya dengan berpikir kalau ia hanya kurang istirahat dan terlalu ambisius latihan softball. Dan yang paling parah yaitu saat dirinya mengalami demam tinggi disertai sesak napas juga batuk yang mengeluarkan darah. Mino harus dirawat inap selama seminggu di rumah sakit.
Saat itu Mino baru berusia 16 tahun. Selama satu minggu berada di rumah sakit, Mino melewati serangkaian tes untuk mendiagnosis penyakitnya. Hingga hasil tes kesehatannya menyatakan kalau ia mengidap Miokarditis. Dunia Mino terasa runtuh seperti dihantam bom. Dari jutaan manusia yang ada di muka bumi ini, kenapa harus Mino yang dipilih untuk mengidap penyakit tersebut?
Impian Mino dirampas secara paksa. Tak ada lagi softball karena dokter menyarankan Mino untuk tidak melakukan olahraga berat yang bisa membahayakan kerja jantungnya.Hari-hari yang harus Mino lewati selanjutnya selalu ditemani oleh alarm dan berbagai macam obat. Mino harus meminum obatnya secara rutin dan tepat waktu. Tidak boleh lewat sedikit pun karena akibatnya cukup fatal. Pernah satu kali Mino lupa meminum obatnya, dan hal itu menyebabkan Mino harus diisolasi selama dua minggu di rumah sakit.
Mama menjadi sangat protektif pada Mino. Kemana pun Mino pergi harus diantar oleh Pak Yono, sopir keluarga mereka, atau Mino boleh pergi asal bersama Aaron. Banyak larangan yang dibuat oleh Mama dengan alasan demi kesehatan Mino. Iya, Mino paham semua orang sangat menyayanginya dan berusaha menjaga kesehatan Mino, hanya saja Mino merasa jengah karena tidak memiliki kebebasan seperti seekor burung yang terperangkap di sangkar.
Sebenarnya Mino merahasiakan dari mama kalau ia masih suka ikut latihan softball. Hanya Aaron yang tahu karena Aaron juga yang mengantar Mino pergi latihan. Tidak mungkin Mino pergi latihan diantar oleh Pak Yono yang selalu melaporkan pada orang tuanya atas apa saja yang dilakukan oleh Mino. Tapi mama mulai mencurigai Mino saat mereka melakukan konsultasi ke dokter dan dokter mengatakan kalau kerja jantung Mino semakin menurun. Penjagaan terhadap Mino pun semakin diperketat dan membuat Mino merasa sangat terkekang. Hingga malam itu terjadi perdebatan antara mama dan Mino.
"Ini yang terakhir kalinya... setelah itu Mino bakal ninggalin softball... sekali ini aja, Ma... untuk yang terakhir kalinya...," pinta Mino mengutarakan niatnya untuk mengikuti liga pertandingan softball paling bergengsi di Jakarta.
"Dokter udah larang kamu main softball... dan mama nggak akan membahayakan keselamatan kamu. Kamu harus paham Mino, mama larang kamu karena mama sayang sama kamu...,"
"Dengan mengekang Mino kayak gini? Ayolah... mama tahu gimana pentingnya softball buat Mino. Dan Mino cuma minta izin mama satu kali ini aja buat ikut pertandingan softball se-Indonesia,"
"Jawaban mama masih sama. Tidak," jawab mama tegas. Perdebatan itu tidak berhenti sampai malam itu. Mino melakukan aksi protesnya dengan mengurung diri dan tidak mau datang pada jadwal konsultasinya.
Melihat aksi protes tersebut tentu membuat pendirian mama goyah, apalagi Mino melewatkan satu jadwal konsultasinya. Setelah pergolakan batin, mama dengan berat hati mengizinkan Mino untuk mengikuti pertandingan softball yang terakhir kalinya.
***
Mino bisa merasakan euforia teriakan para penonton di stadion yang memicu adrenalin di tubuhnya. Membakar semangat dalam tubuh Mino yang membuat cowok itu optimis akan melakukan pukulan homerun dan mengelilingi lapangan dalam satu kali putaran.
Mino sudah bersiap berada di posisinya saat gilirannya untuk memukul tiba. Ia menggenggam erat tongkat pemukul, menatap fokus pada gerakan tangan pitcher lawan. Dalam sepersekian detik bola itu berhasil melambung tinggi setelah dipukul oleh Mino. Homerun! Mino sekuat tenaga melangkahkan kakinya. Menginjak base pertama, berlanjut pada base kedua. Mino memaksakan diri mempercepat larinya menuju base ketiga. Tapi sayangnya pandangan Mino mendadak kabur dan lapangan softball tersebut berputar hebat. Selanjutnya yang Mino lihat hanya kegelapan dan suara-suara yang terus memanggil namanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Azalea [COMPLETED]
Ficción GeneralMana yang sebaiknya kita pilih antara kebohongan yang manis atau kejujuran yang pahit
![Azalea [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/172250703-64-k528944.jpg)