"iyaa mah" gumam nayya tersenyum melihat kedua mertuanya bahagia
"alhamdulillah" ucap kedua mertua nayya
Hari semakin malam, nayya dan pun pamit pulang. Seiring berjalannya waktu perut nayya bertambah besar, yang dimana hari ini nayya sedang mengandung 9 bulan.
Pagi harinya, putra pamit ingin berangkat kerja. Tetapi nayya enggan melepas putra dari pelukannya, rasanya nayya ingin full time dengan putra. Tetapi tidak bisa, putra hari ini ada meting besar dengan kantor lain.
"sayang, aku berangkat dulu ya. Jaga rumah baik² ya" pamit putra mencium kening nayya
"iyaa sayang, aku rasanya pengen full time deh sama kamu" gumam nayya memeluk erat putra
"besok yaa sayang" kekeh putra tersenyum membalas pelukan erat nayya
"janji?" ucap nayya mengangkat kelingkingnya
"janji" ucap putra membalas kelingking nayya dengan tersenyum
"yauda aku berangkat dulu ya, bi yum. Jagain nayya yah, kalo ada apa² telpon putra langsung ya bi" teriak putra mencium punggung tangan nayya dan punggung bi yum
Oiya lupa perkenalkan bi yum, bi yum adalah asisten rumah putra. Putra sudah menganggap bi yum sebagai ibu mereka sendiri, bi yum juga sayang kepada putra dan nayya. Bi yum sangat menjaga nayya selayak bi yum menjaga anaknya sendiri, putra memakai asisten karna ia tidak mau nayya kelelahan karna pekerjaannya, akan begitu nayya masih membantu bi yum menyapu, mengepel, mencuci piring. Bi yum sudah melarang nayya, tetapi nayya enggan untuk berhenti membantu bi yum.
"assalamu'alaikum" pamit putra berjalan kearah mobil sportnya itu.
"wa'alaikum salam" jawab nayya dan bi yum berbarengan
"nayya, bibi udah siapin makanan diatas meja.. Bibi mau mandi dulu ya, bau nih hehe"
"iya bi, nayya tungguin bibi ko" gumam nayya merangkul bi yum
"ko nungguin bi yum?"
"iya bi, abis bi yum mandi. Nayya makan sama bi yum dimeja makan" kekeh nayya berjalan menuju meja makan
"atuh nay, jadi ngerepotin pisan" ucap bi yum berbahasa sunda
"atuh gapapa kali bi yum" jawab nayya.
Sekarang pun pukul 11.00 siang, waktunya nayya membawakan bekal makan siang untuk sang suami. Sudah tiap hari nayya begitu.
"bi nayya pamit ya, mau anterin makan siang putra" pamit nayya mencium punggung tangan bi yum
"iya hati² ya nay" jawab bi yum mencium puncak kepala nayya
"iya bi, pak mamat ayo anterin nayya" ucap nayya, lebih tetapnya memerintah
"siap nyonya"
Nayya pun sampai dikantor putra yang cukup besar, karna papah nayya sudah mewariskan kantor ini menjadi milik putra.
"siang bu"
"istrinya pak putra makin cantik aja"
"eh ada bu boss tuh, berdiri eh"
"selamat siang bu"
"cantik bu!"
"dih, so cantik bngt"
"eh dia siapa si?"
Begitulah ocehan dari pegawai² dikantor putra, memang ada sebagian pegawai baru.. Jadi mereka tidak begitu mengenal nayya, nayya membalas ocehan mereka dengan senyuman saja. Pak mamat pun mengikuti nayya dari belakang karna sudah terbiasa.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Husband Putra Bakteri
Teen FictionKisah 2 remaja yg partner berantem menjadi partner of heart✨
