Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bisa kan colek sedikit ceritanya haha😂. Iya tau pada gasuka, tapi.. Ya gtu deh😂. Oke gapapalah:")
Skip cerita!
Pagi harinya nayya terbangun karna arkan menangis kejar. Ia merasakan sesuatu pada arkan. Saat nayya ingin menggendong arkan ternyata ga sengaja tangan nayya menyentuh dahi arkan yang begitu panas. "astagfirullah arkann!!" teriakan nayya menggema, membuat isi rumah menoleh kearah sumber suara. Tidak lain dengan putra yang panik melihat istri teriak kencang.
"sayang, kenapa sayang? Buka sayang cepet" ucap putra menggedor² pintu kamarnya. Dengan cepat nayya membuka pintu dan menarik lengan putra untuk menggendong arkan dan membawanya kerumah sakit terdekat.
"putra, aku takut put" cemas nayya mengecup² dahi arkan.
"kamu tenang sayang, arkan kan kuat! Arkan gaboleh lemas oke. Jangan tutup matamu" putra memerintah arkan agar tetap kuat, sedangkan makin lama jalanan makin macet. Arkan lupa hari ini adalah hari kerja jadi tidak akan tidak macet, putra pun membuka pintu mobilnya dan segera menggendong arkan dan menggandeng nayya untuk berlari.
"pak, saya duluan" teriak putra meninggalkan pak mmat dan bi yum didalam mobil, bi yum yang melihat nayya dan putra lari ia pun ikut lari bersmaa nayya dan putra.
"saya teh ditinggal keun sendirian atuh?" tanya pak mamat cemberut.
•••• Nayya, putra, arkan dan bi yum sudah sampai dirumah sakit. Arkan sudah ditangani oleh dokter. Nayya hanya menangis didalam dekapan putra, nayya merasa mami yang paling bodoh "nayya bodoh bi, nayya bodoh put.. Nayya gabisa jadi mami yang baik buat arkan" tangisan nayya begitu menggema didada bidang putra. Nayya hanya bisa menangis dalam pelukan erat nayya kepada putra, bi yum juga menangis melihat nayya bgtu. Dan putra mencoba tidak menangis untuk menenangkan nayya dan bi yum. Tak lama kemudian pak mamat pun dtaang.
"gimna keadaannya den arkan mas?" tanya pak mamat yang tiba² dtaang dengan wajah cemas.
"belum tau pak, dokter blm keluar dari ruangannya"
Pak mamat hanya bisa berdoa, dan mencoba menenangkan bi yum dan nayya. Tak lama, dokter pun keluar dari ruangannya.
"dengan keluarga pasien?" tanya dokter yang tiba² membuka ruangan ugd.
"saya dok, saya dady" jawab putra yang langsung berjalan menuju dokter.
"untung saja bapak cepat membawa anak bapak, jika terlambat akan mengakibatkan fatal pada anak bapak" dokter menjelaskan semuanya.
"astagfirullah, trus anak saya kenapa bisa begini pak?" tanya putra yang berkacak pinggang.