my husband putra bakteri - 37

3.7K 170 42
                                        

Jangan lupa vote+komen woke!

****

Putra POV

Dimalam harinya, putra sudah menelpon semua teman temannya dan temannya arkan.

Mereka juga tidak tau keberadaan nayya sekarang. Putra mendengus kesal.

Ia mengacak rambutnya frustasi. Ia memberantaki kamarnya, sampai sampai dari kamar yang elegan sekarang kamarnya kaya kapal pecah.

"INI SEMUA GARA GARA PARSYA! GUE BENCI LO PARSYA!!" teriak putra frustasi.

Cklek..

"putra, makan dulu ayo. Putra kan dari tadi belum makan, sekarang makan dulu. Besok pagi putra cari nayya lagi."

Bi yum membuka pintu kamar putra dan membawa satu nampan yang berisi air putih dan nasi goreng.

Nasi goreng? Itulah yang setiap hari nayya masak.

"mmm. Iya bi, taro disitu aja nasinya." jawab putra menunjuk meja nakas.

Bibi pun mengangguk, dan menaruh satu nampan dimeja nakas putra.

"put, liat udah jam berapa"

Putra pun mendongak melihat kearah jam dinding. Ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 09.34

Bi yum sudah dari jam 7 malam meminta untuk putra makan. Tetapi enggan untuk putra, putra terus menerus mengacak² rambut dan kamarnya.

****

NayyaArkan POV

"mi, arkan ambil motor arkan dulu ya dicaffe tadi siang." izin arkan mencium punggung tangan nayya dan mencium kening nayya.

"iyaa arkan, hati hati ya sayang" jawab nayya dengan melambaikan tangannya ke arkan yang sudah berjalan keluar rumah.

ArkanPOV

Drztt... Drztt.. Drztt..

Ponsel arkan berbunyi, menandakan ada seorang yang menelpon arkan.

Arkan mengambil ponselnya disaku.
Ternyata, yang menelponnya adalah alya.

Alya is calling

"assalammu'alaikum arkan, dimana lo?"

"wa'alaikum salam, kenapa?" arkan tidak mau mengasih tau letak keberadaan dia dan maminya. Karna nayya sendiri yang bicara, kalau jangan ada yang tau keberadaannya.

"lo dimana? Bokap lo nyariin lo sama nyokap lo."

"mmm. Ga penting, yang jelas gue baik baik aja disini"

"arkan.. Kasih tahu gue kalau lo dimana, sharlok arkan!" tegas alya, alya kali ini menegaskan arkan.

"gue gamau liat nyokap gue nangis lagi setelah liat bokap gue al, gue mau nyokap gue bahagia."

"gue tau, sekrang lo kasih tau keberadaan lo. Dan gue gabakal kasih tau ke siapa²"

"mm, janji ya jngn bilang siapa² tentang keberadaan gue."

"iya kan, janji. Besok pulsek gue langsung ke alamat yang lo kasih."

Arkan mengangguk, "iya al, udah ya. Assalammu'alaikum"

Dep.

Arkan memutuskan telponnya sepihak.

Dan arkan pun sharlok dimana ia tinggal dengan nayya ke line alya.

Ia meneruskan jalannya, ia mencari taksi.

5 menit menunggu.

Akhirnya, arkan mendapat taksi.

My Husband Putra BakteriCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang