Cahaya yang masuk ke dalam kamar Nayput pun sedikit membangun Nayya.
Nayya menyipitkan kedua matanya sesuai dengan cahaya matahari dan ia sedikit menyilangkan kedua tangan diwajahnya. Tanda menutup wajah yang terkena sinar matahari pagi.
Nayya menundukkan kepalanya, ia menatap Putra yang sedang tertidur pulas dengan Shila.
Mungkin, seperti ini..
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(Anggap saja, itu Putra dan Shila ya gengs)
Sungguh menggemaskan bukan?? Tentu haha..
Nayya melihat jam, ternyata jam menunjukkan pukul 07.28
Untung saja, hari ini hari sabtu. Jadi Putra tidak mengantor dan bisa menemaninya dirumah.
Nayya mengambil ikat rambutnya di meja dkt kasurnya dan mengikat rambutnya asal. Terbuai anak rambut nayya disekitar wajah dan tengkuk, terlihat makin cantik saja istri Putra Bachtera.
Ia beranjak dari kasur untuk menuju dapur, ia mau memasak.
Sesampainya didapur, ia membuka kulkas. Nayya bingung ingin semasak apa, tetapi ia pengen memasak yang simple aja.
Ya bukan lain kalau simple mah Nasi Goreng buatan Nayyara Hafeeza.
Nayya POV
Dep
Gue menutup pintu kulkas sedikit keras, karna menggunakan kaki gue untuk menutupnya.
Gue manaruh semua bahan bahan masakan didekat kompor, gue mulai mengiris cabe merah, bawang putih dan bawang merah.
Saat sedang memasak, tibatiba ada sebuah tangan kekar melingkar dipinggang gue.
Membuat gue sedikit terkejut sih, tapi ya bukan lain itu Putra.
"Masak apa sayang?" tanya Putra yang tangan kekarnya masih melingkar dipunggung gue.
"Nasi goreng mas," jawab gue dengan singkat, Putra meletakkan dagunya di pundak gue. Membuat gue sedikit geli sih gengs:v
Saat sedang asik berduaan, tibatiba saja Arkan datang dengan tibatiba.
"Mi, Dad. Lagi ngapain?" tanya Arkan yang melihat romantis Mami dan Dadynya, "Masak aja ampe dipegangin, emang ilang apa?" ledek Arkan dengan menarik satu bangku dimeja makan dekat dapur.
Sontak kita bedua kaget dong dengan kehadiran makhluk astral begini, muncul dengan tibatiba.
Putra langsung melepas pelukannya dan menghadap Arkan.