Hari menjadi siang..
Putra sudah pergi ke kantor sejak tadi pagi, arkan yang sudah berangkat sekolah dari pukul 06.15 pagi.
Sekarang hanya nayya, bi yum, dan pak mamat yang ada dirumah.
Nayya yang sedang berada kamar pun melihat ke arah jam dinding kamarnya.
"masih jam 3? Dari tadi masih jam 3 aja. Apa nih jam mati apa?!"
Nayya yang sedang mendumel sendiri pun, dikejutkan oleh bunyi ponsel yang berdering. Bukan lain adalah ponsel miliknya, dengan segera nayya mengambil ponselnya yang berada di meja.
ArkanQu💖 is calling
"hallo, assalammu'alaikum ken.."
"hallo mi? Mami dimana? Bisa ke starbucks ga mi? Something ini mih."
"apaansi kamu? Penting banget. Mami sibuk nih"
"udah sih ih, mami jangan bawel deh. Cepetan ke sini, gak pake lama."
"iyaiya bawel."
Dep.
Arkan mematikan telponnya sepihak. Nayya hanya menghela nafas kasar.
"ribet banget anak gue, dah tau panas diluar. Emang ada apaansi, kepo juga gue." nayya bergegas mengambil tasnya dan keluar dari kamar.
****
ArkanPOV
Kringg...kringg..kringg
Bel sekolah berbunyi dengan kencang.
Menandakan waktu pulang telah tiba.
Siswa SMA 40 langsung berlari larian ke arah yang berbeda.
Arkan, felycia, alya, ryan, faura, dan abip berjalan bersama menuju parkiran.
3 pemuda laki laki menyalakan motor ninjanya. Sudah biasa, arkan dengan alya, abip dengan faura, dan ryan dengan felycia.
Mereka semua menjalan motornya menuju kearah masing², 3 lekaki tampan mengantarkan 3 perempuan cantik terlebih dahulu.
Setelah mengantarkan pulang, 3 lelaki tampan pun menuju rumahnya masing².
Tidak dengan arkan, arkan memilih untuk nongkrong di starbucks terlebih dahulu.
Ia memarkirkan motornya, ia melihat salah satu dari mobil yang terparkir adalah mobil dadynya.
"kaya mobil dady." batin arkan. "ah, tapi ga mungkin. Kan ini jam kantor." lanjut ia membatin.
Dengan tidak peduli, ia pun memasuki caffe starbucks dengan santai.
Sekitar 5 menit duduk di bangku starbucks. Tidak sengaja matanya ber alih melihat dady sedang duduk bersama wanita lain.
Alangkah kagetnya arkan melihat dadynya, begitu kecewanya arkan. Dengan cepat Arkan langsung menelpon maminya untuk ke starbucks.
"DASAR BRENGSEK!" wajah arkan memerah saat ia tau dady sedang berduaan dengan wanita lain selain maminya.
****
Dengan cepat, nayya langsung memasuki caffe starbucks dan mencari arkan.
Ia menengok ke kanan dan ke kiri, nayya langsung melihat arkan yang sedang terdiam.
Dengan sigap, nayya langsung berlari menuju meja arkan.
"allahuakbar, kenapa arkan. Ada apa?" tanya nayya dengan mengatur nafasnya.
"mih, duduk."
Nayya mengangguk, dan menarik satu bangku dimeja arkan untuk duduk.
"ken.." ucapan nayya terpotong saat arkan langsung menjawab dengan cepat.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Husband Putra Bakteri
Teen FictionKisah 2 remaja yg partner berantem menjadi partner of heart✨
