Ruangan ini terlihat begitu kusam dan sangat tidak terawat dengan barang-barang rongsokan bertebaran di sepanjang ruangan yang luasnya kira-kira 15×10 meter.
Ruangan ini terletak di bawah tanah di kediaman Sarala. Tidak ada yang tahu tentang tempat ini, kecuali Sarala sendiri.
Seorang gadis tengah terbaring tepat di sisi sumur tua yang berada tepat di tengah-tengah ruangan luas ini. Sumur tua yang telah ditumbuhi lumut dan tanaman liar. Sekali lihat saja, orang-orang sudah tahu berapa usia dari sumur tersebut.
Mata Sarala terbuka perlahan. Ia melihat sekeliling sebelum kembali berdiri.
"Lagi-lagi kejadian ini terjadi." ucapnya pada dirinya sendiri. Kemudian ia berjalan mendekati sumur tua itu. "Pasti pria itu sudah menjadi salah satu penghuni sumur ini." ucap Sarala lagi seraya meneladah ke dalam sumur.
Sumur tersebut sangat dalam dan gelap. Hanya seberkas cahaya tak berarti yang dapat menembus kegelapan sumur tersebut.
Sarala berjalan ke arah lemari tua yang pintunya telah tertutupi sarang laba-laba. Di dalam lemari terdapat berpuluh-puluh botol berisi berbagai macam cairan dan ramuan kuno yang telah lama hilang dan tidak akan pernah ditemukan lagi di zaman modern ini.
Setelah memilah-milah, gadis itu mengambil sebuah botol berukuran sedang berisi cairan pengawet dan penghilang bau.
Setelah sudah, ia kembali berjalan menuju sumur tua tersebut.
Membuka penutup botol dan menuangkan setengah dari isi botol tersebut ke dalam sumur.
"Ini akan membuat tubuh-tubuh di dalam sana tetap utuh. Bau mereka pun akan tetap sama seperti saat mereka hidup." ucap Sarala sembari kembali menutup botol ramuan tersebut dan kembali menyimpannya ke dalam lemari.
Sarala meninggalkan tempat tersebut. Ia kembali dari tangga rahasia yang tepat menuju kamarnya di lantai satu.
Gadis itu kembali menutup pintu ruangan tersebut. Menguncinya dan kembali menggeser meja riasnya ke atas pintu ruang rahasia tersebut.
*****
"Hei, kau Sarala kan?"
Diven menyapa Sarala yang sedang membersihkan meja yang baru saja ditinggalkan pelanggan.
Sarala menghentikan sejenak pekerjaannya. Ia menatap pria tersebut dari bawah hingga ke atas. Menilai apakah ia pernah atau mengenal pria tersebut.
Sarala tersenyum sebelum menjawab, "Kau Adalard Diven?" ucap Sarala setelah mengenali wajah pria di depannya. Si pewaris perusahaan terbesar di Inggris yang sangat terkenal dikalangan wanita-wanita London.
Mendengar Sarala mengenalinya, Diven tersenyum sangat lebar. Ia telalu senang Sarala mengenal dirinya.
"Kau juga mengenalku, Sarala?"
"Ya, siapa yang tidak mengenal anda di kota ini tuan." ucap Sarala formal.
"Panggil aku Diven saja." ujar Diven kurang suka mendengar Sarala memanggilnya tuan.
"Baiklah. Ada yang bisaku bantu?"
Diven pura-pura berpikir, "Bisakah kau menemaniku minum kopi?" ucapnya.
"Tapi, pekerjaanku masih sangat banyak." Sarala mencoba menolak secara halus.
"Tidak masalah. Aku yang akan mengatakannya pada bossmu. Lagipula ini cafe pamanku. Dia akan senang mendengar jika kau mau menemaniku minum kopi."
KAMU SEDANG MEMBACA
Sarala Fioriele [TAMAT]
Misteri / ThrillerDia bernama Sarala Fioriele. Usianya baru delapan belas tahun. Gadis cantik dengan mata hijau se-tajam elang. Siap mengawasi siapa saja yang mengusik hidupnya. Di hari sekarang atau pun di masa lalu. Tidak akan melepaskan siapapun yang bersalah. Kau...
![Sarala Fioriele [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/183046668-64-k984874.jpg)