Jin tergesa masuk kerumah untuk cari Taehyung, ia khawatir karna tadi ia sempat tak mengangkat panggilan dari adiknya.
Namun langkahnya terhenti mendengar panggilan dari dua namja yang sedang main Game.
" Hyung, kenapa terburu-buru? " Tanya Hoseok.
" Jungkook mana Hyung?" Tanya Yoongi heran karna tak melihat sepupunya datang dengan Jin Hyung.
" Ah Hoseok? Tae mana?" Tanya Jin tak sabaran.
" Tadi ia pamit tidur Hyung setelah dari Rumah Jimin." Jawab Hoseok bingung melihat raut bingung dari sahabatnya ini.
" Ahhh tidur, kau yang menjemputnya?" Tanya Jin Hyung, ia menghela nafas lega.
Ia pun mendekat ke kedua namja itu lalu berbaring di sofa.
" Aku khawatir pada Tae yang menelfonku, tapi lupa hpku kusilent saat meeting. Jungkook sedang menyelesaikan pekerjaanku yang kutinggalkan. Aku naik taksi. " Ia memejamkan matanya yang sudah terlalu lelah. Setidaknya ia sudah tahu kondisi adiknya yang baik-baik saja.
Tanpa ada yang tahu bahwa lelaki yang sedang dibicarakan sedang menenggelamkan wajahnya di bantal yang sudah basah. Menahan Isak tangis yang keluar tanpa bisa ditahan lagi. Dadanya terasa sesak luar biasa, kepalanya pening, hatinya sakit setelah mengetahui fakta yang bahkan masih ingin tak di percayainya.
Bagaimana ia menyadari jatuh cinta pada pemuda yang sakit jiwa, dan juga pemuda yang memiliki hubungan erat dengan pendonor jantung nya.
Hatinya teramat sakit mengetahui hal ini. Ia masih berharap ini semua hanyalah mimpi buruk dan segera terbangun. Namun sayangnya ia pun menyadari bahwa dokumen-dokumen yang ia baca tadi siang adalah dokumen nyata.
Dokumen Pernyataan Kematian Park Jinhan
Dokumen Persetujuan Wali, untuk pendonoran organ Jantung untuk Kim Taehyung, dan pendonoran Kornea mata untuk Park Jimin.
Dokumen Kesehatan Park Jimin, Penderita gangguan jiwa Skizofrenia,
Dan beberapa dokumen lain yang membuat mata Taehyung memanas, jantungnya berpacu kencang hingga dadanya sesak.
Dan ia tak tahu apa yang harus ia lakukan setelah mengetahui berbagai fakta yang semudah itu membuat jiwanya serasa terguncang.
Dan ia hanya butuh seseorang yang mampu membuat kewarasannya kembali.
Hingga ia tertidur kelelahan, melupakan rencana melihat kembali jurnal yang dibawanya tanpa seizin Park Jimin.
...
Jungkook baru datang dua jam setelah Jin Hyung sampai Rumah.
Ia melihat Hoseok Hyung dan Jin Hyung yang sedang tertidur di ruang tengah. Jin Hyung tertidur di sofa, dan Hoseok Hyung tidur di lantai.
Jungkook menggeleng bingung menyadari Jin Hyung yang terburu-buru pulang bahkan sekarang sedang tidur tanpa mengganti pakaian.
Ia melangkah menuju kamar Taehyung, sekedar ingin tahu apa yang sedang dilakukan sahabat tercintanya itu.
Saat ia melihat dalam kamar Tae, bibirnya tersenyum tipis melihat Tae sedang tidur dengan posisi tengkurap. Rasanya Jungkook ingin memeluk tubuh mungil itu, tapi ia menahan diri dari rasa rindu yang menggebu.
Ia melangkahkan kaki ke kamarnya melewati dapur yang terlihat sepupunya sedang sibuk memasak makan malam. Ia pun menghampiri Hyungnya.
" Hoseok Hyung tumben mampir?" Tanya Jungkook heran.
Yoongi melirik sekilas sepupunya yang baru datang, lalu melanjutkan acara memasaknya.
" Entahlah, ia bilang akan menginap atas permintaan Tae. Tadi juga Hoseok Hyung yang menjemput Tae dari Rumah Jimin." Kata Yoongi datar.
" Ahhh, aku baru sadar, Hoseok Hyung itu sahabat Namjoon Hyung dan Jin Hyung, tapi juga teramat sangat dekat dengan Tae. " Kata Jungkook. Terdengar ada nada kecewa bahwa ia bukan satu-satunya sahabat dekat Tae.
KAMU SEDANG MEMBACA
Inginku Bersamamu ( END )
FanfictionHidup Park Jimin, bersama sang kembaran, tenang dan damai. Hingga kehidupannya mulai berubah saat hatinya jatuh pada Pemuda Konyol bernama Kim Taehyung. Hingga sebuah rahasia besar, membuat Park Jimin berada diambang batas.
