" Tae, Hyung mau bicara." Kata Seokjin Hyung saat melihat adiknya masuk ke kamar. Sedangkan Jungkook baru datang dan ingin menemui Taehyung. Tapi langkahnya terhenti dan secara sengaja malah ingin mengetahui apa yang akan dibicarakan oleh kedua saudara itu. Jungkook terlanjur Kepo.
" Iya Hyung ada apa?" Tanya Tae agak gugup. Karna yang ia tangkap sepertinya Jin Hyung ingin membicarakan hal serius.
" Duduklah." Jin Hyung menyuruh Tae duduk, dan Tae pun duduk di hadapan Hyungnya.
" Bagaimana harimu?" Tanya Jin datar, namun dari datarnya suara itu, sebenarnya penuh dengan ledakan emosi yang ia tahan. Karna Jin merasa kecewa pada adik tercintanya.
Bukan dia tak tahu apapun, meski seorang Seokjin tidak selalu ada untuk adiknya, tapi ia akan selalu tahu apa yang terjadi pada sang adik. Yang sayangnya dia hanya membiarkan sang adik.
Ia selalu tahu apapun yang dipikirkan oleh pemuda cantik itu, bahkan bisa dibilang Seokjin lebih memahami Taehyung dibanding dengan Taehyung sendiri.
" Baik Hyung, tak ada yang buruk." Kata Taehyung menyembunyikan kegugupan. Ia menyadari bahwa Hyungnya lebih dari serius.
" Baik- baik saja? Kenapa terus memilih berbohong sih? Segitu takutnya Hyung tahu apa yang kamu pikirkan?" Sindir Jin Hyung. Sesungguhnya ini baru pertama kalinya Jin menanyakan hal ini. Selama ini ia tak ingin terlalu menekan Taehyung. Tapi sekarang baginya Taehyung sudah keterlaluan.
Dan ia ingin adiknya itu bertanggung jawab atas perbuatannya, yang mungkin dipikir Tae hanyalah hal biasa, tapi tidak untuk orang lain. Taehyung tak menyadari bahwa tindakan biasanya bisa menimbulkan luka bagi orang lain.
Dan orang itu adalah Park Jimin.
Sedangkan Taehyung masih memilih diam, dia tak mengerti apa yang harus ia katakan pada Hyungnya.
" Kamu itu kekasih Jimin, tapi mengapa kamu malah mengacuhkan dia?" Tanya Jin Hyung.
" Hyung, Hyung kenapa sih tanya hal seperti ini? Bukankah selama ini Hyung tak pernah mempertanyakan apapun tentang ku?" Tanya Taehyung. Sungguh ia sendiri bingung kenapa ia tidak ingin menjawab sama sekali pertanyaan Hyungnya.
Rasanya ia ingin menghindari pertanyaan-pertanyaan itu, lebih tepatnya mungkin menghindar dari seluruh rasa penasaran Hyungnya tentangnya.
Karna selama ini mana pernah ia menceritakan perasaannya pada sang Hyung, ia dan Hyungnya, sedekat ini tapi tak pernah sekalipun saling menanyakan perasaan masing-masing.
Entah apa yang salah.
Jin tertegun, ia tak mengira akan dibalas begini oleh adiknya.
Ternyata meski jarak mereka sedekat ini, terasa ada sekat pembatas yang tak pernah keduanya sadari.
Hyung yang tak pernah menanyakan perasaan-perasaan adiknya, bukan, tapi ia hanya menunggu sang adiklah yang datang padanya dan menceritakan harinya.
Sedangkan sesuatu yang sekarang Seokjin sesali adalah, dia tak pernah mencoba untuk membuat adiknya terbuka padanya.
Dan Jin mengingat kembali, bahwa kedekatan adiknya dengan Jung Hoseok adalah karena setiap Taehyung memiliki masalah sendiri dengan hati dan perasaannya, diam-diam Hoseok selalu bertanya mengapa dan ada apa.
Selalu ada pertanyaan 'Apa yang terjadi denganmu?' ' Apa yang sedang kamu rasakan. ' pertanyaan sederhana yang meskipun terkadang hanya dibalas oleh senyuman dan Sirat ' Tidak apa-apa?' Suatu saat, hal itu akan menjadikan hubungan keduanya dekat.
Dan Jin sadar, bahwa hubungan dia dan adiknya tidak sedekat Taehyung dan Hoseok.
Taehyung terdiam, ia melihat ada raut terluka di wajah Hyungnya. Ia sendiri tak paham dengan apa yang harus dia lakukan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Inginku Bersamamu ( END )
FanfictionHidup Park Jimin, bersama sang kembaran, tenang dan damai. Hingga kehidupannya mulai berubah saat hatinya jatuh pada Pemuda Konyol bernama Kim Taehyung. Hingga sebuah rahasia besar, membuat Park Jimin berada diambang batas.
