" bagaimana ini, dia pimpinan kita, tapi berkhianat "Ucap salah seorang prajurit kepada Panji.
" kita hadapi mereka "
Meskipun tubuh para prajurit Majapahit terasa lelah, namun mereka sudah siap menghentikan pengkhianatan Danu amarta.
Danu amarta sudah memperkirakan, bahwa kemungkinan hal ini sudah pasti akan terjadi.
" tidak ada gunanya kalian melawan, sebaiknya menyerah saja "
Panji berharap Danu melihat dirinya sebagai saudara, dan juga sama sama satu guru.
Namun melihat gelagat yang Danu tunjukkan, hal ini rasanya tidak akan mengubah pemikirannya.
" Danu, sadarlah.."
" aku sudah sadar Panji, dan aku waras, tidak gila "
Beberapa prajurit yang ada, mulai menarik keris dari balik punggungnya.
Sementara Panji berusaha kembali untuk menyadarkan Danu amarta.
" Danu, seluruh prajurit Majapahit akan mencarimu"
" itu sudah pasti, dan aku sudah berpikir tentang hal itu "
" Panji..., sudah tidak ada gunanya kau menyadarkan dia "
Ungkap prajurit Majapahit yang lain.
Tidak ada perintah, namun mereka langsung bergerak maju, dengan keris dalam genggaman.
Panji masih terdiam, dia masih berharap Danu amarta untuk berubah pikiran.
" apalagi yang kau tunggu Panji, kita serang mereka "
Tanpa perintah, para prajurit Majapahit langsungmenyerang mereka.
Sementara Panji masih terpaku ditempatnya, dia masih berharap Danu amarta sadar akan perbuatannya.
Beberapa prajurit Majapahit mulai bertarung, tapi rasa letih dan lelah mereka, menjadi salah satu biang ketidak mampuan mereka dalam menghadapi lawan.
Ternyata selama menjadi prajurit Majapahit, olah kanuragan Danu amarta juga meningkat.
" ayo...., tunjukkan kemampuan terbaik kalian "
Teriakan Aryo suto begitu menggema, teriakan yang terdengar meremehkan.
Satu demi satu para prajurit Majapahit mulai bertumbangan, dan Panji mulai tersadar, dia harus bertindak melawan.
Namun keadaan sudah tidak memungkinkan, sejumlah prajurit Majapahit sudah terkapar tidak bernyawa.
Tanpa Panji sadari, justru kini posisinya malah terkepung oleh Aryo suto dan kawan kawannya.
" menyerahlah Panji, aku bisa mengampunimu "
" aku tidak akan menyerah Danu "
" baiklah kalau memang itu maumu "
" habisi dia sekarang..."
Perintah Aryo suto ini langsung ditanggapi dengan cepat oleh anak buahnya, mereka dengan cepat mengurung Panji.
Ayunan pedang mulai datang silih berganti, Panji bergerak untuk menangkis tiap sabetan pedang.
Panji mulai terdesak mundur, kini posisinya berada di bibir sungai.
" sesaat lagi, saudaramu itu akan mampus Danu "
" Panji...., mumpung masih ada kesempatan, menyerahlah, dan bergabung denganku "
" jangan harap Danu, lebih baik aku mati daripada ikut denganmu "
" bunuh dia "
Panji kembali harus berjibaku menghadapi serangan serangan para pengeroyoknya, dia benar benar sudah merasa terdesak.
Beberapa sabetan pedang sempat mengenai tubuhnya, rasa perih sudah mulai terasa.
Seolah olah malaikat kematian sedang berjalan menuju kearahnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Ksatria Majapahit Panji Raka Jaya
Historical FictionPanji raka jaya,seorang prajurit majapahit yang begitu setia mengabdi dan mendharma baktikan hidupnya untuk majapahit.tanpa melihat majapahit yang sedang dilanda kemerosotan dan menuju kehancuran. baginya majapahit tetaplah kerajaan besar,dan tidak...