Sorot lampu yang berlarian keseluruh ruangan, suara dari sound yang membuat siapapun tuli, ruangan yang penuh asap rokok dan bau alkohol.
Apalagi kalau bukan club? Tempat dimana umat manusia membuang masalahnya dan bersenang-senang.
Seseorang berjalan di tengah-tengah kumpulan orang yang sedang bersuka ria sambil terus mencari sesuatu yang ia inginkan.
Ya! Dia adalah Wooyoung. Ia tak sendiri bersama rekannya tentu saja. Seonghwa yang sedang duduk bersama beberapa wanita panggilan dan MinGi yang berada di bar. Cara itu guna menyamar dan mengikuti jejak si pembunuh.
Wooyoung mencurigai seseorang yang menatapnya panik(?) Mungkin yang orang itu rasakan.
Lalu orang itu pergi menuju toilet dengan berjalan cepat. Wooyoung menunjukkan senyum tipis sambil mengikuti nya "kemana kau akan lari anak manis?" Ucap Wooyoung lirih.
Setelah berada di toilet lagi-lagi targetnya menghilang. Sebelum ia berbalik ia di kagetkan dengan tubuhnya yang terbanting pada dinding dan di tahan dengan tubuh orang itu. Kau bisa membayangkan? Yap! Mereka saling berhadapan namun sangat dekat.
Lalu orang itu mengusap leher seksi Wooyoung dengan lembut membuatnya sedikit bergidik "aarghh apa yang kau lakukan!" Ucap Wooyoung sambil mencoba menghindari.
"Bukankah kau barusan yang memancing ku untuk kau buntuti hhmm?" Ucap orang itu sensual tepat di telinga Wooyoung.
"Minggir kau b*tch!" Lalu Wooyoung menendang perut dan menarik kepala orang itu agar terbentur pada dinding yang di belakangnya.
Orang itu langsung terdiam saat sebuah pin terjatuh dari saku celana Wooyoung.
"Apa kau seorang polisi?" Tanya nya sambil memegangi kepalanya yang sedikit berdarah.
"Kenapa? Apa kau takut target ku?" Tatap Wooyoung remeh. "Oh hey hey! Aku bukan target mu Ku kira kau lah targetku. Lihat ini" ucap orang itu sambil menunjukkan pin yang sama lalu berbungkuk "perkenalkan aku agen Yunho, Jeong Yunho".
"Hahahaha siapa yang menyuruhmu menjadi agen penggoda? Apakah kau polisi cadangan? Atau tugas polisi lain penuh dan kau adalah sisa?".
"Heii!! Jangan sembarang bicara. Aku adalah mata-mata tim pemantau. Jangan main-main dengan ku. Kau saja tidak tau kalau aku polisi dengan akting ku tadi. Aku yakin kau tak bisa lakukan itu".
"Yayaya perkenalkan aku Wooyoung, Jung Wooyoung. Aku di tugas kan sebag..." Belum terjawab penuh Yunho langsung berbungkuk berkali-kali.
"Ah! Maafkan aku tuan atas kecerobohan ku tadi. Aku tau kau, kau selalu menjadi pahlawan masyarakat dan kau adalah contoh hebat bagi kami" Wooyoung hanya tersenyum sambil mengangguk.
"Jadi... Di tugaskan di lapang huh? Baguslah, akting mu cukup baik. Marilah bergabung denganku. Aku tau kau mengincar gangster itu". Ucap Wooyoung sambil berbalik.
"a-apa aku boleh b-bergabung dengan tim anda tuan? Apakah ini serius?".
"Aku benci kebohongan. Ternyata di balik sikap penggoda mu, kau sangat polos tuan Yunho".
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Dalam ruangan VIP Wooyoung tertarik pada 2 orang yang saling bertukar sebuah kotak dengan uang yang tidak sedikit.
Bola matanya terus mengikuti orang yang membawa kotak menuju pintu keluar club.
Lalu ia menepuk pundak seonghwa yang sedang bercanda dengan beberapa wanita. Hanya menengok sebagai jawaban tetapi seonghwa mengerti.
Mereka mengikuti orang itu hingga kini berada di jalan tikus yang berada di antara jajaran gedung kota. Becek, gelap dan bau tentunya.
Dari arah depan Yunho telah menghadang Betapa terkejutnya orang itu hingga ia berbalik arah sambil berlari. Sialnya dari arah belakang ada Wooyoung dan seonghwa yang berjalan santai sambil menatapnya tajam.
KAMU SEDANG MEMBACA
ATEEZ [Am i a criminal?]
Aléatoire(selesai) "Am i a criminal?" "cihh! kurasa tidak. hidup kan sekali... jangan sia siakan hidup mu, marilah kita berbrutal ria bersama agar kesan hidup mu ada cerita untuk mu mati nanti" "Kau hidup sekali, bila nanti kau sedang berbrutal ria dan mati...
![ATEEZ [Am i a criminal?]](https://img.wattpad.com/cover/190702292-64-k398214.jpg)