mistakenly suspect

985 119 17
                                        

  Wooyoung melaporkan semuanya pada Eden tentang Felix. Eden bilang dia kenal dengan orang yang bernama Felix itu. "Dia adalah teman adikku saat sekolah" ucapnya. Pernah sesekali Felix datang ke rumah orang tuanya untuk bertemu dengan eunsoo, adik Eden.

Eden hanya tersenyum saat berpapasan pada saat itu. "Lalu mengapa Felix menjadi anak yang anarkis seperti itu tuan?" Tanya Wooyoung.

"Orang tuanya bercerai sudah lama. Ibunya seorang Psk dan ayahnya membuangnya juga ibunya lalu menikah dengan selingkuhannya. Kasihan sekali sebenarnya. Saat tumbuh dewasa Felix mulai mengerti dengan keadaan, ia tau ibunya salah dan ia tau ayahnya sangat salah. lalu ia mencari perhatian pada semua orang agar dirinya dianggap ada. Kau mengerti maksud ku? Dan pada saat itu aku melarang eunsoo untuk dekat dengannya lagi" jelas Eden.

"Jadi, apa tindakan kita selanjutnya untuk Felix tuan?" Tanya Wooyoung.

"Lebih baik aku yang tangani ini. Aku akan bongkar rahasia 'pirate king' dengan mudah lewat Felix tapi tolong bantu aku urus ini Wooyoung" jawab Eden.

"Selalu siap sedia untuk mu tuan!" Ucap Wooyoung mantap.

Dengan hanya menekan tombol telepon pada anggotanya. Eden mengumpulkan puluhan polisi pada ruangan yang biasa mereka pakai untuk diskusi.

Di tengah diskusi telepon genggam yeosang berdering berkali-kali padahal menyalakan nada dering telepon salah satu larangan saat di ruang rapat.

"Sebaiknya angkat teleponmu dulu yeosang, sepertinya sangat penting" ucap Eden di tengah penjelasannya tadi. Setelah itu yeosang setengah membungkuk dan pergi keluar ruangan. Lalu para polisi fokus kembali pada diskusinya.

Hanya Wooyoung yang memperhatikan yeosang sedari tadi "aneh" pikir Wooyoung pada gerak-gerik yeosang. "Permisi tuan komandan, permisi tuan-tuan. Aku Izin waktunya sebentar untuk pergi ke toilet" ucap Wooyoung yang di balas anggukan oleh semuanya.

Bukan ke toilet, melainkan membuntuti yeosang yang sedang menelepon di lorong ruangan dengan sedikit berbisik

"Aku akan kesana setelah rapat, jadi tunggu sebentar"ucap yeosang pada sebrang telepon. Saat posisinya menyerong, dengan ujung bola matanya yeosang dapat melihat seseorang yang tak asing sedang terdiam memperhatikan nya.

"Iya eomma jika kau tidak ada teman untuk makan malam, tunggu aku sebentar. Aku sedang rapat 3 jam lagi aku pulang. Bye eomma sampai nanti" lalu yeosang menutup teleponnya dan berbalik kearah orang yang memperhatikan nya.

"Manis sekali interaksi mu dengan ibumu" ucap orang yang ternyata Wooyoung sambil tersenyum. Yeosang hanya malu-malu sambil mengangguk.

"Sedari tadi kau gelisah karena ragu untuk mengangkat telepon dari ibumu? Seharusnya angkat saja teleponnya dan meminta izin untuk keluar ruangan. Kasihan ibumu sudah memasak makanan favorit mu" ucap Wooyoung menepuk bahu yeosang.

"Ah iya tuan. Aku hanya tidak ingin ketinggalan informasi saat diskusi" ucap yeosang mengelus leher belakangnya.

"Baiklah. Ayok kembali pada rapatnya" ajak Wooyoung pada yeosang.



.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Mianhae mianhae mianhaee (yeosang)
Aku udah mulai sibuk banget sama sekulah.. update nya jarang pake banget sampe di sangka Hiatus.. terus mikir buat lanjutin ceritanya hampir putus-putus karena blur dan hampir tak tau harus gimana. Ngerti kan?... Waiting for new chapter okey?

ATEEZ [Am i a criminal?]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang