i found you (3)

958 127 8
                                        

Baca baik-baik gais.. ntar malah blibet:')

   Seonghwa memasangkan alat sambungan pada pundak jongho serta alat penyengat pada punggung jongho. Untuk apa(?) Mereka menjalankan rencana baru dengan cara memancing beberapa 'pirate king'dan jongho sebagai umpan.

"Jika kau menemukan salah satu dari mereka, ajak ke tempat yang sudah kita rencanakan. Ingat, sambungan ini dapat terhubung pada kami dan jika kau berucap tidak sejalan dengan kami aku akan menekan alat ini agar menyengat pada tubuhmu. Mengerti?" Jelas seonghwa.

"Kalian tidak ada bedanya dengan mereka. Sialan, brengsek dan menyebalkan. Selalu menyuruhku menjadi umpan.. aarghh!" Ucapan jongho terpotong karena seonghwa menekan alat yang ia pegang membuat jongho tersengat.

"Itu sangat sakit bodoh. Kau menyengat ku" ucap jongho. Seonghwa hanya diam tanpa ekspresi.

"Kau pikir kelompok kalian benar? Kami tidak akan bersikap keras jika kalian tidak sama-sama brengseknya. Setidaknya tidak ada darah pada dirimu selama kami tangkap" ucap seonghwa.

"Tapi kalian pernah membuat lubang hidungku mengeluarkan darah bukan?"

"Itu karena kau berontak. Sudah ku bilang jangan melawan jika tidak ingin kami sakiti. Jangan lari jika kau tidak bersalah dan kau melanggar kata 'jangan' ku. Siapa yang salah?" Mendengar ucapan seonghwa, jongho hanya memanyunkan bibirnya.

"Sekarang diamlah bocah dan jalani rencana ini. Aku akan membawamu ke pasar malam sekarang. Kau hanya mencari wajah yang kau kenali lalu jalankan sesuai rencana. Ingat sekali lagi, alat ini akan menyengat mu jika tidak sejalan dengan kami" lanjutnya dan Jongho mendengus kesal dan mengiyakan ucapan seonghwa.
.
.
.
.
.
.
.
.

"Masuklah pada gerombolan orang itu" ucap seonghwa pada sambungan saat melihat jongho hanya berdiam diri di pinggir kios mainan.

Lalu jongho menuruti perintah seonghwa dan seseorang menghampiri nya.

"Kau kemana saja jongho? Kau mengambil uang lalu menghilang tanpa membawa barang itu? Kami mencarimu bung. Bos akan marah jika melihat wajahmu" ucap seseorang berwajah blaster Australia.

"Apa yang kau lakukan disini Felix? Bukankah kau selalu mendapatkan pekerjaan dari bos?" Tanya jongho.

"Hei... Ada apa denganmu? Apa kau mencari seseorang? Aku yang bertanya jangan mengalihkan pembicaraan ku" ucap Felix saat melihat jongho melihat-lihat sekitar.

"Hehehe tidak. Aku bukan menghilang, aku mengumpulkan barang itu lalu aku akan kembali saat barangnya 5x lebih banyak agar kita merayakan pesta besar-besaran" ucap jongho

"Hhmm.. benarkah itu? Dari wajahmu sepertinya sedang menyembunyikan sesuatu" ucap Felix sambil menyipitkan matanya.

"Begitu curiga kah kau padaku? Baiklah, aku akan tunjukkan tempat barang itu tersimpan. Ayo ikuti aku" ucap jongho berbalik dan di ikuti Felix di belakangnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

"Dimana tempatnya? Sedari tadi kau hanya membawaku keliling" ucap Felix.

"Sabarlah,, aku menyimpannya di tempat yang jarang orang ketahui" balas jongho.

Seketika Felix memperhatikan pundak jongho dan melihat sebuah alat di balik kaos jongho.

"Sudah kuduga kau menjebak ku. Berhentilah atau aku tembak kau" ucap Felix menyodorkan pistolnya pada punggung jongho.

Jongho hanya mengangkat kedua tangannya dan membiarkan Felix mendekat dari arah belakangnya.

"Kau yang seharusnya berhenti melakukan itu pada tahanan kami" ucap Wooyoung yang entah kapan mengepung Felix bersama rekannya.

Felix sontak panik dan merangkul jongho sebagai tameng agar melindungi dirinya sambil mengacungkan pistolnya pada mereka yang mengepung.

"Siapa kalian? Jongho punya kami. Ia berjanji akan hidup bersama dan mati di tangan 'pirate king'." Ucap Felix tegas

"Apa untungnya bagimu? Kau hanya membuang umur mu untuk merusak hidupmu sendiri. Berhentilah, apa kau tidak memiliki ibu? Bagaimana jika ibumu melihatmu seperti ini?" Ucap Wooyoung sambil sedikit melangkah menghampiri Felix.

"Ibuku tidak pernah pedulikan aku! Ibuku hanya memikirkan pacarnya. Aku tidak pernah memiliki ibu yang berjiwa ibu sungguhan" ucap Felix meninggikan suaranya dan berkaca-kaca.

"Tenanglah... Kau akan memiliki pasangan dan mengajarkan istrimu untuk menjadi ibu yang sesungguhnya. Perbaikilah kesalahan masa lalumu, Jangan merusak seperti ini. Sejatinya seorang wanita adalah seorang yang lembut dan berderajat 3x lipat dari seorang pria. Aku yakin kau akan membangun keluarga yang lebih baik nantinya" ucap Wooyoung melangkah lagi sedikit demi sedikit.

"Apa peduli mu!? Jangan mengingatkan aku pada wanita jalang itu. Aku benci wanita itu dia membuang ku dan tidak pernah mencariku" ucap Felix yang kini menangis dan sangat marah.

Tanpa disadari jongho melepaskan alat yang ada di punggungnya lalu menempelkan pada leher Felix dan di perhatikan seonghwa.

Seonghwa mengerti apa maksud jongho. Lalu ia menekan alat yang ia pegang membuat Felix tersengat dan menjatuhkan senjatanya.

Dengan sigap Wooyoung menangkap Felix lalu memborgolnya dibantu mingi dan changbin menghadang jongho agar tidak mencoba kabur.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

maapinnya iyak kalo blibet.. emang otaknya lagi blibet ini teh :) bacanya tolong pelan takutnya ga nyambung..

ATEEZ [Am i a criminal?]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang