Seoyun pergi untuk menemui Wooyoung. Ia tak peduli dengan sekitar yang memperhatikan dengan tatapan aneh. Seoyun sudah menabrak beberapa orang yang menghalangi jalannya.
Jam berapa sekarang?
Dilihatnya baru jam 8 pagi. Ia pergi ke apartemen Wooyoung dan berharap pria itu masih ada disana.
Saat Seoyun baru sampai di lantai atas apartemen, pintu lift otomatis terbuka dan ekspresi nya berubah setelah melihat sosok yang terdiam memakai seragam polisi menatapnya.
Sontak Seoyun memeluk sosok itu dan melepas semua perasaan nya yang ia pendam sedari tadi. Seoyun menangis di pelukan Wooyoung dan suara isakan nya bisa terdengar sampai lorong apartemen ini.
"Ada apa ini?" Kata Wooyoung sambil melihat sekeliling. Ditakutkan ada orang lain yang mendengar tangisan Seoyun.
Seoyun tak bisa berkata karena terlalu larut dalam air mata. tak berpikir panjang, Wooyoung menggandeng Seoyun masuk kedalam kamar nya.
"Kenapa?" Tanya Wooyoung dengan suara lembut. Baru kali ini ia berkata hati-hati pada seseorang.
Seyoun masih terisak dan tangannya sibuk menghapus air matanya yang tak berhenti.
Wooyoung menarik napas dan membuangnya perlahan lalu tersenyum. "Kalau kau masih ingin menangis, menangislah. Aku akan membiarkan mu disini" lalu Wooyoung pergi meninggalkan seyoun untuk memberi waktu agar Seoyun bisa bercerita.
Lagi-lagi Wooyoung akan terlambat bekerja. Jadi, ia meminta izin lewat email pada Eden untuk keterlambatannya dengan alasan ia akan pergi mengontrol kesehatan nya ke rumah sakit. Sangat berbohong memang.
"Wooyoung" panggil Seoyun pada Wooyoung yang berdiri di samping jendela.
Lalu Wooyoung menoleh kearah pemilik suara itu. "Sudah nangisnya?" Ucap Wooyoung sambil menghampiri Seoyun.
"Aku takut" lirih Seoyun dengan suara seraknya.
"Kenapa?" Tanya Wooyoung.
"Ayahku menjodohkan ku dengan pria lain" ucapan Seoyun membuat perasaan Wooyoung tersentak. Tapi Wooyoung tak menunjukkan ekspresi nya.
"Baguslah. Kau kan wanita baik, pasti ayahmu menjodohkan dengan pria baik juga".
"Tapi aku tidak mau!" Rengek Seoyun.
"Kenapa?"
"Pria itu tidak cocok dengan ku"
"Tapi kau tidak boleh berontak pada orang tuamu. Bicarakanlah dengan baik untuk menolaknya jika kau tidak mau"
"Aku sudah mencobanya. Tapi pria itu terlalu mencintai ku. Bahkan ayah sangat setuju karena perusahaan orang tuanya akan sukses jika bekerjasama dengan perusahaan ayahku. Aku terjebak dalam keegoisan!" Seoyun kembali menangis.
"Kau tau kan kejadian kemarin itu. Saat aku dikejar oleh dua pria? Mereka adalah suruhan pria yang mencintaiku. Jika kau tak menolong ku saat itu, aku akan menjadi istrinya pada hari itu juga" lanjut Seoyun sambil ngebut.
"Jadi, mau mu apa sekarang?" Ucap Wooyoung dingin. Jujur, dari lubuk hati yang paling dalam ia sangat kecewa dengan pengakuan Seoyun. Ia tak perlu lagi bertanya-tanya Karena semuanya jelas. Seoyun sudah milik seseorang.
"Aku mau kau!"
Apa? Wooyoung tak salah dengar kan? Ia sontak membulatkan matanya lebar-lebar. Dan jantung nya terasa berdebar lebih kencang.
"Maksudmu?" Tanya Wooyoung lagi.
"Aku mau kau yang jadi punyaku. Aku mau ayah membuka hatinya bahwa ada seorang pria yang benar-benar ingin aku miliki" kata Seoyun tuntas sambil memejamkan matanya menahan malu.
"A-aku tidak maksud untuk menolaknya, tapi--" ucapan Wooyoung terpotong.
"Aku ingin memperkenalkan mu pada ayahku".
"Aku tidak mau menjadi penyebab rusaknya hubungan kalian!. Jujur, aku juga menyukai mu. Tapi aku tidak mau ikut campur" Lalu Wooyoung terlihat bernapas pendek seperti meluapkan emosi.
"Kau.. menyukai ku?" Seoyun tertunduk. Kenapa? Kenapa pertemuan ini datang di waktu yang salah? Jika saja ia mengenal Wooyoung sebelum pria itu. Ayahnya tidak akan mempertemukan dengan pria yang tidak bisa seyoun cintai.
"Entahlah.. kurasa aku selalu membohongi diriku sendiri, aku tidak tau apa yang aku rasakan. kalau melihat wajah ceria mu sepertinya aku ikut bahagia, Apalagi saat kau tertawa. Tapi aku terlalu larut dalam sikap dingin ku. Maaf..." Jelas Wooyoung.
"Aku suka sikap yang selalu kau tunjukkan padaku. Aku tau kau bukan orang yang menyebalkan. Kau selalu mempunyai dua kepribadian dan itu yang menurut ku unik. Pokonya aku menyukai mu"
Tak Wooyoung sadari, wajahnya mulai memerah dan bibirnya tersenyum lebar saat Seoyun mengakui itu.
"Bagaimana kau tau?" Tanya Wooyoung.
"Karena aku selalu memperhatikan mu. Seperti kau memperhatikan Ku. Aku tau kau mengenali senyuman ku"
Sekarang wajah Wooyoung mirip seperti tomat rebus dan membuat Seoyun terbahak-bahak.
"Kenapa kau tertawa?"
"Sepertinya aku baru mempunyai hal yang aku sukai dari dirimu. Aku suka wajah merona mu" ucap Seoyun.
Baru kali ini Wooyoung menunjukkan wajah yang cukup konyol karena merasa malu. Wooyoung kan orang yang dingin dan menyebalkan. Sikapnya tidak mudah ditebak orang lain kecuali bibi Soohye. Wooyoung selalu jaga sikap didepan umum.
"Jadi bagaimana?" Tanya Seoyun saat berhenti tertawa.
Wooyoung terdiam sejenak, ia tak mau menyia-nyiakan sosok Seoyun. Ia akan memperjuangkan perasaannya. Ia juga akan menolong Seoyun dari keegoisan ayahnya.
"Sekarang kau milikku" ucap Wooyoung singkat membuat mata Seoyun berbinar seketika.
"Aku akan membujuk ayah agar tidak lagi di jodohkan dengan dia"
"Aku akan memperjuangkan mu. Apapun yang terjadi, kau masih punya aku. Jangan menunjukkan wajah ceria palsu mu lagi didepan ku. Jika kau sedih, menangislah"
Tangan Wooyoung ragu-ragu untuk memegang lengan Seoyun. Tapi Seoyun memperhatikan itu. Lalu Seoyun memeluk tubuh Wooyoung yang diam kaku.
Seyoun bahagia. lagi-lagi ia menangis karena haru. "Aku senang. Terimakasih".
Wooyoung tersenyum dan membalas pelukan Seoyun. Perasaannya membaik, ia juga bahagia.
.
.
.
Bentar lagi mau end nih gais. Paling sepuluh chapter lagi hihihi... Satu aja lama, gimana nih author. Jadi gini gais. Si author lagi dimasa pemantapan menuju TO. Jadi sekolahnya dari jam enem Ampe jam lima sore. Belum lagi ujian praktek:) sibuk kan? Ga juga sih. Tapi nih kepala susah buat mikir kalo cape :(
Okelah sekian curhatan nyaaa.. tetep ikutin cerita ini ya gaiss byee!!!
KAMU SEDANG MEMBACA
ATEEZ [Am i a criminal?]
De Todo(selesai) "Am i a criminal?" "cihh! kurasa tidak. hidup kan sekali... jangan sia siakan hidup mu, marilah kita berbrutal ria bersama agar kesan hidup mu ada cerita untuk mu mati nanti" "Kau hidup sekali, bila nanti kau sedang berbrutal ria dan mati...
![ATEEZ [Am i a criminal?]](https://img.wattpad.com/cover/190702292-64-k398214.jpg)