Sudah hari minggu. Keisya pergi ke rumah sakit untuk menemui melly mengganti perban yang ada di tangannya. Dia mengatur jadwal pertemuan dengan Dr. Melly rose. "Permisi..apakah dokter melly lagi ada di ruangannya?" Dia menanya dengan perawat yang ada disitu. "Oh? Apakah anda yang bernama keisya?"
"Iya, itu saya" jawab keisya. "Dr melly sudah memberitahukan jadwalnya. Dia ada di ruangannya Miss.keisya." setelah berkata terima kasih dengan suster itu, keisya langsung bergegas menuju ruangan melly.
Setelah diketok pintu ruangannya, tidak ada suara yang menyahut keisya. Keisya langsung membuka pintunya.
"MELLY!!!" Melly terkapar di lantai dengan muka yang sangat pucat. Dan keringat dingin yang bercucuran di dahinya. "TOLONG! SESORANG PINGSAN DISINI!!"
••••••°°•••••°°••••••••°°
Setelah evans mendengar kabar dari keisya, evans bergegas menuju ke rumah sakit dengan perasaan yang sangat khawatir. Dia berlari keruangan UGD dan melihat ibunya terletak di tempat tidur dengan keadaan yang sangat, menyedihkan. Dan dia melihat juga keisya disamping tempat tidur ibunya. Keisya pun menyadari kehadiran evans, dia langsung berdiri dari tempat duduknya, dan melihat setetes air mata jatuh dari matanya evans.
"Nih," keisya memberi cola kepada evans. Setelah mendengar keadaan melly, keisya cukup terkejut dengan apa yang di dengarnya. Dan dia melihat saat itu, kesedihan yang sangat dalam di matanya evans. Jadi keisya mengajaknya untuk pergi ke rooftop, menjernihkan pikiran sejenak. "Sejak kapan?" Tanya keisya dengan hati- hati. Evans hanya menatap kedua mata keisya dengan tatapan yang kosong. "1 tahun yang lalu," terdengar helaan napas dari mulutnya evans.
"Dia terus meminum obat dan mengatakannya bahwa dia baik- baik saja. Aku sudah mengatakannya untuk kemoterapi, ta-tapi....dia selalu menolak." Evans menaruh kedua tangannya di wajahnya. Dia sudah tidak tahan lagi. Keisya pun hanya terdiam, dia tidak melakukan apa-apa. Dia bingung mencari cara untuk menghiburnya. Tiba-tiba dia mendengar suara isakan evans dan menoleh wajahnya ke arah evans. Bahu evans sudah bergetar hebat akibat tangisannya yang sangat keras, dia terus menangis. "Ini salahku.. aku anak yang buruk"
Tidak tau kenapa, ketika dia melihat evans seperti itu, dia seperti melihat masa lalunya. Yang selalu merasa bersalah terhadap dirinya. Yang selalu menjadi 'anak yang buruk'. Yang selalu merasa bahwa semua ini terjadi karna dirinya. Tanpa dia sadari, dia menaruh tangannya di punggung evans yang sudah sangat bergetar akibat tangisannya.
Evans merasa disentuh oleh keisya, tidak tau kenapa sentuhan keisya membuat evans menangis lebih kencang, semakin kuat, keisya langsung memeluk evans dan menaruh kepala evans ke bahu keisya. Dia merasa bajunya sudah basah akibat air mata evans, tapi dia merasa tidak apa-apa. Dia memeluk evans dengan sangat kuat dan air mata sudah jatuh ke pipinya keisya. Dan dia berbisik ke telinga evans.
"Tenang....semuanya akan baik-baik saja"
Yuhuy sudah lama tidak update:") vote+comment ❤ jangan menjadi silence reader:(
KAMU SEDANG MEMBACA
Skyfall✔
Teen FictionAku selalu berpikir, apakah hidup ini akan selalu menjadi seperti langit biru yang sangat indah? Apakah bisa hidupku menjadi cerah seperti langit itu? Tidak, hidupku seperti langit yang menimpa diriku. berat. sangat berat. kapankah hidupku kembali s...
