"Hah....hah..
Tidak, tidak, ini bukan salahku.."
Keisya terbangun dari tidurnya. Dia mendengar suara teriakan dari kamar sebelahnya. Kamar evans. Keisya sudah tinggal lumayan lama di apartemennya evans.
Sekitar 2 minggu terakhir ini, keisya selalu merasa curiga kepada evans.
Evans selalu menggunakan pakaian lengan panjang sampai pergelangan tangannya tertutup. Pertama keisya tidak ingin berburuk sangka, tetapi lama kelamaan dia sudah tidak sabar dengan rasa penasarannya.
Flashback
"Ada yang ingin kubantu?" Setelah evans mandi, dia langsung menuju dapur untuk melihat keisya memasak.
"Evans, dimana baju lengan pendek mu semua? Tumben berapa hari ini pakai lengan panjang" ucap keisya sambil memotong wortel di telenan.
"Ahhh..berapa hari ini menurutku dingin kali, makanya aku menggunakan lengan panjang"
'Bukannya ini musim panas ya?' Pikir keisya. Dia tidak menghiraukan kembali jawaban evans dan menyuruh evans untuk mengambil kentang di kulkas.
"Hari ini aku akan memasak makanan kesukaanmu, chicken soup" senyum keisya, dan melihat senyum keisya pun evans tersenyum kembali.
Ketika evans hendak menaruh kentangnya di meja, semua kentangnya terjatuh. Keisya melihatnya, ingin menolongnya.
Deg
Keisya melihat sebuah bekas yang cukup baru di pergelangan tangan evans. Ketika evans ingin mengambil kentangnya, lengan bajunya tertarik keatas. Dan nampaklah bekas tersebut.
Evans langsung menurunkan lengan bajunya dengan panik.
Sebelum evans ingin menjelaskannya, keisya langsung menarik pergelangan tangan evans dan menarik bajunya.
"Apa ini? Kenapa ada bekas di pergelangan tanganmu?"
Evans hanya terdiam.
"Answer me!"
"Aku hanya terjatuh di kamar mandi" ucap evans, namun suaranya sangat kecil seperti berbisik.
Keisya langsung menatap mata birunya evans dengan lekat. Berusaha menjadi kebenaran dari mata nya.
"Aku bersumpah, ketika kau belanja aku terjatuh dikamar mandi" nampak di dahi evans keringat dingin bercucuran. Matanya tidak fokus melihat mata coklatnya keisya.
"Kenapa kau berkeringat?" Tanya keisya.
"Aku agak kepanasan kurasa,"
"Tetapi tadi kau bilang, kau berapa hari ini kedinginan?"
Hening. Evans tidak menjawab pertanyaan keisya. Keisya terus berpikir semoga apa yang di dalam benaknya tidak lah benar.
Flashback off
Keisya perlahan- lahan keluar dari kamarnya dengan menggunakan piyama putih kesayangannya.
Dia mengetok pintunya tetapi tidak ada yang mengjawabnya.
"Evans..evans? Apakah kau dah tidur?"
Dia mencoba untuk membuka pintunya. Ternyata pintunya tidak terkunci.
Dia masuk kedalam kamar evans. Dan baru pertama kali ini lah dia masuk ke dalam kamarnya. Kamarnya sangat minimalis dan barangnya serba harga mahal semua.
Dia mendengar tangisan dari pintu yang ada di dalam kamarnya. Keisya berusaha mendengar dari pintunya.
Keisya mendengar tangisan evans yang sangat kuat. Panik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Skyfall✔
Teen FictionAku selalu berpikir, apakah hidup ini akan selalu menjadi seperti langit biru yang sangat indah? Apakah bisa hidupku menjadi cerah seperti langit itu? Tidak, hidupku seperti langit yang menimpa diriku. berat. sangat berat. kapankah hidupku kembali s...
