Semua waktu ibaratkan berhenti seketika. Semua orang terkejut bahkan Evans sendiri. Dia melihat tangannya yang ternyata dari tadi sudah terkepal menahan amarahnya sampai tidak bisa lagi di kendalikannya. Dia melihat keisya, terkejut.
Keisya bahkan sangat terkejut ketika Evans melayangkan pukulannya kepada muka hemsworth.
"APA KAU GILA?!"
hemsworth langsung bediri, berniat membalas pukulan Evans.
" BERHENTI!!"
Evans dan Hemsworth seketika berhenti karena mendengar teriakan Keisya. Namun dari mata mereka berdua terlihat amarah yang sangat besar. "Aku mohon, semua tinggalkan ruangan ini," suara keisya sudah pelan akibat menahan rasa yang sudah bercampur aduk. Malu, kesal, marah, dia tidak tau lagi.
Semua orang langsung meninggalkan ruangan besar itu dengan tergesa-gesa. Hanya tersisa Evans dan Hemsworth.
"Keisya.."
Evans langsung menuju keisya, berniat ingin memegangnya sebelum dia terjatuh lemas akibat terkejut. Namun keisya langsung menyingkirkan tangan Evans.
Dengan langkah cepat keisya keluar dari ruang rapat itu dengan perasaan yang bergejolak di hatinya.
Kini tinggal mereka berdua di dalam ruangan rapat tersebut. Aura tidak menyenangkan berada di sekitar mereka.
"Haruskah kau menyelesaikan masalah dengan otot?!" Ucap hemsworth dengan kesal.
"Aku malas menyelesaikannya dengan otak, karena kau tidak punya itu,"
Rasanya tangan hemsworth sudah gatal menahan pukulan yang dari tadi ingin dilayangkannya.
"Kau.." Evans menunjuk kearah hemsworth. "Jangan pernah menyakiti cewek aku lagi,"
"Kalau sekali lagi kau melukainya, kau akan berurusan denganku"
Evans langsung menolak pundak hemsworth dengan kasar dan langsung keluar dari ruangan itu.
"Kita lihat saja nanti,"
___________________________________________
Keisya berjalan dengan cepat, dia tidak tau mau kemana. Dia hanya ingin menghilang.
"Keisya!!" Teriak Evans. Dia langsung menggapai tangan keisya.
"Lepaskan!!" Keisya berusaha menarik tangannya, namun kekuatan evans lebih besar darinya. "Lepaskan!! Lepaskan brengsek!!" Keisya sudah hancur.
Tanpa basa-basi Evans langsung mencium bibir manis keisya. Keisya terdiam. Evans berusaha menenangkannya. Tanpa disadarinya, setetes air mata jatuh dari matanya evans.
"I'm so sorry," hembusan napas hangat evans menyentuh kulitnya keisya. Membuat keisya merinding seketika."I'm so sorry, aku seharusnya tidak melakukan itu," keisya terus mendengarkannya. "Kenapa kau melakukan itu?" Tanya keisya.
"Aku...aku sangat malu,kesal, aku tidak tahu lagi apa yang harus kulakukan, rasanya waktu berhenti begitu saja, semua orang melihat ku dengan ketakutan, jijik--"
Evans langsung memeluknya dengan erat. Seperti tidak ingin melepaskannya lagi. Tidak akan pernah. "Aku sekarang harus bagaimana.." suara keisya sudah sangat kecil menahan tangisnya.
"Aku sekarang harus bagaimana!!" Hanya itu lah kata-kata yang dari tadi terus keluar dari benak keisya. Sampai terdengar suara tangisan perempuan itu di lorong yang sangat panjang ini. Bahkan suara tangisannya sampai bergema -gema.
Mendengar keisya menangis sampai tersedu-sedu, membuat hati evans seperti ditusuk jarum-jarum yang sangat tajam. Rasanya sakit. Sesak.
"Hatiku..."
"Hatiku sakit,"
Mendengar perkataan evans, keisya pun langsung melepas pelukannya, "apa?" Tanya keisya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Skyfall✔
Novela JuvenilAku selalu berpikir, apakah hidup ini akan selalu menjadi seperti langit biru yang sangat indah? Apakah bisa hidupku menjadi cerah seperti langit itu? Tidak, hidupku seperti langit yang menimpa diriku. berat. sangat berat. kapankah hidupku kembali s...
