Terlepas dari kenyataan yang baru ia tahu tentang ayahnya Syifa memilih melupakan semuanya karna tidak ingin larut dalam kesedihan dan tidak ingin melihat bundanya murung saat mengingat pembicaraan kemarin.
Hari ini penerimaan raport setelah ujian dan segala hal yang perlu di selesaikan. Abang dan bundanya sudah berjanji akan datang ke sekolahnya.
Beberapa menit ini ia habiskan di kantin sekedar menemani Fina yang sedang makan bakso.
"Lo beneran ga mau makan Syif?"
"Masih kenyang"
"Nanti siapa yang datang ambil raport lo?"
"Bunda sama bang juna, lo?"
"Paling mami sama papi nyuruh Mbak Inem ngambilin raport gue"
"Emang mereka kemana?"
"Sibuk"
Satu jawaban Fina membuat Syifa terdiam, ia mengerti orang tua Fina pasti jarang luangin wakti sama Fina. Memilih melanjutkan membaca novel yang sudah ia bawa dari kelas tadi sesekali memperhatikan sekitar. Kantin tidak terlalu ramai kebanyakan siswa berada di lapangan karna sudah tidak ada lagi proses pembelajaran di kelas.
Dua puluh menit lagi pukul sepuluh. Juna akan datang seperti yang sudah di janjikan sebelum berangkat tadi pagi. Baru ia akan beranjak daru kantin Satria dan Satya datang menghampiri mejanya.
"Mau kemana Syif?" Tanya Satria yang duduk di samping Syifa
"Ohh nggak"
"Nanti ketemu mama sama papa yah fa"
Perkataan Satria membuat Fina dan Satya saling menatap, bingung dengan tingkah seorang Satria Pratama yang tidak biasanya bersikap seperti itu ke lawan jenis. Sedangkan Syifa hanya mengangguk kaku menanggapi permintaan Satria.
"Mau makan apa biar gue yang pesan?"
Lagi-lagi Satria membuat Satya dan Fina menatap heran kearah Satria.
"Masih kenyang, lo aja yang pesan atau pesenin Satya karna kayaknya dia lapar" Syifa menunjuk Satya yang menatapnya bergantian dengan Satria.
Satya yang mendengar namanya langsung mengangguk antusias ke arah Satria yang di hadiahi tatapan datar oleh satria. "Dia bisa pesan sendiri"
"Huuu giliran Syifa aja lo bela-belain mau pesan makan, jahat lo sebagai teman"
Satya menatap kecewa pada Satria yang hanya di tatap tanpa ekspresi oleh Satria. Satya ini tipe orang yang terlalu drama. Fina yang sudah menghabiskan baksonya langsung pamit pada Satria dan Satya sekalingus menarik tangan Syifa untuk pergi dari sana.
Melangkah ke kelas bersama Fina. Ponsel Syifa berbunyi, sebuah pesan masuk.
Bang juna❤
Abang udah hampir sampai di sekolah kamu, tungguin di depan yah dekMelihat isi pesan abangnya, Syifa memilih pamit ke Fina untuk menunggu Juna di dekat gerbang sekolah. Karna belum ada tanda-tanda abangnya datang Syifa menghampiri Mang Jono yang sedang menikmati kopi di pos satpam
"Halo Mang, enak banget kayaknya minum kopi"
"Neng bisa aja, kenapa disini neng?"
"Nungguin bunda sama abang ku Mang"
"Duduk situ aja neng nanti kalau kelamaan berdiri takutnya neng pegal" menunjuk kursi yang tak jauh dari tempatnya.
Syifa hanya tertawa, mengobrol dengan Mang Jono sesekali memperhatikan beberapa orang tua murid yang sudah mulai berdatangan.

KAMU SEDANG MEMBACA
SYIFA
Teen FictionKita adalah dua orang asing yang dipertemukan oleh takdir dan direstui semesta untuk bersama.