19

131 15 3
                                    

Syifa diantar ke resort oleh Satria karena keram dikakinya tak membaik serta badannya yang lemas akibat menyelam seharian penuh tanpa mau istirahat sebentar seperti yang dilakukan teman-temannya.

Satria yang membawa Syifa ala bridal style menyita perhatian setiap orang dilewatinya membuat Syifa malu karena menjadi pusat perhatian orang-orang.

"Gue masih bisa jalan"

Satria menghentikan langkahnya setelah mendengar perkataan Syifa lalu menurunkan perempuan itu dari gendongnya tapi Syifa yang belum siap hampir terjatuh jika saja Satria tidak cepat menahan tangannya.

"Itu yang lo sebut bisa jalan sendiri?"

"Gue malu dilihatin orang-orang"

"Persetan sama mereka, lo perlu istirahat"

Satria tidak habis pikir dengan apa yang dipedulikan perempuan yang masih berada di dekapannya ini, bukannya mengkhawatirkan dirinya sendiri tapi malah memikirkan orang lain.

Satria tidak menghiraukan Syifa yang masih protes dan orang-orang disekitarnya yang semakin memperhatikan mereka, ia kembali mengangkat tubuh Syifa dan melangkah menuju kamar perempuan itu agar bisa segera istirahat. Syifa merutuki kebodohannya yang menyelam tanpa mengingat waktu yang membuat dirinya berakhir seperti ini.

Satria sungguh menepati janjinya pada bundanya bahwa laki-laki itu akan menjaga dirinya selama liburan ini membuat Syifa tersenyum, hatinya menghangat menatap Satria yang masih tampak serius.

"Tunggu disini" ujar Satria setelah meletakkan Syifa di kasur dengan hati-hati kemudian melangkah menjauh dan tampak sibuk mengetik sesuatu pada ponselnya.

"Gue harus ke kamar mandi" ujar Syifa pelan

Suara ketukan pada pintu kamar mengalihkan tatapan mereka ke arah dua orang pelayan yang sama yang mengantarkan barangnya tadi pagi.

"Setelah ini istirahat nanti gue kesini lagi" kata Satria dengan wajah datar kemudian berlalu meninggalkan kamar Syifa

Syifa yang masih belum mengerti menatap kedua pelayan itu bingung.

"Maaf nona kami disuruh tuan Satria membantu nona untuk berganti pakaian" ujar pelayan yang bernama Dewi

"Tidak perlu, saya bisa melakukannya"

"Tidak apa-apa nona, baju apa yang ingin anda pakai?" Tanya pelayan yang bernama Ratih yang sudah mengambil tasnya

"Terserah saja"

"Saya akan menyiapkan air hangat untuk anda" kata Dewi sopan lalu menghilang di balik tembok kamar mandi.

Dress hitam selutut bermotif bunga daisy serta switer putih sudah disiapkan Ratih di samping tempat tidurnya. Syifa hanya memejamkan mata mencoba memahami situasi ini.

Tiga puluh menit berlalu Ratih dan Dewi sudah meninggalkan kamarnya setelah membantunya bersiap. Syifa duduk di sofa yang ada di balkon menikmati teh hangat serta cake yang dibawakan oleh pelayan yang tak Syifa kenal setelah kepergian Dewi dan Ratih.

"Gimana kaki lo?"

Satria yang tiba-tiba berada di dalam kamarnya membuat Syifa mengelus dadanya karena kaget

"Gue nggak apa-apa, semua yang lo lakuin tadi itu berlebihan"

Satria duduk di sofa yang sama dengan Syifa kemudian memperhatikan kaki perempuan disebelahnya, "nggak ada yang berlebihan dan gue cuma mau lo bilang makasih"

"Tapi itu berlebihan menurut gue"

"Gue bilang cukup dengan kata makasih"

"Makasih atas semua bantuan lo dan gue akan balas itu semua"

SYIFA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang