FN 31

11.8K 444 16
                                        

Setelah kejadian kemarin Naila memerintahkan Ryan untuk menambah anggota TAD yang ada di Indonesia untuk jaga jaga jika GD berulah lagi.

Kemampuan merekapun tidak diragukan lagi karena Ryan sendiri yang memilihnya secara langsung. Dan saat inipun Naila lagi di markas untuk melihat keadaan sekalian melihat para anggota TAD latihan.

"Nai... Mau? "panggil Nadia dan menawarkan sebuah roti untuk Naila

"hmm nggak deh gue lagi gak mood makan"

"ohh yaudah btw Manda sama Ara mana? "

"biasalah lagi pacaran"kata Naila menekan kata pacaran untuk menyindir Nadia

Tapi tampaknya Nadia tidak merasa disindir dan memakan roti tadi.

"Nad? "

"hmm"

"latihan yuk! "ajak Naila

"yuk"

Merekapun berjalan menuju ruang latihan dan ternyata disana sudah ada beberapa anggota lain yang sedang latihan juga.

Melihat ketua dan waketnya datang mereka menghentikan latihan mereka dan membungkukkan badan mereka.

"lanjutkan saja latihan kalian"

"iya miss"

Merekapun melanjutkan latihan mereka, Naila dan Nadia menuju ruang ganti baju untuk memakai baju khusus setelah itu barulah mereka latihan.

***

"mah Al pergi dulu ya "Alvaro

"iya nanti pulang ajak Naila ya " Mamanya

"iya ma"

Alvaro pun menyalami tangan mamanya dan berjalan menuju pintu untuk membukanya tapi pas buka pintu dia terkejut karena tiba tiba seorang cewek memeluk dia dengan sangat erat.

"aku kangen sama kamu"

Deg!

Alvaro tidak membalas pelukan itu dia justru mematung. Dia sangat kenal dengan suara ini. Dia sangat merindukan pelukan ini dan aroma tubuhnya.

Tapi itu dulu....

Sekarang sudah beda dia sudah memiliki Naila. Alvaro pun berusaha melepaskan pelukan itu.

"lepas! "

Cewek itu menguraikan pelukannya tapi tangannya masih berada di pinggang Alvaro dan sekarang dia wajahnya menghadap Alvaro. Wajah mereka sangat dekat dan jika dilihat dari jauh maka mereka akan terlihat seperti orang yang sedang berciuman.
"kamu nggak kangen sama aku"
Tanya cewek itu

"kangen... Tapi itu dulu "jawab Alvaro

"maksud kamu? "

Alvaro pun berusaha melepaskan pelukan itu dan berhasil. Dia menutup pintu rumahnya dan berjalan mendahului cewek itu. Melihat itu cewek itu menundukkan kepalanya.

"gue kangen sama lo tapi itu dulu...sebelum lo pergi ninggalin gue...sebelum lo mutusin hubungan kita secara sepihak dan pergi sama cowok lain... Dara"

Ya cewek itu adalah Dara
Pacar pertama Alvaro dan cinta pertama Alvaro

"m-maaf...maaf banget Al...waktu itu aku cuma dimanfaatin sama dia...sekarang aku benar benar menyesal Alvaro...pliss maafin aku"

"gue udah maafin lo"

"secepat itu kamu maafin aku?"

"gue udah lama maafin lo"

"Al aku minta maaf sekali lagi dan aku mau kita kayak dulu lagi"kata Dara sambil menatap Alvaro

Mendengar itu Alvaro berbalik badan dan ikut menatapnya juga.

"gue udah maafin lo tapi maaf gue nggak bisa kalo kita kayak dulu lagi Dar"

"kenapa Alvaro? Kamu udah ada pacar lain? "

"iya yang lebih baik dari lo"

"Al pliss aku masih belum bisa lupain kamu"

"gue nggak bisa Dara kalaupun gue masih cinta sama lo gue akan tetap nggak akan pernah ninggalin Naila karena gue nggak mau di sebut sebagai pengecut dan lain sebagainya"

Setelah mengatakan itu Alvaro pergi meninggalkan Dara sendiri dan waktu itu juga Dara nangis sejadi jadinya.

Apapun caranya kamu harus tetap milik aku Alvaro batin Dara.

***

"ah sial! Kenapa dia muncul sekarang! gue nggak mau hubungan gue sama Naila rusak gara gara dia"gumam Alvaro.

Setelah pergi dari rumahnya Alvaro memutuskan untuk ketemu dengan Naila di markas TAD dan tentunya dia juga sudah berjanji dengan Naila tapi karena ada Dara dia jadi terlambat.

"semoga ke depannya baik baik aja"

Alvaro pun menambah kecepatan mobilnya karena dia ingin segera bertemu dengan gadisnya itu.

Setelah 20 menit berlalu Alvaro sudah sampai di markas TAD dan ternyata teman temannya juga sudah berkumpul. Langsung saja Alvaro berjalan menuju ruangan Naila.

Saat sudah di depan pintu ruangan Naila, Alvaro mendengar keributan di dalam dan langsung saja membuka pintu. Saar pintu di buka tampak Alvin yang sedang memukuli Dafa tapi anehnya Dafa tidak membalas pukulan itu dan terlihat Manda yang lagi menangis.

"ALVIN BERHENTI!!! "

Sontak mereka langsung mengalihkan penglihatan mereka ke arah Alvaro.

"apa yang terjadi disini? Manda lo kenapa nangis? Dan lo Alvin kenapa lo mukulin Dafa? "

"DIA UDAH BIKIN ADEK GUE NANGIS!!"kata Alvin penuh dengan amarah

"ya tapi nggak usah pake kekerasan kita bisa omongin ini baik baik dan apa masalahnya? "kata Alvaro berusaha menenangkan Alvin

"dia selingkuh dari adek gue"

Sontak Alvaro langsung menatap Dafa

"lo? Selingkuh? "kata Alvaro tak percaya

Pasalnya Alvaro tau kalau Dafa itu cinta mati sama Manda

"kenapa lo selingkuh dari Manda dan jelasin semuanya sama gue?! "

Mendengar itu Naila menghela napasnya. Pacarnya itu mudah sekali terpancing emosinya. Naila pun berjalan mendekat ke arah Alvaro dan menggenggam tangan Alvaro. Sontak Alvaro langsung membalikkan badannya dan mendapati Naila yang mengajaknya keluar dari ruangan.

"biar aku yang jelasin ke kamu"kata Naila

Mereka berduapun keluar dari ruangan Naila dan berjalan menuju taman belakang markas TAD. Sesampainya disana mereka duduk di kursi yang sudah disediakan.

"apa yang sebenarnya terjadi Naila? "tanya Alvaro

"hufft jadi tadi waktu Manda dan Dafa lagi jalan jalan di mall tepatnya mereka lagi makan di sebuah restoran. Waktu lagi makan tiba tiba Seorang cewek mendatangi mereka dan bilang kalo dia hamil anak Dafa ter---"

"Dafa ngehamilin anak orang?! "

"jangan di potong dulu ishh"

"iya iya lanjutin"

"awalnya mereka nggak percaya tapi cewek itu punya bukti kalau itu memang anaknya dia terus kata cewek itu kandungannya udah 3 bulan dan Dafa bilang dia emang kenal sama cewek itu dan ngelakuin itu di club 4 bulan yang lalu jadi memang mungkin itu anaknya Dafa"jelas Naila panjang lebar.

"hufft kan bisa aja kalau cewek itu bohong harusnya gak usah percaya dulu"

"iya tapi Manda keburu kecewa sama Dafa dan langsung datangin aku sama Nadia, terus Nadia juga yang nelpon Alvin aku yang suruh dia bilang kalau ada yang perlu dibicarain"

"yaudah kalau gitu kita balik ke ruangan kamu selesain baik baik"

Naila mengangguk dan berdiri dari duduknya disusul dengan Alvaro

Fake Nerd is gengster√Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang