Edenshii tidak terbentuk begitu saja. Ada sejarah yang menyelimutinya. Tentang makhluk-makhluk yang hidup di dalamnya. Juga sebuah pulau mistis yang tidak pernah ditemukan. Pulau itu berisi makhluk-makhluk negeri dongeng. Tempat yang indah dan luar biasa. Katanya, jika kau berhasil memasuki pulau itu, aku akan takjub dan tidak ingin keluar darisana.
Menurut peta, pulau itu tepat berada di tengah empat negara besar. Sudah beribu pelaut, ilmuwan, ahli geologi, dan petualang yang berusaha menemukan pulau itu. Tapi tidak ada yang berhasil menemukannya. Konon katanya, pulau itu akan menjadi tempat para utusan bersemayam setelah kristal dipecahkan. Tidak ada yang tahu pasti. Belum ada yang berani melihatnya. Ras malaikat dari EdenAir sebenarnya memiliki akses masuk ke pulau itu. Tapi jika mereka masuk, mereka tidak akan bisa keluar lagi.
Salah satu mahkluk terkuat penghuni kegelapan disana, Yuki Heart of Old-Tree atau yang biasa dipanggil pohon beringin jadi-jadian. Mereka terlahir dari dosa pemilik yang tidak mau bertobat. Mereka tinggal jauh di dalam kegelapan. Tidak seperti mahkluk negeri dongeng lainnya yang berlompatan dan menari kesana kemari, mereka lebih memilih diam. Menggerutu dan selalu iri. Tidak pernah ada sedikitpun rasa untuk bermain-main diluar sana. Namun ada satu, yang selalu takjub akan dunia luar.
Sewaktu aku baru saja terlahir. Tidak ada suara tawa ataupun kegembiraan yang menyambutnya. Tapi saat aku terlahir, cahaya bulan menyinari tempat yang tidak pernah tersentuh cahaya itu. Tidak seperti yang lain, dia tidak pernah menggerutu, marah-marah, atau mengumpatkan kebencian. Aku bisa tertawa. Itu yang membuat para Yuki Heart of Old-Tree lainnya mengira dia sinting.
Aku tidak pernah tertarik dengan dunia luar sebelumnya. Aku cukup menyukai tempat gelap dan lembab dimana dia dilahirkan. Tapi saat ramalan tetua jatuh padanku, barulah aku sangat ingin menjelajah dunia luar. Ramalan yang mengatakan bahwa aku akan mengurus anak-anak utusan dalam wujud yang sangat indah.
Kukuku yang panjang berulang kali mengetuk dinding rumahku yang terbuat dari batu. Mataku yang besar berulang kali mengintip lewat lubang kecil yang tidak lama kutemui. Aku sangat gembira. Menanti. Kapan saatnya aku akan berubah menjadi wujud yang indah mengingat rupanya yang menyeramkan. Rambut seperti akar pohon, Mata lebar dan keseluruhannya berwarna hitam, tubuhku bau dan kurus hanya dibalut baju yang mirip lumut, telinga yang runcing, dan sayap peri yang bahkan tak dapat digunakan untuk terbang.
Semua Yuki Heart of Old-Tree melarangku untuk melihat dunia luar. Membuat rasa keingintahuanku semakin membesar. Aku bertanya-tanya, ada apakah di luar sana. Akankah anak-anak itu menungguku? Atau aku harus menemukan cinta baru agar dapat menemukan anak-anak itu? Seperti apakah rupaku yang indah? Akankah aku tidak bau lagi? Tapi semua itu terus berputar di kepalaku, tanpa dapat terjawab sedikitpun.
Sudah bukan rahasia lagi, Yuki Heart of Old-Tree merupakan makhluk yang paling kuat. Tidak ada yang berani mengganggu mereka. Karena hanya dengan jentikan jari mereka, mereka dapat menghancurkan seluruh pulau tanpa ada yang tersisa. Memang, penghuni pulau itu tidak keberatan malah senang jika Yuki Heart of Old-Tree keluar dan bermain bersama mereka. Tapi jarang bahkan hampir tidak ada Yuki Heart of Old-Tree yang ingin keluar dari kegelapan mereka.
Sampai saat itu. Saat musim semi dimana Yuki Heart of Old-Tree seharusnya berhibernasi, aku justru mengendap-endap keluar. Berusaha setenang mungkin agar kakiku yang besar tidak menimbulkan keributan. Sampai akhirnya aku berhasil menatap dunia luar. Ini hal paling menggembirakan dalam hidupku. Untuk pertama kalinya aku melihat langit, bukan kegelapan. Untuk pertama kalinya aku mencium wangi bunga dan bukan comberan. Dan kakiku terasa geli saat menginjak lembutnya rumput. Semua terasa berbeda dan aku lebih menyukainya.
Aku berjalan-jalan. Menikmati indahnya sinar surya yang lembut. Aku memetik setiap bunga yang kutemui. Sampai akhirnya aku tiba di padang bunga yang sangat indah. Segeraku berlari dan tertawa. Aku menjatuhkan tubuhku di lembutnya rerumputan. Hibernasi? Masa bodoh! Ini lebih menyenangkan daripada tidur seharian.
KAMU SEDANG MEMBACA
Edenshii [COMPLETED]
FantasíaNielson Devadatt Dua tahun aku menunggumu, dua tahun aku mencarimu, dua tahun aku merindukanmu. Dua tahun pula waktu yang cukup untuk kau melupakanku. Jessica Emilia Aku tidak keberatan terluka. Karena kamu akan selalu mengobatinya. Roberto Stephene...
![Edenshii [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/183856078-64-k182621.jpg)