Jikalau ada pilihan diantara pelangi dan senja, gue lebih pilih senja. Karena, senja jika pergi pasti akan kembali. Sedangkan pelangi? Ia memang indah. Tapi hanya sesaat.
~Rachel adistia razuma~
Seorang gadis berjalan menuju masjid sekolah yang berada tak jauh dari kelasnya. Ia ingin melaksanakan shalat dzuhur.
Ketika selesai shalat bersama ririn, ia mencari sepatunya namun tidak ketemu ketemu hingga masjid sepi. Ririn pun juga membantunya mencari, namun tetap saja tak ketemu. Rachel pun kesal lalu menghubungi raina untuk meminta bantuan. Mengapa raina tak ikut shalat? Karena gadis itu sedang berhalangan.
"Hallo na?"Ujar rachel memulai teleponnya.
"Iya chel. Kenapa? Eh btw ko lo belum balik balik sih? Perasaan gue liat udah keluar dari tadi deh." Balas raina di seberang sana.
"Nah itu dia na, sepatu gue hilang. Padahal tadi gue taro di rak sepatu paling pojok. Ko gaada ya?" Bingung rachel.
"Hah? Ko bisa si chel? Perasaan sepatu lo ada namanya kan?" Kaget raina.
"Gatau na, gue kesel cari berdua ririn tapi ga ketemu. Lo kesini ya?? Bantuin gue cari... plisss." Mohon rachel.
"Aduh... yaudah deh gue kesana ya," sahut raina.
"Makasih raina kuu. Gue tunggu yaa," ujar rachel senang.
"Hemmmm." Balas raina malas.
"Okey, gue tunggu ya."
"Iya bawel!" Balas raina kesal.
tut.
Rachel pun mulai memutuskan panggilannya.
Lalu terus mencari sepatu nya yang hilang.
"Mending cari lagi yuk rin," ajak rachel diangguki ririn.
Setelah beberapa menit mencari terdengar suara raina.
"Gimana? Udah ketemu?" Tanya raina.
"Belum nih na, gimana nihh." Panik rachel.
"Malah dikit lagi bell masuk lagi, aduh!" Lanjut ririn.
"Lo ngerasa ada yang aneh gak si chel?rin?" Tanya raina.
"Aneh gimana maksudnya?" Ujar mereka berdua bingung.
"Kan tadi rachel bilang paling pojok kan? Masa iya ketuker? Kalo ketuker pasti sepatu orang itu ada dong? Atau seenggaknya sebelah nya ada gitu, masa iya ini bener2 gaada sepatu samsek? Gak masuk akal sumpah." Jelas raina betubi tubi.
"Iya juga sih, tapi masa iya di ambil? Emangnya tu orang kuker banget apa." Balas ririn.
"Gue sih setuju sama raina, siapa juga yang ambil sepatu gue? Jelas jelas disitu ada nama gue, masa ga keliatan?" Sahut rachel seraya berfikir keras.
"Terus ini gimana?5 menit lagi bell loh gais," ujar ririn memberi tahu.
"Ah udahlah, ke kelas aja dulu. Nanti pulang sekolah lanjut cari." Ujar rachel.
"Tapi lo nanti pulang sekolah gimana chel? Masa iya nyeker sih," semprot raina.
"Udah itu mah gampang, mending balik ke kelas. Kan pelajaran pak bambang bukan? Nanti kena semprot berabe urusannya," jelas rachel.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Protector
Teen Fiction"Arka!! Kembaliin gak tas gue?!! Jangan ampe gue depak lo ya sampe pluto!" Pekik seorang perempuan yang bernama rachel. "Hahahah! Mau dong! Enak adem, iya kan??" Balas arka dengan tampang menyebalkan nya. "ARKAA! SINI LO!" Rachel adistia razuma. Seo...
