~MP (12) Keanehan~

1.6K 57 3
                                        

Perjuangkan apa yang pantas di perjuangkan, tinggalkan apa yang pantas di tinggalkan. Karena, hidup ini hanya sementara untuk mengejar yang tidak setara.
~Rachel adistia razuma~

Hari ini rachel tidak seperti biasanya. Bahkan, rachel yang biasanya bawel, dikit dikit marah, galak, dan mulutnya seperti kaleng rombeng. Kini, diam seribu bahasa.

Arka bingung, ada apa dengan rachel? Apa rachel ada masalah? Atau dirinya melakukan kesalahan hingga rachel mendiamkan nya? Entahlah.

"Chel, lo kenapa?" tanya arka melihat rachel yang sedang membaca novel, serta menyumpal earphone di telinganya.

Rachel tak menjawab, ia terus saja melanjutkan membaca novelnya tanpa memperdulikan arka yang terus menatapnya dengan tatapan bingung.

"Chel, lo aneh banget. Lo kenapa si?" tanya arka untuk kesekian kalinya.

Dengan cepat, rachel bangun dari tempat duduknya lalu menatap arka sebentar.
"Gausah ganggu gue." ketus rachel berlalu begitu saja, karena ini masih pukul 6.15 , itu artinya, masih sedikit siswa yang datang.

Arka yang mendapat balasan itu menyerngit bingung. Si kunti galak kenapa sih? Emangnya gue salah apa dah? Batin arka tak mengerti.

Tanpa memperdulikan ucapan rachel tadi, dengan cepat arka mengejar rachel. Saat melihat rachel masih berjalan santai, arka dengan cekatan mencegah tangan rachel.

"Kalo ada masalah ngomong sama gue, jangan diem. Gue ga sepeka cowok cowok di sekitar lo," sindir arka membalikkan badan Rachel.

Rachel tersenyum sinis. "Harus nya gue yang ngomong gitu, gausa sok baik kalo lo itu busuk." ujar rachel penuh penekanan.

"Busuk?" dahi arka menyerngit bingung.

"Gausa pura pura gatau, lo fikir gue bodoh?" ujar rachel dengan nada yang amat sinis.

"Maksud lo gimana? Busuk? Siapa yang busuk? Siapa yang pura pura gatau? Kalo ngomong tuh jangan bikin orang penasaran," pertanyaan bertubi tubi keluar begitu saja dari bibir arka.

"Ikut gue." ujar rachel lalu menarik tangan arka untuk menuju taman belakang yang jarang di tempati para siswa dan siswi.

Arka mengikuti langkah rachel.

"Kenapa?" tanya arka.

Rachel mengeluarkan sesuatu dari saku rok abu abu nya. "Lo tau ini apa?" ujar rachel menunjukkan benda kecil itu.

"Kartu memori?" tebak arka.

Rachel memasang kartu itu di ponselnya dan terdapat vidio yang sangat mirip dengan suara arka.

"Ka, lo serius deketin rachel kaga?"

"Kaga. Gue kan deketin dia cuman mau tau dia siapa doang, cuman pengen manfaatin kepintaran rachel doang. Kalo dia kaya, gue bakalan ambil semua hartanya, kalo dia miskin, gue bakalan tinggalin dia haha." ujar orang yang suaranya mirip dengan arka.

"Gila lo ka, bokap lo kan udah kaya."

"Ga cukup, bokap gue batasin duit gue mulu."

"Gas lah ka hahaha!"

Tut.

"Ini lo kan?" tanya rachel tersenyum miring.

Arka bingung, sebenarnya itu siapa? Kenapa mirip sekali suaranya dengan arka? Sumpah demi apapun arka tidak punya niatan buruk seperti itu.

My ProtectorCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang