Duduk sama rata, berdiri tanpa raja.
-Rachel Adistia Razuma-
Janlup vote and komen ya guys! Tolong hargai penulis ☹ happy reading 🌈
******
Bell masuk berbunyi, tetapi Rachel masih berada di UKS untuk mengobati lukanya yang lumayan perih itu, Rachel sengaja memakai masker abu abunya karena tidak mau orang melihat wajahnya yang lebam.
"Lumayan juga tonjokannya, kayaknya gue harus nge-gym biar bisa ngelawan dia." Gumam Rachel, bagaimana tidak?! Cowok lawan cewek dalam beradu jotos? Gila saja.
5 menit berlalu, akhirnya Rachel selesai membersihkan lukanya. Tangannya terasa perih karena terlalu keras memukul wajah orang itu, sudah dipastikan wajah orang itu pasti lebih parah darinya, jadi Rachel tidak masalah.
Rachel bangkit dari duduknya, ia berjalan setengah berlari menuju kelasnya yang berada di lantai 2, tak peduli orang orang yang menganggap nya aneh.
Sesampainya dikelas, sudah ada Bu Bukti, guru biologinya yang baru saja masuk. Rachel masuk kelas langsung ditatap oleh seluruh penghuni kelas, termasuk Arka. Bu Bukti menatap Rachel kaget. "Rachel? Tumben kamu telat." Bingung nya.
Rachel menggeleng. "Gapapa Bu,"
"Kamu kok pake masker? Muka kamu kenapa memangnya?" Tanya Bu Bukti dengan tatapan mengintograsi.
Begitupun Arka, padahal Rachel sudah berangkat jam 6 pagi, tapi kenapa ia telat masuk kelas? Sebenarnya Rachel kemana? Apa ada masalah besar sehingga Rachel harus telat seperti itu?
"Gapapa." Balas Rachel. Bu Bukti menghembuskan nafasnya, lalu menyuruh Rachel duduk. Rachel berjalan kearah tempat duduknya yang berada di samping Raina.
"Chel, lo kemana aja sih?" Tanya Raina berbisik.
"Boker." Jawab Rachel asal, Raina menghembuskan nafasnya kasar, Rachel jika ada masalah selalu memendam nya sendiri.
******
Istirahat tiba, Rachel segera merapihkan buku buku nya, dan meregangkan ototnya yang terasa kaku karena belajar biologi dan juga matematika selama 4 jam.
Raina mengajak Rachel ke kantin, Rachel tentu tak menolak, sebab tadi pagi Rachel belum sarapan sama sekali, karena cowok sialan itu.
Saat hendak berjalan bersama Ririn dan Raina, Arka mencekal tangannya, membuat langkah Rachel terhenti. "Lo darimana tadi?" Tanyanya tegas.
Rachel menggeleng, memberi kode Arka agar menjauh darinya, tetapi Arka malah menyerngitkan dahi tidak mengerti, Rachel mengambil ponselnya dan mengetikkan sesuatu yang ia kirim ke Arka. Rachel sadar, dirinya sedang di awasi sekarang.
Rachel AR.
Jangan ngmg sama gue, nanti pulang sekolah kita ketemu di danau tempat biasa, jaga jarak dulu ok?
Dahi Arka menyerngit mendengar notifikasi ponselnya, Rachel menunjuk ponsel Arka melalui dagu nya, lalu pergi bersama teman temannya. Sedangkan Arka, Chiko, Haikal, dan juga Rama kebingungan dengan sikap aneh Rachel.
Orang yang mengawasi Rachel tersenyum bangga, akhirnya mereka berdua mulai menjauh. Mampus lo, kena jebakan gue. Batin Rachel.
Arka membuka ponselnya, melihat pesan yang dikirim oleh Rachel beberapa menit lalu.
Rachel💩
Jangan ngmg sama gue, nanti pulang sekolah kita ketemu di danau tempat biasa, jaga jarak dulu ok?
KAMU SEDANG MEMBACA
My Protector
Teen Fiction"Arka!! Kembaliin gak tas gue?!! Jangan ampe gue depak lo ya sampe pluto!" Pekik seorang perempuan yang bernama rachel. "Hahahah! Mau dong! Enak adem, iya kan??" Balas arka dengan tampang menyebalkan nya. "ARKAA! SINI LO!" Rachel adistia razuma. Seo...
