~MP (25) Jebakan~

1K 64 10
                                        

Tak semua yang kau anggap baik, ia benar benar baik. Dan begitupun sebaliknya nya, apa yang kau anggap jahat, tak selamanya ia benar benar jahat.
-Rachel Adistia Razuma-

Janlup vote and komen! Tolong hargai penulis☹ happy reading🌈

******

Rencana mereka masih berjalan, kini Rachel dengan hoodie hitam kebesaran, celana levis biru laut panjang dengan sedikit sobekan di lututnya, serta sepatu converse berwarna putih yang menghiasi kaki nya. Tak lupa tas kecil biru laut yang bertengker di bahunya. Rachel tersenyum memandang penampilannya, rambut rachel di ikat menjadi satu. Rachel terlihat sangat manis, walaupun tak memakai make up sedikitpun, Rachel sudah terlihat cantik. Jam menunjukkan pukul 7 malam, Rachel mengirim pesan kepada Arka.

Rachel AR.
Ar, gue udah siap. Suruh temen lo jemput gue gih, males gue ngechat dia, belum pernah ketemu juga.

Cogil😈
Rbt bat, gue udh siap² dsni, jgn lama². Gausah ngobrol dsb. Tugas lo cmn pura² bkn srius.

Rachel AR.
Hah? Knl aja bru gue, yakali.

Cogil😈
Y.

Rachel berdecak kesal, bisa bisanya Arka merespon seenaknya. Sedangkan ini adalah rencananya, Rachel harus yakin. Rachel harus yakin kalo rencana mereka bakalan berhasil, tapi perasaan Rachel tak bisa dibohongi. Rasanya seperti akan ada yang terjadi nanti. Atau memang perasaan nya saja?

"BUNDAAA! RACHEL PAMIT YAA? MAU KERJAIN TUGAS DIRUMAH RAINA, NANTI MUNGKIN RACHEL PULANG AGAK MALEMAN. SOALNYA TUGASNYA BANYAK BANGET!" Pekik Rachel membuka pintu kamar Bundanya. Dan terlihat Bundanya sedang membereskan pakaian.

"Chel mulutnya ih, yauda Bunda izinin. Tapi jangan terlalu malam ya? Soalnya sekarang lagi rawan begal, Bunda gak mau kamu kenapa kenapa. Oh iya, kalo ada apa apa jangan lupa hubungi Bunda juga," ujar sang Bunda.

Rachel mengangguk antusias. Lalu menyalimi tangan Bundanya. "Siap Bun! Eh iya, Bunda kok tumben beresin pakaian? Bunda emangnya mau kemana?" Tanya Rachel penasaran.

"Bunda mau kumpulin baju Bunda yang udah gak kepake, terus masih layak dipake. Bunda mau sumbangin ke orang yang tinggal dijalanan, kasian mereka gak punya baju." Ujar Bundanya seraya tersenyum manis.

"Ih Bunda baik banget sihh! Yaudah Rachel pamit yaa? Assalamualaikum Bundaa!" Rachel berjalan keluar kamarnya. Sedangkan sang Bunda menatap Rachel anak perempuan satu satunya seraya menggelengkan kepala.

"Ehh curutt! Mau kemana lo?" Panggil Rasya menongolkan kepalanya di pintu kamar. Rachel menoleh. "Lo ngomong sama gue?" Tanyanya.

"Yaiyalah! Emang disini siapa lagi??" Ngegas Rasya.

"Ohh gitu... Gue mau kerkom, eitss inget! Gak boleh masuk masuk kamar gue, gue gak mau ye kamar gue berantakan kayak waktu itu." Peringat Rachel. Rasya memutar bola matanya malas.

"Iye,"

"Yaudah, bye jelek!" Ejek Rachel lalu berlari.

"Ehh kutu kurang ajar!" Umpat Rasya.

********

My ProtectorCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang