~MP (1) Pengrusuh~

3.5K 99 0
                                        

Gue emang bukan orang yang romantis, gue hanya orang yang suka bikin lo kesel. Tapi entah kenapa, itu kesenangan tersendiri buat gue.
~Arka algatama~

Hari ini adalah hari senin. Hari dimana para siswa/i wajib melaksanakan upacara bendera. Membuat para siswa/i malas.

Termasuk Rachel yang terliat tidak bersemangat hari ini, apalagi pelajaran Pak Bambang yang tergolong guru killer disekolah SMA nusa bangsa.

"Heh! Lesu amat lo gil, lagi galau ya lo??" Arka datang tiba tiba dan langsung duduk di samping Rachel yang kosong.

"Sok tau lo nyet." balas Rachel malas.

"Galak amat si udah kayak gorila utan!" ledek Arka membuat Rachel kesal.

"Ish apaansi lo! Pergi sana! Ganggu aja deh heran," gerutu Rachel.

"Kalo gue gamau gimana?" tanya Arka dengan senyum jahilnya.

"Gue tonjok mau ga?" balas Rachel galak membuat arka tertawa renyah.

"Hahahah! Gaya gayaan mau nonjok orang, giliran dibales aja nangis nangis gajelas dah." ledek Arka.

Buk!

Rachel pun memukul arka tepat di wajah nya membuat Arka meringis kesakitan.

"Rasain lo! Berisik sih." ujar Rachel lalu pergi keluar meninggalkan arka yang meringis kesakitan karena ulahnya.

"Eh Rachel! Tungguin gue!" pekik Arka setelahnya.

Arka pun menyusul Rachel yang mulai menjauh.

"Rachel! Tungguin elah," ujar Arka seraya menahan tangan Rachel.

"Kenapa?" sahut Rachel malas.

"Bareng ya??" balas Arka dengan puppy eyes nya.

Rachel yang melihatnya pun memutar bola matanya malas.

"Males ah! Lo jail nanti sama gue." ujar Rachel seraya melepaskan tangannya dari tangan Arka.

"Ngga deh janji!" balas Arka bagai berjanji kepada ibunya agar tidak nakal lagi membuat Rachel tertawa.

"Apanya yang lucu? Perasaan gue ga ngelawak deh," ujar Arka bingung seraya menggaruk tekuk nya yang tidak gatal.

"Muka lo hahahah! Bikin gue pengen nabok tau gak, hahahahaha!" tawa Rachel pecah.

"Jahat lo!" umpat arka kesal.

"Iya iya! Yuk." ajak Rachel lalu memegang tangan Arka dan menariknya menuju lapangan.

"Hm." Arka membalas dengan deheman saja.

Banyak yang menatap mereka iri, karena Arka yang terkenal dengan ketampanan nya dan kecuekkannya bisa sedekat itu dengan perempuan.

Padahal, Arka sangat susah berkomunikasi apalagi dengan perempuan. Wajah nya berubah jutek saat berbicara kepada perempuan, bahkan jika perempuan itu mengajak nya bicara ia hanya membalasnya dengan 'Oh, ya, ok, gak, hm' saja tapi kalo sama Rachel emang ajaib.

Rachel yang merasa diperhatikan pun tidak memperdulikan nya. Toh, mereka punya mata kan?

"Rachel! Arka! Tungguin kita kita napah!" pekik Chiko yang berlari di susul Rama, Haikal, Ririn dan Raina.

"Kalian mah udah kayak pacaran aja dah! Bedua mulu kemana mana. Kalo udah akur aja kea orang pacaran! Kalo berantem udah kea tom and jerry." Cerocos Haikal.

"Tau tuh, Arka kang modus! Mentang mentang ada Rachel sohib sendiri di lupain." sambar Chiko.

"Kalian cocok tau! Kenapa gak pacaran aja?" tanya Ririn.

My ProtectorCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang