Us "1"

3.5K 217 32
                                        

"Jimin, I'm gonna ask it once. And I'll never repeat again." Taehyung mengenggam jemari lentik milik pria yang ada di hadapannya. Pria yang ada di depannya terus saja menitikkan air mata sejak tadi.

"Would you be my part of life? Would you be the first person that I see when I wake up? Or would you be the person who wake me up? Every morning in my every single second of life? Would you marry me?" Taehyung menatap penuh harap pada pria di depannya yang kini benar-benar menangis haru.

"Geez, I swear to god. Taehyung gak lamar kamu beneran, Seokjin. Kenapa kamu yang nangis sih?"

Seokjin menatap suaminya sinis. Dasar Kim Namjoon perusak suasana! Batin Seokjin. "Demi celana dalam mahalmu, Joon. Aku lagi mendalami peran tau! Jimin kan pasti nangis-nangis begini kalau dilamar sama Taehyung. Apa lagi kata-kata Taehyung semanis tadi." Jawab Seokjin pada suaminya sambil masih menangis. Wajah cantik nan putihnya berubah jadi kemerahan, dengan mata yang membengkak dan terus terusan mengeluarkan air mata.

"Udah, jangan berantem terus. Gimana kak? Kalau aku bilangnya begitu, Jimin pasti nerima aku kan?" Taehyung kembali memindahkan telapak tangannya untuk mengusap perut besar milik kakaknya.

"Yakin deh, Tae. Pasti diterima. Okay?"

"Ya udah, aku jemput Jimin dulu di kampus. Jangan ribut ya kalian!" Taehyung melangkah keluar dari kamar rawat kakaknya setelah mengecup kening pria yang lebih tua darinya itu. Seokjin sudah tinggal di rumah sakit sejak satu minggu yang lalu, sebab ia telah mendekati jadwal persalinannya, maka itu Namjoon dan bunda Kim setuju untuk menempatkan Seokjin di rumah sakit agar prosesnya nanti lebih mudah.

.

.

"Duh Jimin lama amat- eh woy Jungkook!"

Pria dengan gigi kelinci itu menoleh ketika mendengar namanya disebut. Kemudian menghampiri pria Kim yang sedang duduk di atas kap mobilnya.

"Oit bro, apa kabar?" Ucap Jungkook ketika ia berhasil menggapai telapak tangan Taehyung.

"Baik, baik. Lo sendiri gimana? Sehat?"

"Sehat banget gue mah." Taehyung mengangguk setuju, pria Jeon di depannya ini memang terlihat lebih kekar dan berisi.

"Ngapain lo? Kata si Jimin, Yoongi kelasnya sampe malem."

"Iya, tapi gue suruh balik cepet. Mau ke rumah sakit." Mendengar kata rumah sakit, Taehyung segera turun dari kap mobilnya dan menyentuh bahu Jungkook.

"Siapa yang sakit, bro?"

Jungkook tertawa. "Kagak ada yang sakit, si Yoongi mau check up ke dokter kandungan."

"Ohh-" Taehyung bernapas lega, namun sepersekian detik kemudian ia membuka kedua matanya lebar-lebar. "d-dokter kandungan? Y-yoongi hamil???"

Respon Taehyung membuat tawa Jungkook pecah begitu saja. "Santai bro. Iya dia hamil, kenapa emang?" Jawaban Jungkook kembali membuat Taehyung terkejut.

"Serius anjir? Anak orang main lo bobol aja, biadab!" Jungkook tertawa semakin keras ketika Taehyung memukul bahunya main-main.

"Justru itu taktik, goblok. Kan gue hamilin biar bisa nikah cepet-cepet. Susah banget luluhin bapaknya. Terpaksa pake jalan pintas." Jungkook berucap dengan senyum lebar miliknya. Membuat Taehyung ngeri setengah mati. Ini anak, baru aja ngehamilin anak orang, tapi kayak gak merasa berdosa. Batin Taehyung.

"Yoon! Sini!" Jungkook melambaikan sebelah lengannya, ketika Taehyung menoleh ternyata Yoongi datang bersama dengan kekasihnya.

"Kamu udah daritadi, kak?" Yoongi menghambur dalam pelukan Jungkook ketika baru saja sampai di hadapan pria Jeon itu.

"Iya udah, terus dipanggil sama Taehyung. Ya udah deh ngobrol."

"Ohh ya udah, yuk. Janji sama dokternya jam dua. Jim, sunbae, duluan ya."

.

.

"Kamu tau Yoongi hamil?"

"Hu-um? Kenapa emang?" Jawab Jimin sambil menggigiti kuku jari-jarinya.

"Terus nggak ngasih tau aku?"

Jimin menoleh pada kekasihnya ketika mendengar nada tak suka yang keluar dari mulut Taehyung.

"Untungnya buat hyung apa?"

"Kan dia temen kamu." Jawab Taehyung masih dengan nada kesal.

"Kan dia temen aku? Terus untungnya buat kamu apa, hyung?"

Oh Tuhan, Jiminnya yang sekarang benar-benar menyebalkan. Mengapa ia tak lagi bisa memenangkan perdebatan antara mereka? Tolong kembalikan Jiminnie ku yang dulu :( -Kim Taehyung 2k19

.

.

"Tae, nginep aja. Mama sama papa mau keluar. Kasian Jimin gak ada yang jaga." Papa Park meradang ketika mendengar ucapan istrinya.

"Gak ada ya! Lagian ada Jaehwan sama Sungwoon. Jimin bukan anak kecil, gak perlu dijagain gitu."

Jam dinding menunjukkan pukul 19.20. Taehyung yang sedang bersiap ingin pulang ditahan oleh mama Park. Dimintanya ia untuk tinggal, sebab orang tua Jimin akan keluar menghadiri sebuah acara penting milik kepala keluarga Park.

"Iya ma, ada bang Jae sama kak Sungwoon. Taehyung pulang aja deh." Ucap Taehyung pada mama Park. Sebab sang kepala keluarga sudah memberinya tatapan sengit.

Namun sepertinya hal ini menuntun Jimin pada kesalah pahaman. Pasalnya, Taehyung selalu mengiyakan permintaan ibunya untuk menginap dan tak pernah gentar walaupun papa Park berusaha mengusirnya dengan membawa gunting rumput. Ia berpikir mungkin Taehyung masih kesal dengannya karena tak memberi tau soal kehamilan Yoongi.

"Iya ya udah, pulang aja hyung. Semuanya, Jimin ke kamar dulu ya. Dah." Jimin berucap tanpa jeda dan tanpa melihat anggota keluarganya satupun, kemudian berlari menginggalkan ruang keluarga.

"Tuhkan papa. Anaknya jadi ngambek. Heran deh, senengnya bikin orang lain kesel terus papa tuh!" Mama Park memukuli bahu tegap suaminya. Membuat papa Park mau tak mau merasa tak enak hati, baik dengan putranya maupun dengan Taehyung.

Yah, mau bagaimana lagi. Jimin itu kan masih putra kecilnya :(

"Ya udah, nginep aja. Saya sama istri saya pulangnya malem banget. Jagain Jimin. Dah ayo ma, telat nanti." Papa Park meninggalkan ruang keluarganya menuju garasi. Membuat mama Park tersenyum menang kemudian mendorong tubuh tinggi milik kekasih putranya itu.

"Udah sana, Taehyung temenin Jimin ya."

Taehyung hanya mengangguk, kemudian menyusul kekasihnya yang sudah masuk ke kamarnya terlebih dahulu.

Hamilin juga kali ya? Papa Park makin galak aja :')

.

.

.

.

.

.

.

Us

TBC

Book 1 : It's You by Reika_Rei and Chocolatesoup_

Hello? Mwehehehehehe.

Enjoy ya!

Us (It's You, Book 2)Stories to obsess over. Discover now