Us "24"

709 88 13
                                    

Hari yang telah ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Hari ini Taehyung dan Jimin akan melangsungkan pernikahan. Di gereja tempat orang tua Jimin juga melakukan upacara pernikahan mereka.

Keluarga dari kedua mempelai telah hadir di gereja sejak pagi hari tadi. Dan langsung menuju ruangan masing-masing.

Jimin dan Taehyung sama-sama merasa gugup luar biasa. Hari ini adalah momen yang sejak lama mereka berdua nantikan. Satu persatu tamu undangan hadir, memenuhi kursi yang telah disediakan di venue. Kebanyakan kolega bisnis papa Park, bunda Kim dan tentu saja teman-teman dari kedua mempelai.

Terlihat beberapa senior Jimin yang juga teman-teman dari Taehyung berdatangan. Juga Yoongi dan Jungkook yang sudah berada di ruangan mempelai. Menemani Jimin dan Taehyung bersama dengan yang lainnya.

"Jim, jangan tegang gitu." Yoongi tertawa sambal mengusap perut buncitnya. Walau dengan kondisi perutnya yang sudah lumayan besar, Yoongi tetap bersikeras untuk mendampingi Jimin di hari bahagianya.

"Heh, emang kamu nggak tegang pas nikah sama kak Jeon?" Jimin kembali menempelkan tissue di dahinya untuk menghapus keringat yang terus saja bercucuran. Padahal suhu pendingin ruangan di ruangan itu sudah lumayan rendah.

"Kalo aku sih nggak tegang, Jim. Malah misuh." Hoseok menimpali pembicaraan Yoongi dan Jimin. Membuat Jimin tertawa karena love-hate relationship yang ia jalani dengan suaminya, Kim Junmyeon. Di bibir sih memang bilang benci, tapi kenyataannya? Hoseok sekarang tengah mengandung buah hatinya bersama Junmyeon.

"Kamu tuh beruntung loh kak, dapet suami sebaik bang Junmyeon. Liat suamiku? Genitnyaaaa, ampun deh." Jimin dan Hoseok dibuat tertawa. Memang Jeon Jungkook itu, sekali playboy ya tetap playboy.

Jimin menatap kedua sahabatnya. Yoongi, yang telah bersamanya sejak masih menyusu pada ibu masing-masing. Dan Hoseok yang belakangan ini justru menjadi lebih akrab dengannya dibanding Taehyung.

"By the way, kalian yakin mau ikutan dampingin aku? Gak capek berdiri lama-lama?"

Yoongi tersenyum manis, kembali mengusap perutnya. "Nggak kok, dedeknya juga mau temenin kamu. This is your day, Jimin. Waktu aku nikah, kamu ada di sana. Nemenin semua step yang aku lewatin. Masa sekarang aku nggak dampingin kamu?"

Hoseok juga tersenyum, sepertinya memiliki Jimin sebagai sahabatnya adalah pilihan yang sangat baik. "Setuju, yah walaupun pas aku nikah dulu kalian berdua nggak ada. Kan aku nikahnya dipaksa." Jimin dan Yoongi tertawa, Jung Hoseok ini memang sangat lucu.

Jimin menghampiri Yoongi yang duduk di hadapannya. Memeluk dari samping tubuh kecil sahabatnya itu. "Makasih ya Gi? Gak nyesel deh sahabatan sama kamu dari dulu." Jimin dan Yoongi sama-sama tertawa geli. Mengingat bagaimana cerita sebenarnya tentang pertama kali mereka kenal.

Kemudian pria Park itu menghampiri Hoseok yang duduk di samping Yoongi. "Aku juga seneng banget jadi seakrab ini sama kakak. Jangan misuhin bang Junmyeon terus. Nanti anaknya mirip dia banget loh."

.

.

Upacara pernikahan telah dimulai. Taehyung telah lebih dulu memasuki venue dan menunggu Jimin di depan pendeta. Tatapan Taehyung memutari isi venue. Melihat sanak saudaranya, serta teman dan kerabat bundanya yang hadir hari ini. Tersenyum bahagia, seolah hari ini merupakan hari bahagia mereka juga.

Tak bisa ia pungkiri, jantungnya berdegup begitu kencang. Keringat dari dahi dan telapak tangan Taehyung terus saja bercucuran. Membuatnya beberapa kali mengusap keringat dengan sapu tangan pemberian papa Park.

Di kursi terdepan, Seokjin dan Sungwoon sibuk menertawai Taehyung yang terus menerus menatap ke arah pintu penghubung venue dengan ruang tunggu.

"Oke, kayanya pegantinnya udah nggak sabar ya? Keringetan terus nih." Mingyu yang hari itu ditugaskan sebagai pembawa acara, membuat tamu undangan tertawa. "Santai bos, kan kemarin pas tunangan udah gladi resik."

Us (It's You, Book 2)Where stories live. Discover now