Us "23"

790 88 14
                                        

"Masuk dulu nggak?" Ucap Jimin sambil melepas safety belt.

"Nggak deh, salam aja. Besok ke salon mau aku anter?"

Jimin menimang tawaran Taehyung, kemudian menggeleng pelan. "Gak usah deh, biar aku bawa mobil sendiri aja. Kamu hati-hati ya baliknya." Jimin membuka pintu mobil Taehyung, belum sempat keluar, Taehyung menahan pergelangan tangannya.

Cup

"Love you. Hehe." Taehyung tersenyum setelah mencuri satu kecupan di bibir Jimin.

"Apa sih hyung? Cium cium sembarangan." Jimin menahan rasa malunya, Tae-hyungnya sekarang suka sekali sembarangan cium.

"Dikit doang yang, ya udah turun. Aku mau pulang." Jimin mengangguk kemudian turun dari mobil Taehyung. Setelah itu Taehyung perlahan meninggalkan rumah Jimin.

.

.

"Udah belum kak? Lama banget astaga." Jimin mendecak malas. Hari ini, ia, mama Park, Sungwoon, bunda Kim dan Seokjin akan pergi ke salon. Melakukan perawatan, atas permintaan mama Park dan bunda Kim.

"Ini udah, bawel amat sih lo. Gue kan bujukin Jiwoo dulu. Gak mau dilepas anaknya." Jawab Sungwoon yang baru saja turun dari kamarnya.

"Udah ayo, jangan berantem aja." Mama Park menengahi kedua putranya yang hampir saja bertengkar.

Setelah berpamitan dengan papa Park, mereka bertiga meninggalkan rumah untuk menuju salon yang sudah ditentukan terlebih dahulu.

Sesampainya di sana, Jimin, Sungwoon dan mama Park disambut oleh tiga pegawai salon, yang Jimin baru ketahui ternyata milik calon ibu mertuanya. "Selamat datang, mari ikut saya. Tuan Kim sudah menunggu di dalam."

Jimin, Sungwoon dan mama Park, mengikuti pegawai salon menuju ruang perawatan yang sudah diisi terlebih dahulu oleh bunda Kim dan Seokjin.

"Bunda!" Jimin memekik, mendapati bunda Kim yang tengah berbincang dengan Seokjin.

"Hai, sayang. Hai Haru, Sungwoon." Bunda Kim berpelukan dengan mama Park. Tak lama, beberapa pegawai salon masuk ke dalam ruangan mereka dan memulai perawatannya.

.

.

"Ya ampun, seger banget rasanya. Belakangan ini aku gampang capek deh, Jiwoo rewel terus." Keluh Sungwoon.

"Iya rasanya fresh banget abis perawatan gini. Cuaca emang lagi agak ngaco sih Woon. Mungkin Jiwoo agak demam kali, makanya rewel. Seminggu lalu Namu juga demam, terus reweeel banget. Aku sama Namjoon sampe gak bisa tidur."

"Iya kali ya, udah mana dia gak mau kalo sama bapaknya. Maunya nempel aku terus, tadi mau jalan aja harus ditidurin dulu." Seokjin tertawa, ia benar-benar mengerti apa yang Sungwoon rasakan. Yah, menjadi ibu itu memang sulit. "By the way, kamu udah isi lagi ya Seok? Congrats yaa."

Seokjin tersipu ketika Sungwoon memberi ucapan selamat padanya. "Iya, hehe. Makasih ya. Kamu juga cepetan nyusul."

"Duh Seok, bayiku udah tiga di rumah. Jiwoo, Jaehwan sama Jimin." Seokjin dan Sungwoon Kembali tertawa. Membuat Jimin merengut, ingin sekali memukul kakaknya yang menyebalkan itu.

"Nanti kalo kamu punya anak, nggak jadi bayi lagi kok sayang." Ucap bunda Kim.

"Iya, udah jangan manyun gitu. Jelek, jelek." Mama Park mencubit pipi putranya yang justru semakin merengut.

.

.

H-2

Menuju upacara pernikahan Jimin dan Taehyung. Persiapan sudah 100%, kini waktunya bagi Jimin maupun Taehyung untuk beristirahat. Mempersiapkan kondisi tubuh yang harus fit di hari pernikahan.

Us (It's You, Book 2)Stories to obsess over. Discover now