2 -pantang nyerah sebelum kenalan-

497 47 3
                                        

Tanpa terasa, masa orientasi hari pertama telah terlalui. Dengan langkah malas, Seulgi keluar hendak menuju gerbang sekolah untuk menunggu Ojek Online pesanannya. Chanyeol yang memang masih penasaran kepada gadis tersebut tak berhenti begitu saja. Dia mengikuti Seulgi dari belakang tanpa Seulgi ketahui. Sebelum Seulgi beranjak pergi, Chanyeol pergi terlebih dahulu ke mini market di depan sekolah nya untuk mengambil motor kesayangannya yang di simpan disana, hal itu dikarenakan ia masih menyandang status sebagai peserta MOS yang mana dilarang untuk membawa kendaraan.

Seulgi yang sedari tadi menunggu Ojek Online nya tampak bosan sebab ojek yang ia pesan tidak kunjung sampai dan tidak memberikan respon atas keluhan Seulgi.

Seulgi : " gila sih ini lama banget. Mana mapsnya gak jalan jalan lagi. panas banget ini " Seulgi menggerutu sendiri dengan wajah yang telah bersemu merah karna sinar matahari.

Chanyeol yang melihat itu sedikit tidak tega. Pasalnya, dia merasa Seulgi kelelahan dan kepanasan sampai wajahnya perlahan memerah.

Dengan berani Chanyeol menjalankan motornya ke arah Seulgi dan mengurungi niatan awalnya untuk mengikuti wanita tersebut pulang.

Chanyeol : " eh. Lo belum balik? " Chanyeol basa basi.

Yang ditanya enggan menjawab dan malah memalingkan wajahnya dari Chanyeol.

Chanyeol : " udah gue anterin yuk kalo mau balik. Jalanan sebelum kesini macet parah mungkin jemputan lo kejebak macet "

Seulgi : " gaperlu. Gue mau nunggu ojek online gue aja "

Chanyeol : " yaudah. Gue niat baik mau bantuin lo tapi malah di dinginin gini "

Seulgi enggan menjawab dan pada akhirnya Chanyeol pergi meninggalkan Seulgi. Chanyeol tentunya tidak hanya pergi begitu saja. Dia masih melihat Seulgi dari kejauhan dan memastikan semua baik baik saja.

Chanyeol : " cakep dia tuh sebenernya tapi kok jutek banget sih. Bikin gue gemes " ucap Chanyeol sambil melihat Seulgi dari kejauhan.

Seulgi yang tengah lelah menunggu ojek online nya pun memutuskan untuk berjalan kaki sampai menuju stopan angkot.

Melihat Seulgi yang tengah berjalan sendirian, Chanyeol mengikuti dari belakang. Tentunga ada niat terselubung didalamnya yakni untuk tahu rumah Seulgi.

Saat setengah perjalanan, Seulgi melewati segerombol pria seumurannya, atau mungkin diatasnya(?) entahlah. Yang pasti lelaki yang sedang nongkrong tersebut memandang Seulgi sambil mengganggu Seulgi sedikit.

" kiw cewek. Kenalan dong, anak mana ni " kata salah satu lelaki yang sekarang tidak tau malu berjalan beriringam dengan Seulgi.

" hai kenalin, gue Jimin. Lo siapa? " katanya sambil mengulurkan tangan dan dibalas dengan lirikan tajam Seulgi.

" ya Allah sadis amat " ucap Jimin, tapi tak menyerah begitu saja.

" sokap lo. Pergi sana " balas Seulgi.

" gue minta kenalan doang gitu amat. Gue anak baik-baik kok kagak bakalan ngapa-ngapain lo " ucap lelaki bernama Jimin yang sampai saat ini mengikuti Seulgi.

Seulgi pun berhenti berjalan dan langsung menatap Jimin.

Seulgi : " denger ya, gue ga kenal lo. Mau lo anak baik-baik juga gue ga peduli. Gausah sokap " Jimin langsung tertohok dengan ucapan Seulgi, apalagi tatapan mata tajamnya.

Jimin tidak terima diperlakukan seperti itu. Dia langsung membalas ucapan Seulgi.

Jimin : " gausah so cantik lo. Udah so kecakepan, jutek banget lagi. Mana ada laki yang mau sama lo! Yang ada lo di sumpahin ama cowok " ucap Jimin

Chanyeol daritadi memperhatikan sampai akhirnya dia geram melihat Seulgi di perlakukan seperti itu.

Chanyeol : " hai sayang. Maaf ya aku telat jemput kamu " ucap Chanyeol lantas merangkul Seulgi dengan mesra dan mengacak-ngacak rambutnya.

Seulgi tersentak dengan perlakuan Chanyeol yang tiba-tiba muncul dan bertingkah seperti ini.

Chanyeol : " heh lo gangguin cewek gue ya? Pake nyumpahin segala. Gue denger woy! Denger ya. Cewek gue ini mahal bukan cewek murahan yang bisa lo cengin seenaknya " belum Jimin membalas ucapan Chanyeol, Chanyeol langsung menarik tangan Seulgi ke arah motornya yang ia parkirkan tidak jauh dari tempat Seulgi.

Saat sampai motor, Seulgi telah bersiap-siap untuk menyemprotkan sejuta sumpah serapah pada Chanyeol. Namun belum berbicara Chanyeol sudah bicara duluan.

Chanyeol : " gausah ngedumel. Lo naik ke motor gue. Mau lo di gangguin lagi? Omongan lo tajem tadi bisa bisa lo di apa-apain " memikirkan hal tersebut dengan pertimbangan Seulgi pun akhirnya naik ke motor Chanyeol.

Seulgi amat sangat menjaga jarak dengan Chanyeol, terbukti dari duduk di motor saja sangat jaga jarak.

Chanyeol : " bisa deketan kagak duduknya? Berat kebelakang ini "

Seulgi : " gak. Gausah nyuruh-nyuruh gue lo "

Chanyeol : " astagfirullah "

Saat diperjalanan, tak disangka helm yang Seulgi kenakan jatuh karna angin dan Seulgi lupa mengkancing pengaitnya.

Seulgi : " eh itu helmnya jatoh!! " panik Seulgi.

Chanyeol : " lah kok bisa lepas sih " Chanyeol pun berhenti dan turun dari motornya. Seulgi masih duduk di atas motor dan Chanyeol mengambil helmnya.

Chanyeol : " kok bisa jatoh sih? Perasaan gue ga ngebut deh "

Seulgi : " ya mana gue tau "

Chanyeol : " bego " ucap Chanyeol

Seulgi : " apa lo bilang?! "

Chanyeol : " kagak. Udah ni pake lagi " Seulgi pun memakai helm pemberian Chanyeol.

Chanyeol : " elah. Kaitin coba helmnya pantesan jatoh lo kagak kaitin itu "

Chanyeol yang gemas langsung menarik tali helm yang Seulgi kenakan lalu memasangkannya. Wajah mereka sangat dekat dan Seulgi dapat melihat dengan jelas lekukan wajah Chanyeol yang memiliki garis wajah sangat tampan.

Chanyeol : " teledor " ucap Chanyeol setelah selesai memasangkan helmnya ke Seulgi.

Seulgi hanya mempoutkan bibirnya dan merekapun kembali melanjutkan perjalanan.

***

Seulgi : " udah berenti disini " ucap Seulgi memerintah Chanyeol untuk berhenti.

Chanyeol : " kenapa? "

Seulgi : " kok gue jadi balik bareng lo sih? Udah gue disini aja mau naik angkot " Seulgi pun lantas turun dari motor Chanyeol.

Chanyeol : " nanggung kali. Tapi yaudah kalo berenti disini "

Seulgi lantas turun saat Chanyeol meminggirkan motornya. Seulgi kesusahan mencopot helm nya, melihat Seulgi kesusahan Chanyeol langsung membantunya. Lagi lagi muka mereka berdekatan dan Seulgi selalu dibuat terpana oleh wajah Chanyeol dari jarak sedekat ini.

Chanyeol : " udah "

Seulgi : " yaudah. Thanks " ucapnya langsung pergi.

Chanyeol mana tega membiarkan Seulgi pulang begitu saja. Tanpa Seulgi ketahui, Chanyeol mengikuti angkot yang dinaiki Seulgi.

***

Seulgi pun sampai dirumahnya dan langsung masuk kedalam tanpa mengetahui bahwa sedari tadi ada seseorang yang memperhatikan dan mengikutinya sampai kerumah. Ya, orang itu Park Chanyeol.

Chanyeol : " oh rumah lo disini Gi" Chanyeol pun tersenyum puas.

Sebenarnya Chanyeol telah mengetahui nama Seulgi, dia bertanya pada senior osis yang hari ini menjadi panitia. Hanya saja Chanyeol belum puas jika belum mendengar Seulgi menyebut namanya sendiri.

Tbc

FRIENDZONE (?)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang