Lima

17.2K 2.2K 219
                                        

Mario duduk sambil menatap langit - langit kamar kos - kosannya. Karena mendapat tugas untuk mengaudit SPBU di tiga wilayah Kabupaten, membuatnya menjadi pria nomaden.

Sebelum sang ibu meninggal, ia memang biasa ditugaskan untuk melakukan audit di sekitar kota tempat tinggalnya. Namun sejak sebuah fakta terungkap, Mario dengan senang hati bersedia ditugaskan berpindah - pindah kota. Ia tidak menyangka, setelah satu tahun bekerja secara nomaden. Akhirnya ia bertemu dengan seorang wanita yang sangat mirip dengan almarhumah ibunya. Hatinya berdesir merasakan sebuah euforia. Mungkinkah pencariannya berhasil menemukan titik terang.

Mario mengeluarkan ponselnya dan membuka gallery. Gerakan jarinya terhenti pada sebuah repro foto lama yang bergambar wajah sang ibu ketika masih muda.

Setelah puas memindai gambar wajah sang ibu, Mario mencoba melukisnya dalam memori sambil memejamkan mata. Ingatannya melayang pada saat ibunya dalam kondisi kritis.

"Carilah adikmu!" Wanita itu mengucapkannya dengan nada lemah. Matanya berurai air mata. Gurat sesal tergambar di wajahnya yang telah keriput dan sayu.

Saat itu Mario sangat terkejut. Seumur hidup, ia hanya tahu jika dirinya adalah seorang anak tunggal yang telah yatim sejak masih kecil. Ibunya pun tidak pernah menikah kembali. Bagaimana mungkin Mario bisa memiliki seorang adik?

"Maafkan Ibumu ini, Nak!" Dan sebuah cerita pun terucap dari bibir pucat sang ibu.

Saat menjadi janda beranak satu, Bu Dini berniat mengadu nasib ke kota. Ia meninggalkan putra semata wayangnya untuk di asuh oleh sang nenek. Namun ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, Bu Dini yang kala itu masih muda dan cantik justru direkrut untuk bekerja di sebuah lokalisasi. Karena merasa tidak memiliki bekal pendidikan yang mumpuni, dan ada satu nyawa yang harus ia hidupi. Bu Dini pun pasrah menerima nasib dan menjadi salah satu wanita penghibur di tempat tersebut.

Sayangnya salah satu pelanggannya yang bernama Anto Codet lupa menggunakan pengaman, saat sedang mengencaninya. Dan benih itu pun tumbuh di rahimnya. Dini muda sangat kebingungan dan takut. Ia hamil tanpa suami, sedangkan di desa telah memiliki tanggungan seorang anak. Yang membuat semuanya semakin menjadi dilema adalah bayi yang ia lahirkan berjenis kelamin perempuan.

Tidak ingin beban hidupnya menjadi semakin berat karena menanggung aib. Dini menyerahkan bayinya untuk diasuh oleh Anto Codet. Pria yang sebenarnya bersedia bertanggung jawab menikahi Dini. Namun wanita itu menolak. Anto Codet bukan sosok yang tepat untuk menjadi panutan putera kesayangannya. Selain seorang preman, Anto codet juga seorang pendatang seperti dirinya.

Setelah menyerahkan Maria. Dini pun kembali ke desanya. Ia memulai kehidupannya dengan mengubur semua cerita kelam itu. Hingga akhirnya di penghujung hidupnya, Dini pun menceritakan semua nya pada sang putera.

"Kenapa tidak sejak dulu ibu mencari adikku?" tanya Mario dengan bibir bergetar menahan amarah. Ibu kebanggaannya ternyata menyimpan sebuah fakta yang seketika meruntuhkan kepercayaannya.

"Karena ibu berpikir, anak perempuan sebaiknya dalam perlindungan bapak kandungnya."

"Bagaimana jika adikku hidup menderita diasuh oleh bajingan itu?" tanya Mario dengan penuh emosi. Membayangkan adik perempuannya harus hidup di neraka membuat Mario kalap.

Dini seolah tertampar. Ia lupa jika Anto Codet adalah seorang bajingan. Ia telah menelantarkan anak perempuannya dan tidak tahu bagaimana nasibnya sekarang. Perasaan bersalah membuat kondisinya semakin menurun. Dan di akhir tarikan nafasnya, ia kembali meminta Mario untuk menemukan adiknya.

"Nama adikmu adalah Maria."

Ucapan terakhir sang ibu sebelum meninggal kembali terngiang dan membuat Mario tersadar dari lamunannya. Jantungnya berdegup dengan kencang.

Ketika Cinta Telah Bicara (End) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang