"Kamu nggak keberatan kan, Sweety. Kalau acara lamaran kita, ditunda dulu." jujur Mario pada Safira saat ia mengajak berkencan si cantik admin SPBU itu.
Sebagai seorang laki - laki, Mario berusaha memegang teguh janjinya sampai mati. Karena itu ia segera memberitahukan semuanya kepada Safira. Ia tidak ingin dikira PHP. Jadi setelah memastikan hidup adiknya bahagia bersama Yudha, ia akan totalitas membahagiakan Safira. Begitulah sumpah Palapa ala Mario.
"Ya nggak masalah sih, Mas. Maria juga berhak memperoleh kebahagiaannya. Hanya saja aku tidak menyangka Maria bakal celebek dengan Yudha, padahal kupikir----." Safira tertawa geli ketika ingat masa awal - awal Maria dan Mario pertama kali bertemu.
"Kamu berpikir---?" Mario menaikkan alisnya.
"Kupikir Mas Rio naksir Maria dan aku sudah berniat menyomblangi kalian berdua." Safira melanjutkan ucapannya.
Mario ikut tertawa geli saat mendengar alasan Safira. Mungkin saat itu rasa penasaran Mario pada Maria begitu kentara, sehingga menimbulkan praduga yang iya - iya.
Mario meraih jemari Safira dan mengecupnya. "Terima kasih, kamu sudah menggantikan aku untuk melindungi dan menyayangi adikku." ucap Mario tulus pada sang Dewi tak bersayap yang duduk di hadapannya. Hatinya kian mantap untuk menjadikan Safira sebagai pendamping dan ibu dari anak - anaknya kelak.
Safira ikut trenyuh saat menatap Mario yang menunjukkan wajah sedihnya. Safira paham, pria itu pasti merasa menyesal tidak dapat melindungi dan menghibur adiknya di masa - masa pahit. Seandainya ia menjadi Maria, ia belum tentu sanggup menghadapi cobaan seberat sahabatnya yang sejak SMP harus sering hidup sendirian karena sang ayah yang rajin bolak - balik mendekam di penjara.
"Aku nggak bisa bayangkan seperti apakah kehidupan Maria jika kamu dan ibu nggak ada disampingnya." ucap Mario dengan mata berkaca - kaca.
Melihat kekasihnya bersedih, Safira balas menepuk - nepuk punggung tangan Mario. "Mas Rio nggak perlu khawatir. Seandainya kalian belum ditakdirkan untuk bertemu pun, aku akan selalu ada untuk Maria seperti dia yang selalu siap membantuku." hibur Safira pada lelaki yang kini tampak tertunduk dalam.
******
Maria sendirian di kontrakkan sambil melamun. Setelah ayahnya meninggal, hidupnya tiba - tiba berubah dengan drastis. Harus menjadi gelandangan, kemudian bertemu saudaranya. Dan yang paling baru adalah Yudha akan melamarnya. Kehidupannya benar - benar mirip cerita novel saja karena serba kebetulan.
Maria memeluk bantalnya sambil tersenyum - senyum membayangkan sosok Yudha. Meskipun harus melalui serangkaian kisah menye - menye, akhirnya ia bisa mendapatkan perhatian dari pria itu. Padahal saat teringat keusilannya di masa lalu, Maria menjadi malu sendiri. Bisa - bisanya ia berbuat sedemikian rupa yang sangat - sangat annoying demi mencari perhatiannya Yudha.
"Ya ampun, aku keterlaluan banget sih!" Maria menampar pipinya sendiri karena geli dengan kelakuannya dulu. "Pantas saja Yudha sebel banget padaku."
Kemudian selintas kenangan indah itu muncul. Sepenggal kisah awal dimana Maria mulai mengagumi dan ingin selalu dekat dengan Yudha.
Maria sadar jika sejak kecil orang - orang tidak mau dekat dengannya. Entah dengan alasan apa, Maria kecil sendiri tidak tahu. Teman - temannya pun enggan bermain dan membiarkan Maria sendirian. Dan suatu hari, ibu guru meminta murid - murid mengerjakan tugas kelompok. Sudah bisa dipastikan jika semua anak tidak ingin satu team dengan Maria. Hingga seorang anak laki - laki tetangga sebelah rumah mengijinkan Maria untuk satu kelompok dengannya.
Betapa senangnya Maria kala itu, karena masih ada seseorang yang peduli padanya. Sayangnya hari itu setelah beberapa orang polisi datang untuk membawa ayahnya ke penjara, Yudha mulai menjauhi Maria.

KAMU SEDANG MEMBACA
Ketika Cinta Telah Bicara (End)
LosoweSilakan dibaca tapi jangan ATM ya. Lima belas tahun yang lalu, Maria adalah sosok yang ceria tidak peduli bagaimana asal - usulnya. Namun semenjak dirinya menyatakan cinta pada Yudha dan ditolak, ia jadi memahami mengapa Bibit, Bebet, dan Bobot men...