Sedikit mengesalkan, tapi setidaknya ia berusaha untuk membahagiakan
***
Hari ini, entah mengapa Violin tak terlalu bersemangat menjalani harinya. Selepas pulang sekolah, Violin langsung bergegas mandi, lalu tidur dan baru terbangun pukul 19.35 WIB. Melewatkan tugas-tugasnya yang sudah menumpuk dan juga mungkin makan malam. Itulah alasan mengapa sekarang dia merasa sangat lemas. Violin memegangi perutnya yang terasa lapar, namun dia terlalu malas untuk makan makanan berat, yang butuhkan saat ini adalah beberapa snack untuk mengganjal perutnya.
Dengan langkah gontai, Violin bangkit dari kasur queen-sizenya menuju dapur. Langkah Violin begitu pelan, nyaris tak terdengar. Perutnya yang keroncongan membuatnya harus berjalan ke dapur padahal ia sedang malas.
Sepi. Tak ada ibunya yang biasa duduk menonton televisi di ruang tamu, juga ayahnya yang selalu setia menemani ibunya sambil menyesap secangkir kopi panas. Merasa bingung, Violin pun mencari ibunya.
"Mamah!" teriak Violin lantang di ruang tamu. Tiada ada sahutan, membuatnya kembali berteriak dengan intonasi yang lebih keras dari sebelumnya.
"Mamahh!!" jeritnya kembali. Violin berjalan menuju dapur, sambil mencari Mbok Tini, pembantunya. Mungkin ia tahu dimana kedua orangtuanya.
"Mbok .., " panggil Violin pelan.
"Iya, Non. Ada apa?" Sahutan itu muncul dari arah dapur, membuat langkah Violin otomotis berjalan menuju Mbok Tini. Begitu sampai, Violin melihat mbok Tini yang sedang mengiris tipis tempe, kemudian diletakkan di satu tempat untuk dicampuri bumbu. Dengan telaten, Mbok Tini mulai mengolah bahan bahan dapur manjadi makanan kesukaan Violin, tempe kecap manis.
"Mbok, Mama sama Ayah ke mana?" tanya Violin sambil terus mengawasi Mbok Tini yang sedang asik dengan pekerjaannya.
"Bapak dari sore sudah jalan, Non. Saya ndak tahu ke mana. Tapi kalau Ibu, ada di taman belakang sedari sore. Ibu keasikan ngurusin bunga anggrek barunya," jelas Mbok Tini membuat Violin menganggukkan kepala tanda paham namun matanya yang tak lepas memandangi tempe kecap manis yang hampir siap untuk disantap.
"Hmm, wanginya manis banget. Jadi tambah lapar," ucap Violin cengengesan, memperhatikan Mbok Tini yang sedang memasak.
"Bentar lagi jadi kok, Non. Ditunggu aja di ruang tamu," balas Mbok Tini sambil tertawa pelan.
Suara bel rumah berbunyi, menyadarkan Violin dan membuatnya keheranan. Tadi itu bunyi bel rumahnya, kan? Lalu, siapa yang datang?
"Ada tamu, Non," ucap mbok Tini sambil menatap Violin.
Suara bel itu berbunyi untuk yang kedua kalinya. "Biar aku aja, Mbok," putus Violin sambil bergegas keluar dari dapur. Langkahnya sedikit tergesa-gesa, kala bunyi bel ketiga kembali terdengar.
Violin sedikit terkejut kala membuka pintu dan yang ditemukannya adalah Algis.
"Assalamualaikum."
"Loh, Gis? Lo ngapain kerumah gue?" tanya Violin bingung.
"Nggak ada balasan, nih? Tadi gue bilang Assalamualaikum, loh," tanya Algis tanpa menjawab pertanyaan Violin.
"Iya ... iya. Waalaikumsalam. Lo ngapain ke sini?" tanya Violin untuk kedua kalinya.
"Gue nggak diizinin masuk nih? Capek loh dari tadi berdiri mulu." Algis kembali berucap, mengacuhkan pertanyaan Violin, membuat gadis itu jengah.
Violin menghembuskan napasnya sedikit kasar, lalu mempersilahkan Algis masuk.
"Masuk dulu, Gis. Duduk aja, gue buatin minum bentar."
"Eh! Nggak usah." Algis menahannya. Violin mengangkat sebelah alisnya heran.
"Gue cuman mau ngajak lo ke pasar malam, lo mau kan?"
Algid mengajaknya tiba-tiba, tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Pergi ke pasar malam? Untuk apa?
"Pasar malam? Ngapain?" tanya Violin bingung.
"Jalan-jalan lah. Masa ngajak jualan?" balas Algis jengah. "Lo mau, kan?" lanjut Algis cepat.
"Tapi gue belum siap, gue juga belum ngasih tahu mama. Lo sih, mendadak banget."
"Lo siap-siap, gih. Gue yang minta izin sama Mama lo."
"Oke," balas Violin sekenanya lalu pergi menuju taman belakang memanggil ibunya. Melihat ibunya dan Algis berbicara berdua, Violin lebih memilih untuk bergegas menuju kamarnya berganti pakaian.
Belasan menit berlalu. Violin sudah siap dengan baju kaos putih polos, celana jeans hitam, juga jaket tebal berwarna hijau army. Violin turun dari kamarnya dengan langkah terburu-buru, tak sabar ingin pergi ke pasar malam.
"Udah Gis, Ayo," ajak Violin.
KAMU SEDANG MEMBACA
ComeBack [COMPLETED]
Teen FictionTAHAP REVISI! [25 Day Make A Story A'R Squad] Kembali. Itulah yang diinginkan seorang gadis remaja yang kini baru memasuki kelas sebelas, gadis tersebut bernama Violin. Sedari dulu ia ingin sekali sahabat kecilnya kembali, sahabat yang dulu pernah...
![ComeBack [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/200438615-64-k458793.jpg)