Shadow of Thief - 2

1.5K 188 4
                                        

Lagi-lagi berita hilangnya batu permata kembali menjadi trending topik di Jepang. Inspektur Hyuuga terlihat kesal karena batu mulia Aquamarine hilang dan seorang petugas tewas di bank Toto.

"Pencuri Bayangan sialan!"

"Itu bukan perbuatan Pencuri Bayangan, seseorang mencoba meniru aksinya karena dalam kasus Shadow of Thief tak pernah sekalipun terlibat pembunuhan. Dia hanya mengincar batu mulia," kata Neji.

"Inspektur Hyuuga!" Seorang polisi muda dengan napas terengah menghampirinya. "Para penjahat itu minta agar disediakan uang 200 juta yen, jika tidak mereka akan meledakkan bank Toto beserta 45 orang sandera."

"Apa?!" Hyuuga Hiashi menggertakkan giginya kesal.

"Perampokan kali ini bukan ulah Shadow of Thief!"

"Neji, ayo kita ke sana dan kalian semua ikut denganku!" Kelompok divisi dua langsung mengangguk dan mengikuti perintah atasan mereka.

💎💎💎

Sementara itu, Hinata menunggu Sasuke di apartemennya. Sejujurnya dia merasa takut saat lusa kemarin menyerahkan tubuhnya pada pemuda Uchiha tersebut. Bingung usai percintaannya itu, ia sama sekali tak berdarah. Namun, sepertinya Sasuke tak peduli. Ketika bercerita pada Neji soal asmaranya, polisi hentai itu justru terbahak hampir menangis dan mengatakan hal itu wajar. Neji malah menyarankan agar lebih sering melakukannya supaya hubungan mereka bertambah dekat. Cetusan ide gila yang terdengar seperti iblis yang akan diijinkan masuk surga, dan sebagai lelaki normal Sasuke dengan senang hati menurutinya.

Apartemen itu sepi. Hinata masuk ke dalam dengan hati-hati, Sasuke memberi tahu kode apartemennya. Ia mengamati ruangan itu seksama, tiba-tiba saja matanya terbelalak tak percaya saat pandangannya menemukan benda-benda berkilau di etalase. Itu adalah batu mulia yang hilang dicuri Shadow of Thief. Tiba-tiba saja jantung Hinata seperti ditusuk pisau. Ngilu sekali.

Gadis itu termenung. 'Apa selama ini Sasuke adalah Shadow of Thief?' Belum sempat terjawab dugaannya, kekagetannya bertambah ketika Sasuke mendadak muncul bersama pemuda sepantarannya sambil membawa batu mulia biru. Permata Aquamarine, batu yang diberitakan hilang tadi. "Sa-Sasuke-kun," lirihnya pelan.

Sasuke dan Naruto menoleh kaget mendapati Hinata ada di apartemen mereka. Sasuke tampak tenang dan menyuruh Naruto pergi, bagai asap pemuda jangkung itu hilang.

"Jadi kau si Pencuri Bayangan itu?" Hinata menatapnya tak percaya.

Sasuke bergeming. Iris matanya berubah hitam saat dia melepas cincin berlogo kipas merah. "Lalu?"

"Lalu?" Ulang Hinata tak mengerti.

Tersenyum menyeringai, Sasuke mendekatinya. "Lalu kenapa jika aku si Pencuri Bayangan?"

PLAK! Pemuda itu terhuyung, tubuhnya tak lagi terlindungi kekuatan jika ia melepas cincin kipas merahnya. Sasuke mengusap santai bibirnya yang berdarah.

"Dasar Bedebah! Beraninya kau membohongiku. Aku membencimu!" Tangan Hinata bergetar.

Sasuke tertawa. "Faktanya kau tergila-gila padaku. Kau bahkan menyerahkan tubuhmu dan membiarkanku menikmati tubuhmu berkali-kali. Akuilah kau telah mendapat kenikmatan dariku." Dan tamparan itu kembali Sasuke dapatkan. Pemuda itu kali ini lebih siaga. Dengan cepat ia memakai cincin kipas merah dan seketika ia berubah menjadi sosok Shadow of Thief. Ia mendekap Hinata secepat kilat hingga gadis itu tak bergerak lalu berbisik, "Aku ada kejutan untukmu, Sayang. Ini ingatanmu yang sengaja aku simpan." Sasuke membuka telapak tangannya lalu muncul cahaya putih.

💎💎💎

Kejadian itu tergambar di depan mata Hinata seperti menonton televisi. Saat Sasuke berhasil mencuri batu Ruby dan bertemu Hinata di perpustakaan umum malam itu.

Hinata Hime [On Going]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang