58%

18K 1.7K 151
                                    

✔️ make sure you like and comments

Setelah hari panjang yang cukup melelahkan batin dan raganya, kini gadis bernama Christy tersebut akhirnya dapat terlelap meski akhirnya terbangun lagi akibat suara aneh yang mengganggu pendengarannya

Merasa ada yang memperhatikannya, Christy membuka matanya dengan takut, lampu kamarnya sudah mati sehingga ia tidak dapat memastikan apakah di depan pintu tersebut ada orang atau hanya perasaannya saja

Dengan samar ia melihat seseorang berdiri disana dengan melipatkan tangannya di depan dada,seperti tengah menatapnya

"si-siapa?" suaranya bergetar, yang ia pikirkan hanyalah satu

Arwah Baejin menggentayanginya

Tanpa menjawab lelaki misterius tersebut malah melangkah maju untuk mendekati Christy yang tanpa sadar mundur hingga ia ingin terjatuh dari tempat tidurnya

Dengan cepat lelaki tersebut menahan tubuhnya yang hampir saja menyentuh lantai

"jangan ceroboh" suara tersebut membuat hati Christy mendesir, ia sangat mengenal siapa pemilik suara tersebut

Jeon Jungkook

"apa yang kau lakukan disini?" tanya Christy dingin sembari menyalakan lampu kamarnya, meski pada faktanya ia benar-benar ingin menangis karna ketakutan

"kau masih marah rupanya"

"pergi" usir gadis tersebut, ia sangat heran bagaimana Jungkook bisa masuk ke dalam kamarnya, mungkinkah lelaki itu membobol pintu utama rumahnya?

"kau pikir aku akan mematuhimu begitu saja?" suaranya sangat pelan namun cukup untuk di dengar

"seseorang tengah memperhatikan" -Jungkook

"iya dan orang itu kau" -Christy

Jungkook tersenyum, ia tahu Christy tidak akan mengerti tentang apa yang ia katakan, semenjak sms dari nomer tak di kenal yang masuk ke dalam telpon genggamnya

Saat itu juga ia berjanji tidak akan lengah untuk selalu berada di dekat gadis tersebut, Jungkook tidak akan membiarkan satu orang pun menyentuh miliknya meski se-inci apalagi sampai melukainya

"besok acara pemakaman Baejin, ku harap kau tidak hadir" ucapan tersebut membuat Christy mendongak heran

"tentu aku akan hadir" -Christy

"Jangan membantah!" bentaknya sembari menatap tajam ke arah Christy seolah-olah ia benar-benar serius tentang apa yang ia katakan

"wae?" kini suara itu sedikit bergetar, jujur Christy sangat takut dengan perilaku Jungkook terhadapnya

"tetap tinggal dirumah" -Jungkook

"jebal" tuturnya lelaki itu dengan nada merendah

Tangan Jungkook ter-ulur untuk menyentuh pucuk kepala gadis tersebut hanya saja Christy menghindarinya

Perlahan lelaki itu duduk di pinggir kasur tepat di samping Christy berada "percaya denganku" -Jungkook

Setelah beberapa menit mereka terdiam, Jungkook kembali melanjutkan ucapannya "aku membutuhkan mu gadis penguntit" -Jungkook

Christy terdiam dengan perasaan campur aduk hingga beberapa tetes air mata membasahi pipinya, hati Jungkook mendesir manatap wajah getir gadis di hadapannya, tanpa sadar lelaki itu tersenyum, ia menyukainya

S
K
I
P

Entah berapa lama ia menangis hingga tertidur dan kini ia sudah tak mendapati Jungkook lagi di rumahnya, dengan hidung merah dan mata sembab Christy berjalan gontai ke arah kamar mandi

My Psychopath Boy (Jungkook) °×°Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang