500th Day❤- 25

1.6K 82 18
                                        

Hari-hari berjalan seperti biasa, Wira dan Anna dengan tugasnya masing-masing. Yang tidak biasa adalah waktu intensitas mereka berkomunikasi, meskipun mereka kini berada dikota yang sama tetapi itu tidak memastikan bahwa mereka akan bertemu selama dan sesering yang mereka mau. Buktinya hari ini, Anna ingin merayakan hari jadi mereka yang ke 500 dan ingin mengajak Wira makan direstaurant favorite mereka pasti ada aja kendala.

To : Mas Wira
From : Anna
Mas, hari ini jam 19.00 jangan lupa di restauran biasa ya. Happy 500 days my captain! Ily 
sent 17.50

[18.30 WIB at Anna's Home]

Anna melihat ponselnya menunggu jawaban dari lelakinya, tidak biasanya Wira mengapaikan pesan Anna selama ini apalagi dihari penting mereka. Mereka sudah berjanji ketika pertama kali pacaran ketika hari ke 100, 500 dan 1000 mereka berpacaran mereka akan menyempatkan waktunya untuk bertemu sebentar meskipun via videocall. Hari ini hari ke 500 sejak mereka berpacaran, sebulan yang lalu mereka berjanji untuk bertemu di restauran favorite mereka untuk merayakannya bersama. Tetapi saat ini, dari pagi hari Wira tidak mengirimkan satu pesanpun kepada Anna. 

'Apa dia lupa?'

'Apa dia sedang sibuk?'

'Mengapa dia tidak memberitahuku'

Begitulah kira-kiranya pikiran seorang Farida Kirana yang dari pagi terus menatap layar ponselnya menunggu pesan dari seseorang yang dikasihinya.

"Tatap aja terus sampe meledak hpnya ka!" Seru samuel dari balik pintu kamar Anna, Anna menoleh kearah samuel kesal.

"Sudah deh, gausah bikin mood kaka yang jelek tambah berantakan" jawab Anna ketus sambil membaringkan tubuhnya di kasur. "Sana anak kecil pergi!" lanjut Anna sambil memejamkan mata menahan tangis yang sedaritadi ia tahan.

Samuel yang mengetahui kakanya sedang tidak baik-baik saja langsung berjalan menjauhi kamar kakaknya dan bergegas mengendarai motor kesayangannya menuju supermarket mini didekat rumahnya untuk membeli beberapa kudapan dan coklat kesukaan kakaknya untuk menambal moodnya yang sedang berlubang.

"Hey sam! Lagi ngapain lo?" Suara seseorang memanggil Samuel ketika ia sedang berjongkok memilih coklat kesukaan Anna. Samuel melihat kearah sumber suara itu dan ternyata disana ada Ichan temannya sedang membeli beberapa minuman. Samuel berdiri dan menghampiri Ichan. 

"Haha, harusnya gue yang nanya lu yang ngapain disini pinterr. Rumah lu jauh elah dari sini kenapa tiba-tiba nyasar kesini." kata Samuel 

Ichan menggaruk leher yang tak gatal, "hehe Anu, gue tadinya mau main ke rumah lu hehehe soalnya dirumah Tama abangnya tiba-tiba diamuk orang lain" kata Ichan pelan.

Samuel mengernyitkan dahinya bingung, "Abang Tama? Bang Wira?" Tanya Samuel lagi.

"Hooh bang Wira"

Anna's POV

Aku terus mengirimkan pesan kepada mas Wira karena sudah pukul 20.00 ia belum juga merespon pesanku.

"Apa ia sengaja untuk memberikan surprise kepadaku? Ah childish sekali pemikiranku ini. mana mungkin dia melakukan hal kekanak-kanakan seperti itu!" batinku.

To : Mas Wira❤
From : Anna
Mas..
Mas baik-baik aja kan? Jangan bikin Anna khawatir please...
send 19.30

Mas! Anna Rindu!
send 19.43

(Mas, You still love me?)
(*delete message*)

I love youuuuuuu, sleep well ❤
send 19.55

Aku, Kamu dan NegaraCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang