Tidak ada hal yang menarik. Jennie yang telah bosan terhadap ponselnya. Ia ingin pergi ke luar, bukan terjebak di unit suaminya. Benar-benar membuang uang dengan percuma, apa gunanya melakukan perjalanan udara yang begitu melelahkan hanya untuk tidur dan menghabiskan waktu tanpa melakukan apapun di sini.
Sama saja bohong.
Meski bulan madu penuh kepalsuan, setidaknya Jennie ingin berlibur dan melakukan hal yang menyenangkan!
Jennie melirik pada siulet pria yang baru saja selesai membersihkan dirinya. Tercium bau sitrus yang begitu menggodanya, membuatnya berlarut untuk beberapa detik. Gadis itu mengerjap, kemudian berdeham kecil untuk sengaja menarik perhatian Taehyung. Bagaimana pun, hanya pria itu yang bisa diajak bicara untuk meredakan tenggorokannya yang gatal.
"Aku bosan. Bisakah kita pergi ke luar?"
Taehyung tidak menanggapi, sibuk mengeringkan rambut basahnya dengan handuk kecil.
Dengusan keras tercipta karena reaksi menyebalkan sang suami. Jennie dengan sengaja mengeraskan suaranya, "Aku ingin ke luar. Aku ingin pergi ke menara Eiffel."
Taehyung bertindak acuh tak acuh namun kini menjawab, "Besok. Sekarang terlalu panas."
Jennie cemberut. Tidak mengharapkan jawaban seperti itu.
Keheningan menguasai ruangan. Tidak ada yang mengeluarkan sua. Tanpa permisi, Taehyung meninggalkannya sendiri.
Jennie membenturkan kepalanya di kepala ranjang. Ia geram. Perilaku suaminya berubah-ubah, kadang dingin, kadang sedikit menyentuh hatinya. Ia memejam, memikirkan banyak hal dalam benak. Rencananya untuk menyelidiki orientasi seksual suaminya menjadi yang pertama muncul. Ia mendengus geli. Tak hanya itu, ia juga memikirkan mengenai urusan hidupnya. Jennie tahu jika kualifikasi suaminya begitu sempurna, menampik prasangka negatifnya terhadap Taehyung, keputusan final mengenai masa depan yang cemerlang melintasi benaknya. Tidak apa untuk menjalani hidup bersama Taehyung, bersama-sama menumbuhkan perasaan dan berbagi kasih sayang. Itu adalah cara normal manusia menghabiskan waktu mereka, tumbuh besar lalu menikah dan hidup berbahagia selama-lamanya.
Anggaplah ia terlalu naif, namun ia benar-benar menginginkan hidup normal sebagai seorang wanita yang melepaskan status gadis. Terlepas dari rasa cinta dan semacamnya, menyalurkan hasrat primitif sebagai sebuah pasangan dalam sebuah pernikahan adalah hal yang sangat wajar. Abaikan sifat dan sikap Taehyung yang seringkali membuatnya kesal, pria itu masih suaminya. Dan ia telah menerima pernikahannya.
Jennie bukan lagi gadis remaja yang manja. Ia telah menikah.
Lupakan soal rencana hidup, ingatlah tentang rencana untuk menyelidiki suaminya! Bagaimana ia harus menguji pria itu?
Video wanita cantik nan seksi segera ia putar melalui ponselnya. Itu adalah model wanita terpanas bulan ini! Jika Taehyung adalah pria yang lurus, ia tidak akan memalingkan mata darinya. Jennie buru-buru bangkit dan beranjak, menghampiri Taehyung yang ternyata tengah duduk di depan televisi sembari meminum jus dari sedotan tipis.
Pria itu menonton acara lokal, terlihat begitu fokus sampai tidak menyadari presensi Jennie. Gadis itu tanpa ragu duduk menjajarinya, membuatnya sedikit terpenjat, namun tak banyak bergerak kaget.
".... Apa?"
Gadis dengan senyum mencurigakan, terlihat begitu terengah. Sangat tak sabar memegang ponsel untuk kemudian menyodorkannya kepadanya. "Coba lihat! Bukankah dia sangat menarik?"
Taehyung yang mendapat perlakuan aneh dengan tiba-tiba tidak banyak memikirkan. Ia lalu melihat ponsel yang menunjukkan adegan wanita dengan bikini minim yang mengekspos kulit mulusnya, dalam keadaan basah tengah berjalan anggun di pinggiran pantai.
KAMU SEDANG MEMBACA
STRAIGHT? [TN]
FanficJennie terpaksa menikahi pria yang dipilih ayahnya. Namun pria itu sama sekali tidak memiliki minat terhadapnya, bahkan untuk sekedar melirik apalagi menyentuh. Ia tidak meragukan dirinya yang sempurna sehingga ketidakminatan sang suami mendorongnya...
![STRAIGHT? [TN]](https://img.wattpad.com/cover/205740390-64-k275700.jpg)