Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Ilusi Kenyamanan ; 21

6.4K 696 38
                                        

trigger warning: self-harm, suicide.


Jennie tidak berhenti menangis sejak ayahnya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. Jiyong dinyatakan kritis, tidak tahu kapan akan membaik. Tujuh jam telah berlalu, dan setiap detiknya terasa menyesakkan. Jennie menunggu dan berharap banyak. 

Sementara Seokjin yang telah mendapatkan ketenangannya hanya duduk dan terdiam di samping Jennie. Ia tidak memiliki keberanian untuk mengatakan satu kata pun sebelum adiknya terlebih dulu mengajaknya bicara. Hal ini dikarenakan oleh amarahnya yang tidak tertahankan. Lagi pula, kakak mana yang tidak merasa marah setelah perlakuan tidak adil didapatkan oleh adik kesayangannya hanya karena kesalahan dari orang tua mereka? Seokjin yang telah mengetahui semuanya tidak peduli pada apa pun lagi kecuali Jennie. Ia bahkan tidak peduli jika harus mempermalukan dirinya di hadapan banyak orang. Begitu ia bertemu dengan Taehyung, ia tidak memiliki keraguan untuk menghadiahinya pukulan keras. Namun itu tidak pernah cukup untuk membalas apa yang Taehyung lakukan pada Jennie. Pria bajingan itu harus merasakan hal yang lebih buruk. 

Suara dehaman kecil dari Jennie membuat Seokjin menegapkan punggungnya. Perempuan itu berkata, "Maaf."

Mendengarnya membuat Seokjin memandang Jennie bingung. Adiknya tidak melakukan kesalahan apa pun. Maka ia bertanya dengan lembut, "Maaf?"

Jennie tersenyum. Namun tidak ada kebahagiaan di dalamnya. Seokjin merasa hatinya tercubit. Itu adalah senyuman yang terlihat sangat menyakitkan, penuh paksaan dan kepalsuan. "Aku... Aku minta maaf untuk ibuku."

"..." Seokjin kehilangan kata-kata untuk sekian detik. Ia merasakan kerapuhan Jennie menyengat hatinya. Matanya memanas. Ia buru-buru mendekap adiknya, berkata dengan berat, "Kau tahu... Itu tidak perlu. Kau tidak perlu melakukannya. Kau tidak memiliki tanggung jawab untuk itu."

Jennie terisak, kali ini air matanya tidak lagi tersisa. Hanya ada suara pekik yang menyakitkan. "Aku... Aku benar-benar minta maaf atas namanya. Ku mohon... Bagaimana pun, dia..."

Merasa tidak ingin melukai hatinya lagi dengan penderitaan Jennie, Seokjin menyela kata-katanya, "Ya. Berhentilah meminta maaf. Aku telah memaafkannya... Kau tidak perlu memikirkannya lagi. Cukup, Jennie. Semua telah berakhir."

Hati Jennie begitu lembut dan baik. Seokjin terenyuh karenanya. Jauh di dalam hatinya, ia tidak akan pernah memaafkan Jessica atas semua perbuatannya. Dulu wanita itu membuat ibunya menjadi sakit dan gila. sekarang... Wanita itu membuat adik kesayangannya menderita terlalu dalam. 

Jessica dan Jiyong... Seokjin merasa muak mengetahui semua kebusukan mereka. Ia membenci mereka atas perselingkuhan mereka. Jiyong, ayahnya, telah menelantarkannya dan ibunya untuk pergi bersama Jessica. Itu menjadi hal yang tidak akan pernah ia maafkan. Apabila Jennie tidak datang dalam hidupnya, ia mungkin tidak akan pernah mendapat kebahagiaan setelah ibunya tiada. Saat Jennie lahir, ia pikir, ia akan segera membencinya. Namun anak dari Jessica dan ayahnya tumbuh di sekitarnya menjadi gadis kecil yang periang. Membawa suasana penuh tawa di dalam rumah. Ia perlahan mulai menerima takdirnya, bahkan mematuhi segala ucapan Jiyong. Jennie begitu menyukai ayahnya, dan Seokjin tidak ingin mengecewakan adik kecilnya.  

Seokjin tiba-tiba dikejutkan oleh rematan di tangannya. Itu adalah perbuatan Jennie. Dan tangannya yang kecil sedikit gemetar. "Kak... Aku tidak ingin melanjutkannya lagi. Aku ingin mengakhirinya... Aku..." Ia terjeda sejenak, lidahnya tiba-tiba merasa kelu. Namun setelah mengatur napasnya menjadi lebih baik, Jennie melanjutkan ucapannya, "Aku ingin bercerai."

Meski tidak memiliki keraguan, mengetahui semua hal indah yang telah dilakukannya bersama Taehyung akan menjadi kenangan palsu membuatnya kembali sakit. Semuanya terasa membahagiakan dan hal itu akan segera berakhir. Kebahagiaan yang sejak awal tidak pernah ditakdirkan untuknya, akan segera usai. Seokjin semakin erat mendekap dalam pelukan hangatnya. Lalu Jennie menangis tanpa suara. 

STRAIGHT? [TN]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang