Kim Jiyong dinyatakan meninggal setelah dua minggu penuh menjalani perawatan intensif. Tanpa terbangun, tanpa kata apa pun, ayah Jennie telah meninggalkannya. Kini ia hanya memiliki Seokjin dan Taehyung sebagai keluarganya.
Hari-harinya seolah berjalan makin berat tiap harinya. Meski mendapat dukungan besar dari orang-orang di sekitarnya, Jennie masih merasa semua yang terjadi seperti mimpi. Ayah yang merawat dan membesarkannya pergi tanpa penjelasan apa pun. Setelah apa yang ia lakukan di masa lalu, setidaknya Jennie ingin tahu dari sudut pandangnya. Apakah ayahnya benar-benar melakukan itu atas keinginannya, atau adakah paksaan yang membuatnya melakukan itu semua? Jennie dipaksa memendam rasa ingin tahunya. Jiyong memberinya duka dan rasa bersalah yang besar.
Seokjin telah tidak tahan dengan kondisi adiknya yang semakin sering melamun. Jujur saja, ia masih belum bisa memaafkan Taehyung atas apa yang dilakukannya pada Jennie. Tetapi jika tidak ada pria itu, ia tidak bisa melakukan apa pun untuk menghibur adiknya. Seperti yang sekarang terjadi, saat Taehyung pergi mengurus hal penting, Jennie terdiam tanpa minat untuk tersenyum. Betapa menjengkelkan. Seokjin dibuat cemburu pada adik iparnya sendiri. Ia telah melewati badai dan serangkaian kejadian mengerikan hanya untuk mengunjungi rumah adiknya, tetapi pemandangan yang pertama kali ia lihat saat menginjakkan kaki di sini adalah kondisi adiknya yang seperti patung. Seokjin berdeham lalu memanggilnya, "Jennie."
"...."
Seokjin dibuat semakin buruk. Asam hatinya menjadi naik hingga ke permukaan. Ia berhela singkat, menetralisir sedikit kecemburuannya. "Uhm, Jennie. Berhenti melamun."
Jennie baru saja tersadar dari pikirannya. Ia mengerjap sebentar, pandangannya menjadi beralih pada sosok Seokjin yang terlihat masam. "Ah, maaf. Aku hanya tidak sadar sudah terlarut dalam pikiranku sendiri."
"Jangan pernah merasa sendiri." Seokjin berujar santai sekaligus menenangkannya. Ia kemudian duduk menjajari adiknya. "Jika kau sedih, kau bisa memanggilku."
"Itu akan merepotkanmu."
"Sejak kapan kau tidak merepotkanku."
Jennie mendengus. "Kau tidak ikhlas?"
Seokjin terkekeh sedikit panik, "Heh... Aku hanya bercanda. Kau tahu, jika kau terus-terusan bersedih, wajahmu akan menua lebih cepat."
"Omong kosong."
Melihat cara Jennie mendapat kekesalan sekaligus senyum kecil di sudut bibirnya, Seokjin tahu jika adiknya telah merasa lebih baik untuk saat ini. Ia kemudian meraih kepala Jennie untuk mengacak-acak rambutnya. "Begini lebih baik."
"Pantatmu."
"Ah, kucing galak."
"Siapa yang kau panggil galak!?"
"Tidak ada."
"Kau menyebalkan."
Seokjin tidak bisa menahan rasa gemasnya. Meski telah beranjak dewasa, Jennie di matanya masihlah Jennie kecil yang terbiasa manja padanya. "Maaf, maaf. Jangan marah, oke?"
"Hm." Jennie tidak menanggapi dengan serius permintaan maaf kakaknya. Ia masih memikirkan tentang kebenaran masa lalu. Mengapa ibu dan ayahnya.... Ia sungguh tidak memiliki kesan buruk tentang mereka diingatannya. Ia hanya mengingat memori indah saat ibunya membesarkannya dengan penuh kasih sayang, tetapi karena penyakitnya, ibunya tidak memiliki umur yang panjang. Baginya, Jessica adalah malaikat yang Tuhan takdirkan untuk memberinya rasa aman dan kebahagiaan. Tetapi dibalik kelembutan dan segala kebaikannya, Jessica diam-diam menghancurkan hidup orang lain. Ia merebut ayahnya dari wanita yang tak lain adalah ibu Seokjin... Jessica membuat hidupnya menjadi seperti neraka. Ibu Seokjin kehilangan kewarasannya, menjadi gila dan terabaikan. Membuat Seokjin membenci ayahnya sendiri. Ia juga memanfaatkan suami orang lain... Ia memanfaatkan ayah Jungkook dan Somi untuk kepentingannya. Jennie tidak tahu apakah ia masih bisa memandang ibunya seperti dahulu kala. Sementara ayahnya... Ia tidak bisa memikirkan apa pun lebih dari ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
STRAIGHT? [TN]
FanfictionJennie terpaksa menikahi pria yang dipilih ayahnya. Namun pria itu sama sekali tidak memiliki minat terhadapnya, bahkan untuk sekedar melirik apalagi menyentuh. Ia tidak meragukan dirinya yang sempurna sehingga ketidakminatan sang suami mendorongnya...
![STRAIGHT? [TN]](https://img.wattpad.com/cover/205740390-64-k275700.jpg)