Bagian 29

87 9 0
                                        

Happy reading!💙

Bagian 29
Love Letter

Delia mendengus pelan menatap dua sahabatnya yang menggandeng pacar masing-masing.

"Beneran nggak apa-apa lo berangkat sendiri kesekolah?" tanya Kintan memastikan.

"Iya, nggak apa-apa."

"Tapi nada bicara lo kayak nggak rela gitu, Del," ucap Alana.

"Duh, kalian ini, udah sana cepetan jalan, deh! Nanti gue belakangan, soalnya ada yang ketinggalan dikamar, bye!" Delia berlari masuk kedalam asrama.

"Mau gue panggilin Rey, gak, Del?" tanya Nathan

Delia berbalik lalu mendelik tajam, "Gak perlu!"

Kontan dua pasang kekasih yang berdiri depan asrama putri Pelita langsung tergelak. Setelah memastikan Delia masuk kedalam asrama mereka berjalan kaki menuju kesekolah.

Sementara di lain tempat, Delia masuk kedalam kamarnya dan segera mengambil ponselnya yang tergeletak diatas tempat tidur.

"Huh, hampir aja kelupaan," gumam Delia. Dia meraih ponselnya itu lalu memasukkannya kedalam tas dan keluar dari kamarnya. Setelah memastikan pintunya terkunci, Delia berjalan menuju tangga yang akan membawanya kelantai satu.

Sampai di depan pintu depan Asrama, langkah Delia terhenti. Dia segera minggir ke tembok dan mempertajam penglihatannya untuk memastikan cowok yang berdiri di halaman asrama adalah Rey.

"Duh, pasti Nathan, nih, yang suruh kesini," gerutu Delia.

Setelah selesai menormalkan detak jantungnya yang berdebar lebih kencang saat melihat Rey, Delia perlahan berjalan keluar, berusaha terlihat biasa-biasa saja.

"Hei, Del. Pagi," sapa Rey melambaikan tangannya.

"Eh, pa-pagi." Delia melambaikan tangannya kikuk. Ya Tuhan, nih tangan nggak bisa terlihat biasa-biasa aja, gak sih?! Rutuk Delia dalam hati.

"Kok lo bisa ada disini?" tanya Delia.

"Oh, itu. Tadi pas di jalan gue ketemu sama dua pasangan baru itu, mereka nyuruh gue jemput lo, biar gak jalan sendirian."

"Oh, gitu." Delia menganggukkan kepala. Tuhkan, apa gue bilang!

"Tapi gue seneng, sih," ucap Rey tenang.

"Kenapa?"

"Karena bisa dapat kesempatan buat jalan berdua kesekolah bareng lo," ucap Rey sembari tersenyum menatap Delia.

Delia membuang muka, berusaha menyembunyikan rona merah pipinya dari Rey. "Apa sih, bisa aja lo." Delia tertawa kaku.

Rey terkekeh, "Yaudah, ayo jalan, nanti kita terlambat."

Delia mengangguk, mereka mulai berjalan menuju SMA Pelita sembari mengobrol ringan.

Sesampainya di gerbang sekolah, Rey menghentikan langkah kakinya.

"Kenapa?" tanya Delia.

"Bentar," ucap Rey lalu mengambil sepucuk surat dari kantong bajunya. "Nih," ucapnya sembari menyerahkan surat itu kepada Delia.

I Luv U!✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang