Carly masih menenggelamkan wajahnya di ceruk leher David saat pria itu mengangkat tubuhnya dan membawanya ke penthouse miliknya.
Mengingat kejadian beberapa saat yang lalu, dimana emosi David yang tidak terkontrol saat ia baru saja tiba bersama Kenan di Bar langganannya untuk melepasakan kepenatan akan pekerjaan dan berniat untuk meminum beberapa gelas alkohol.
Namun melihat seorang gadis yang ditampar dengan begitu tidak berharganya oleh seorang pria mabuk dan terlebih gadis itu adalah Carly membuat David kalap dan hampir akan membunuh pria itu. David bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana jika ia tidak datang ke bar saat itu.
"Carly sampai kapan kau akan terus memeluk leherku"ucap David saat Carly masih belum melepaskan tangannya setelah mereka kini duduk di sofa nyaman milik David.
"kau sudah aman Carly, sekarang kita sudah berada di rumah ku" Carly perlahan melepaskan tangannya dari leher David dan menggeserkan tubuhnya dengan pelan untuk tidak duduk dipangkuan pria itu.
Mendadak dirinya malu.
Tapi saat Carly mengingat kejadian beberapa saat yg lalu ia kembali diam dan ketakutan. Bayangan pemukulan membuatnya harus menelan rasa sakit yang masih terasa di sudut bibirnya. Namun lebih dari apapun, bayangan saat David memukul pria itulah yang membuatnya ketakutan. Lionel- kakaknya pernah melakukan hal sama kepada seorang pria yang hampir memperkosa Carly saat ia masih duduk di bangku Junior high school.
"Carly"panggil David merasa khawatir dengan arah tatapan carly yang terlihat penuh akan ketakutan.
Ini bukan seperti carly yang selalu menentangnya. Dan benar saat melihat air mata yang kembali mengalir di pipinya yang memerah akibat tamparan itu membuat hati David meringis merasakan kesedihannya.
"aku takut David" aku Carly dengan parau dan begitu menyesakan. David harus kembali menarik tubuh Carly dengan perlahan dan membawanya kedalam dekapannya.
"aku ada disini carly, kau ingin aku membunuhnya agar membuat mu tenang?" carly dengan segera menggelengkan kepalanya dengan cepat dan mengeratkan pelukannya dengan kuat.
Pelukan ini seperti pelukan Lionel dan ia merindukan kakaknya yang bodoh itu.
"itulah yang ku takutkan. Aku tidak ingin kau membunuhnya, aku tidak ingin kau membunuh siapapun untuk diriku...itu akan sangat menyakitkan untuk ku, aku tidak ingin membuat tangan siapapun kotor hanya untukku"
Carly melonggarkan pelukannya dan mulai menatap David dalam. Ia bersiap untuk menceritakan semua ketakutannya selama ini.
"saat aku masih berusia 15 tahun, aku dan Jessica pergi ke sebuah pesta ulang tahun teman kami dan aku bahkan tidak tahu jika pesta itu penuh dengan minuman keras yang membuat ku harus menelepon kakakku untuk segera menjemputku karena aku merasa tidak nyaman dengan pesta itu" Carly menggigit bibirnya tampak kalut untuk melanjutkan ceritanya.
"teman pria ku yang mabuk mencoba untuk memperkosa ku, aku hanya melawan sebisa ku dan tanpa ku sadari kakakku sudah menghajarnya dengan membabi buta. Aku...aku ketakutan saat itu, bagaimana jika kakakku menjadi seorang pembunuh karena diriku...aku tidak bisa membayangkan hal itu" Carly menggelengkan kepalanya frustasi seolah kejadian itu begitu ingin dihapusnya.
Meski bahkan kakaknya akhirnya memang dihukum menjadi pembunuh karena menabrak lari seorang gadis hingga meninggal.
Namun Carly tahu betul jika itu bukan kakaknya, saat kejadian kecelakan itu Lionel ada di rumah bersama dirinya, sebelum kekasihnya yang tiba-tiba muncul dan ketakutan karena telah menabrak seseorang di ujung belokan jalan saat akan menuju ke rumah mereka. Carly tidak ingin hidup seperti kekasih Lionel yang melimpahkan kesalahan begitu saja dan Carly tidak ingin David hidup seperti kakaknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Can't Fall In Love
ChickLitCarly Hope Winters adalah gadis yang berambisius untuk menjadi seorang pengacara. Kesalahan kakaknya yang mati bunuh diri karena cinta membuatnya yakin akan satu hal, jika cinta hanya akan membuat mu menjadi bodoh dan lemah. David Smith Logan adalah...
