Carly menatap David dengan ragu, bisakah pria itu menepatinya setelah semua kebohongan yang melibatkannya terungkap. Entahlah Carly merasa tidak yakin karena ia seolah tau semua buntut dari takdir yang terjadi di masa lalu itu seakan menjadi ujung tombak yang akan menghunus pria itu. Yah pria itu hanya korban dari tipu daya Mira dan Myrna. Bagaimana cinta tulusnya pada sahabat masa kecilnya tertipu dengan peran lain.
"Miss Winters?" panggilan tegas dari pria berseragam dengan jaket kulit hitam yang membungkusnya, mengalihkan lamunan dan tatapan kosongnya.
Sebuah genggaman tangan yang baru dirasakannya semakin kuat. Mengatakan dengan bahasa sentuhan jika pria itu akan ada disampingnya dengan melindunginya.
Carly menatap genggaman tangan itu kemudian mengangkat wajahnya menatap manik mata David.
Tuhan haruskah aku mengatakan semuanya saat ini...bisakah pria ini menerimanya?
"Semuanya akan baik-baik saja Early. Jika kau tidak ingin memberi keterangan saat ini, aku akan menyuruh Detective Clark untuk pergi"bisik David pelan.
Carly segera menggelengkan kepalanya menandakan jika ia ingin mengungkapkan semuanya sekarang. Selain statusnya sebagai korban dan saksi, Carly ingin semua permasalahan ini segera selesai agar ia bisa melanjutkan hidupnya kembali sebagai mahasiswa akhir yang akan di wisuda beberapa minggu lagi. terlebih ia ingin segera bertemu dengan ayahnya dan mengatakan berjuta maafnya.
"Aku siap memberi keterangan"ucap Carly menatap detective itu diiringin oleh sebuah anggukan tegas.
Carly menceritakan segalanya tanpa menoleh pada David ia tidak ingin melihat wajah David yang seperti apa sebelum ia menceritakan segalanya. Semuanya ia ungkapkan tanpa ia sembunyikan sedikitpun.
"Jika anda masih tidak mempercayai semua ucapanku termasuk kecelakaan yang melibatkan Lionel Winters 5 tahun yang lalu, ini adalah buktinya. Mira mengakui segala kejahatan dan rekayasa yang ia buat"
Carly menyerahkan sebuah pen kecil yang fungsi sebenarnya adalah sebuah recoder yang sering digunakan para pengacara dalam mengambil informasi secara diam-diam. Itulah mengapa Carly sangat siap saat Black membawanya kehadapan Mira. Dan beruntung pen itu Carly selipkan di kantung kecil pada celana jeansnya hingga tidak hilang.
"Terimakasih, dengan bukti ini kami bisa kembali membuka kasus Lionel Winters dan segalanya akan kami adili seadil-adilnya"
"Itu yang ku harapkan"ujarnya penuh harap. "Mr. Clark, Myrna...apa dia selamat?"tanya Carly ragu, namun ia begitu mengkhwarirkan keadaan gadis itu. Yang ia lihat terakhir kali adalah banyaknya darah yang mengenang ditubuh kaku Myrna.
Detective Clark hanya menggeleng dengan sedih. Dan Carly tahu apa artinya itu.
"Mira akan mendapatkan pasal berlapis atas semua perbuatannya, termasuk pembunuhannya dan semua kejahatan yang dilakukannya"
Carly hanya mengangguk berharap keadilan yang diinginkannya sejak dulu datang dengan segera hingga ia bisa minta maaf pada kakaknya. Karena ambisinya ia bahkan hampir mempercayai jika Lionel mati bunuh diri dan seorang pengkhianat diantara sahabatnya hingga pantas dianggap seperti itu.
Betapa bodohnya ia sebagai adik.
Carly kembali keruang tamu, setelah menggantarkan detective Clark dan mendapati David masih terduduk seperti itu setelah semua kebenaran yang ia dapati. Pandangan kosong David menyiratan luka yang begitu dalam. Mungkin pria itu menganggap dirinya bodoh karena sudah dibodohi dengan perasaan tulus selama bertahun-tahun untuk sang Myrna- yang nyatanya membohonginya dengan kembarannya yang tak pernah diketauhinya. Terlebih ia harus memendam rasa benci pada sahabat yang selalu dikaguminya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Can't Fall In Love
Romanzi rosa / ChickLitCarly Hope Winters adalah gadis yang berambisius untuk menjadi seorang pengacara. Kesalahan kakaknya yang mati bunuh diri karena cinta membuatnya yakin akan satu hal, jika cinta hanya akan membuat mu menjadi bodoh dan lemah. David Smith Logan adalah...
