📌JANGAN LUPA KLIK BINTANGNYA📌
Hope you like it🍀
•••
"𝓐re you alright, Mey?"
"Aku merasa menjadi Ibu yang buruk untuk Biru, Ly. Dia tak pernah bertanya tentang pers kemarin dan segalanya."
"Mey, sejak kamu mengenalkanku pertama kali pada Biru, aku tahu dia berbeda. Dia gadis kecil yang lebih dewasa daripada anak seumurannya. Dia akan selalu mencintaimu sampai kapan pun."
Terdiam, ia menghembuskan napas kasar. "Thanks, Jules. She's my only reason to stay alive."
"Lupakanlah, ini waktumu bersama Biru dan Gibran. Say yes to him."
Meyra menurunkan lemah ponselnya.
Tak berselang lama, ia berjengit kaget oleh derit pintu yang berulah. Wajah Biru dan Gibran muncul dari balik pintu kamar.
Gadis kecil itu berlari padanya.
"Sweetie, kamu serius enggak mau ikut Ibu?" Dia merentangkan kedua tangannya menyambut Biru ke dalam rengkuhan.
Biru menggeleng.
"Dia tetap berkeras. Katanya kamu memberinya rekaman resital piano tunggal baru?" Gibran mengerutkan kening.
Meyra berpaling pada Gibran sebentar, ia mengangguk. Lalu lekas beralih pada Biru. "Tapi janji sama Ibu kalau jam sembilan malam kamu sudah harus tidur, okay?" Meyra terkekeh, mengecup dahi putrinya yang mengangguk mengerti. Kemudian, Biru langsung berlari tak sabaran menuju papan tuts hitam-putih kesayangannya meninggalkan Meyra dan Gibran.
"Mey, aku bisa menjelaskan pada Direktur dan semua kalau kamu tidak bisa hadir. Dari pagi kamu belum istirahat, 'kan?" Gibran memandang Meyra ragu.
Hari ini adalah hari ulang tahun perusahaan tempat bekerjanya. Lalu kemarin, sepulang acara launching, sekretarisnya menelpon mengatakan bahwa perusahaan mendadak meminta tolong padanya untuk mengundang Meyra sebagai bintang tamu pada pesta anniversary malam ini. Jelas sekali ia tahu ini semua usulan siapa. Tentu saja John.
Asal kalian tahu, pria berpotongan rambut spike itu merupakan penyantap rahasia novel-novel Meyra. Namun, saat diminta penjelasan oleh Gibran, John hanya mengatakan itu merupakan salah satu strategi pemasarannya berhubung Meyra adalah salah satu penulis yang berpengaruh besar saat ini. Katanya lagi, jika Meyra diundang dalam acara ulang tahun terbuka perusahaan malam ini, John yakin akan banyak penggemar Meyra yang datang dan otomatis akan meningkatkan promosi hotel terbaru Archipelago Groups. Sialnya, Meyra justru menyetujuinya dengan kuluman senyum.
"Aku akan datang." Meyra mengamati sekilas refleksi tubuhnya di cermin, lalu berbalik mendekati Gibran yang terlihat memukau dengan setelan hitamnya. "Bagaimana penampilanku?"
Gibran menurunkan bahu, benar-benar tak bisa membujuk sahabatnya itu untuk beristirahat. Ia hanya mencemaskan kondisi Meyra, itu saja. Menaikkan tangannya, Gibran mengusap muka kasar dan mendengus. "Terlampau jelita. Dan aku semakin ingin membatalkan undangan malam ini."
Meyra mengerang tawa, meski begitu ia merasakan pipinya sedikit terbakar atas kalimat terakhir Gibran.
Astaga!
***
Melodi lagu When I Fall in Love oleh Renee Olstead dan Chriss Botti mengalun menuju seluruh penjuru ballroom sebuah hotel milik Archipelago Groups. Para pelayan dengan baki di atas tangan mereka seakan melangkah dalam tarian diiringi rambatan bunga-bunga putih sebagai ornamen pesta malam ini. Meyra cukup gugup menyaksikan semua yang hadir mengenakan setelan jas dan gaun menawan, penjagaan yang ketat, kemewahan serta keramaian pada acara ulang tahun perusahaan Gibran yang katanya terbuka untuk umum ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Nyala Renjana
RomanceDear Ilahi, Banyak manusia-Mu bilang, kami tidak pernah tahu apa yang kami miliki sampai hal itu hilang. Namun, bagaimana jika dia tidak pernah benar-benar hilang? ••• ❝ My heart is mute.❞ ❝ Then i must speak for it.❞ ••• All rights reserved 2019 by...
