Lambai lambai ya lambai
Tangan melambai lepas kepergian
Senyum bahagia berkata selamat tinggal
Di ujung qalbu terasa terusir
Lambai lambai ya lambai
Tak terelak gurauan rindu. Terkulai
Selamat jalan. Lemparkan pesawat kertas
Di hulu kenangan
Tersirat harapan sebaris dua baris
Bukankah sukma bersumpah tetap setia
Melawan firasat bentak takdir
Bangkaweh, 03 Maret 2017
KAMU SEDANG MEMBACA
Lakon
PoesíaSetiap apa yang terjadi di sekitar kita mampu menyentil hati. Bukankah begitu? ada yang dengan satu sentilan saja, ia sudah mampu menyentil hati. Namun, ada yang dengan beberapa sentilan kemudian iya baru bisa menyentil hati. Semua butuh proses. La...
