Diam
Bukan pula bisu tersumpal kerikil
Terjerat teruji jeruji sentuhan rembulan
Bukan tak mau lontarkan senyum manis kata penghibur
Aku hanya diam, ya sembunyi di hening
Temani aku kembali menulis puisi kala dulu
Jemari genggam pena ayunkan sajak kepasrahan
Coret lembaran hidup saksi bisu
Dirinya inspirasi gejolak mengirim kata
Sirna di kekang pertanyaan
Parabek, 07 Maret 2017
KAMU SEDANG MEMBACA
Lakon
PoezieSetiap apa yang terjadi di sekitar kita mampu menyentil hati. Bukankah begitu? ada yang dengan satu sentilan saja, ia sudah mampu menyentil hati. Namun, ada yang dengan beberapa sentilan kemudian iya baru bisa menyentil hati. Semua butuh proses. La...
