Acuhkan daku nak
Seuntai selembar petuah termuntah
Terik jalang siang terperas, rona pipi semu
Kubawa sejuta tamparan di hidupmu
Acuhkan daku nak
Sudah berapa waktu terulur ku disini?
Belum juga selirik mata menatap
Larik - larik buatku rindu
Acuhkan daku nak
Ah!
Sudahlah muak disini rangkul diri
Aku pergi
Parabek, 23 Maret 2017
KAMU SEDANG MEMBACA
Lakon
PoetrySetiap apa yang terjadi di sekitar kita mampu menyentil hati. Bukankah begitu? ada yang dengan satu sentilan saja, ia sudah mampu menyentil hati. Namun, ada yang dengan beberapa sentilan kemudian iya baru bisa menyentil hati. Semua butuh proses. La...
