Inyiak, aku perindumu
Terngiang jelas nasehat hatimu
Ringkasan sajak-sajak indah tenangkan qalbu
Mentari dan bulan tunduk meratap kenangan, bersamamu
Inyiak, aku pecintamu
Maka jangan engkau jadikan nisan itu pembatas kita
Ku rindu, ku rindu canda tawa dari wajah keriputnya
Duduk bersempit-sempit di dekapannya
Inyiak, aku pemimpimu
Di lelapku bayang-bayang rindu menyapa diri
Elok damai sumringah terobos sepi
Tangan tua bela nagari
Inyiak, di tepi batuan
Sealir sungai butuh haluan
Tunduk lesu di tanah ratapan
Tadahkan tangan minta harapan
Parabek, 12 Februari 2017
KAMU SEDANG MEMBACA
Lakon
PoesíaSetiap apa yang terjadi di sekitar kita mampu menyentil hati. Bukankah begitu? ada yang dengan satu sentilan saja, ia sudah mampu menyentil hati. Namun, ada yang dengan beberapa sentilan kemudian iya baru bisa menyentil hati. Semua butuh proses. La...
