Nek
Sudah lama tanah pijak kau nek
Ditelan kisah masa angin mengabariku
Hari siang ingati kami
Hari malam petuah mendarat tepat di bandara hati
Kini, sudahlah semua bintang bersinar
Lalui waktu
Nek
Dulu pernah
Perut melilit – lilit melintang – lintang terkapar
Kami ditampar kegelisahan
Iya, semua rasa hambar tiada tangan keriputmu
Disitu kami lega jika kau ada
Tanganku melambai nek
Kami disini tinggal digigit malam
Senja hina nasib anak ini dibuang
Keras sekali hidup jika terus
Bergantung di tali orang
Kisah tulis teteskan petuahnya
Kisah terlukis, ingat kembali waktu
Bangkaweh, 22 Maret 2017
KAMU SEDANG MEMBACA
Lakon
PoetrySetiap apa yang terjadi di sekitar kita mampu menyentil hati. Bukankah begitu? ada yang dengan satu sentilan saja, ia sudah mampu menyentil hati. Namun, ada yang dengan beberapa sentilan kemudian iya baru bisa menyentil hati. Semua butuh proses. La...
