Tersesat sendiri dalam sia-sia
Rengkuh jiwa tak lagi mampu berkarya
Hilang harapan, yang diharapkan lenyap
Lenyap tanpa belas kasih
Terlanjur mencinta
Mampus tangan kau ditepuk satu
Yang satunya habis dikulum debu
Kau terlanjur taruh harapan pada orang
Hilang orangnya, hilang pula harapannya
Belum tentu manusia abadi mencintai
Tak perlu isi hati dengan hal bisu
Parabek, 17 September 2018
KAMU SEDANG MEMBACA
Lakon
PoesíaSetiap apa yang terjadi di sekitar kita mampu menyentil hati. Bukankah begitu? ada yang dengan satu sentilan saja, ia sudah mampu menyentil hati. Namun, ada yang dengan beberapa sentilan kemudian iya baru bisa menyentil hati. Semua butuh proses. La...
